loading...

Rpp IPA Terpadu

October 31, 2016 Add Comment
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah :
Mata Pelajaran : IPA Terpadu (Biologi)
Kelas / Semester : VIII
Alokasi waktu : 4 X 40 ( 2 x Pertemuan )

A. Standar Kompetensi
1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

B. Kompetensi Dasar
1.1. Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

C. Indikator
1. Memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.
2. Membedakan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
3. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan.
4. Menjelaskan struktur embrio tumbuhan.
5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan..
6. Membedakan metagenesis tumbuhan lumut dan paku.

D. Tujuan Pembelajaran
7. Siswa dapat memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.
8. Siswa dapat membedakan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
9. Siswa dapat menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan.
10. Siswa dapat menjelaskan struktur embrio tumbuhan.
11. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan..
12. Siswa dapat membedakan metagenesis tumbuhan lumut dan paku.

E. Materi Pembelajaran
Pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.
Pertemuan pertama:
Pertumbuhan dan Perkembangan terjadi pada setiap makhluk hidup, sebagai contoh: tumbuhan yang semula pendek dengan bertambahnya waktu menjadi bertambah tinggi, semula kecambah berubah menjadi tanaman, manusia yang semula balita tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa lalu menjadi tua. Itu semua merupakan contoh dari peristiwa pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan secara definitif dapat diartikan sebagai bertambahnya suatu ukuran pada makhluk hidup. Ukuran ini meliputi panjang, berat, volume, jumlah sel, dan lain-lain. Ciri-ciri dari proses pertumbuhan adalah
1. Bersifat irreversible, artinya bertambahnya ukuran pada makhluk hidup tidak dapat berbalik/kembali
2. Bersifat kuantitatif, artinya dapat dinyatakan dalam suatu ukuran/angka,
3. Berkaitan dengan perubahan fisik, artinya setiap proses pertumbuhan dalam waktu tertentu akan mudah dilihat karena mengakibatkan terjadinya perubahan fisik.
Perkembangan secara definitif adalah bertambahnya suatu fungsi organ pada makhluk hidup. Ciri-ciri dari perkembangan adalah:
1. Bersifat kualitatif, artinya perkembangan tidak dapat dinyatakan dalam ukuran/angka, tetapi dapat dideskripsikan dengan kata-kata.
2. Menuju kedewasaan, artinya setiap makhluk hidup yang berkembang akan menjadi dewasa.
3. Berjalan terus, artinya proses perkembangan akan terus dilakukan terus-menerus hingga makhluk itu mati.

Perkembangan yang terjadi pada kehidupan manusia dimulai dengan adanya proses pembuahan. Proses pada pembuahan ini merupakan proses dimana terjadi pertemuan antara sel telur yang berasal dari perempuan (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari pria (ayah)
Perkembangan dari janin ini selama berada di dalam rahim eorang ibu, dibagi kedalam tiga tahapan. Dimana lama masing-masing tahapan ini adalah tiga bulan:
1. Trimester Pertama
Pada tiga bulan pertama ini, embrio akan berkembang hingga menjadi janin dengan panjang kira-kira kurang/lebih 5,5 cm. Janin ini sudah mulai berbentuk seperti manusia meskipun ukuran dari kepalanya cukup besar. Di akhir masa tiga bulan pertama ini, janin tersebut sudah mulai bisa menggerak-gerakkan bagian tangan serta kakinya.
2. Trimester Kedua
Masa tiga bulan kedua, janin biasanya sudah semakin berkembang dengan panjang yang kira-kira mencapai ukuran kurang/lebih 19 cm. Bagian tangan serta kakinya telah mengalami perkembangan. Bagian dari jari-jari tangan serta kaki sudah mulai terbentuk, begitu juga muka si janin akan tumbuh memanjang. Saat masa tiga bulan kedua ini, gerakan detak dari jantung janin ini juga sudah bisa dideteksi.
3. Trimester Ketiga
Di masa tiga bulan ketiga, proses pertumbuhan dari ukuran janin akan berkembang sangat cepat. Biasanya di masa ini, ukuran tubuh janin sudah proporsional seperti tubuh bayi pada umumnya. Dikarenakan bentuk ukuran dari tubuhnya yang semakin besar, maka gerakkan janin tidak terlalu leluasa di dalam rahim. Saat saat menjelang kelahiran dari bayi, ukuran tubuhnya pada umumnya sudah mencapai panjang sekitar 50 cm. Selanjutnya di bulan ke sembilan inilah bayi akan lahir di dunia.

Pertumbuhan dan Proses Perkembangan Manusia setelah Lahir
1. Pertumbuhan Manusia Masa Bayi
Pertumbuhan manusia di masa bayi dimulai dari lahir hingga usia 2 tahun.
2. Pertumbuhan Manusia Masa Anak-Anak
Setelah usia 2 – 5 tahun disebut masa kanak-kanak manusia atau balita. Pada usia ini anak sudah mampu berbicara & mengenal lingkungannya. Setelah usia 5 tahun, anak sudah mampu bersosialisasi dan mulai sekolah.
3. Pertumbuhan Manusia Masa Remaja
Setelah mengalami masa anak-anak, manusia mengalami masa remaja. Saat masa remaja, manusia berusia belasan tahun.

Ciri pertumbuhan serta perkembangan fisik:
a. Ciri organ reproduksi primer manusia
Di masa ini, organ kelamin manusia remaja telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Pada pria akan menghasilkan sperma pada organ testis, sedangkan pada wanita biasanya akan menghasilkan sel telur pada indung telur (ovarium). Perkembangan dari organ reproduksi ini mulai berfungsi. Pada masa manusia remaja pria, biasanya akan ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” atau proses dimana sperma/air mani keluar di saat tidur. Sedangkan pada wanita umumnya ditandai dengan proses menstruasi untuk yang pertama kali.
b. Ciri organ reproduksi sekunder manusia
Pada masa manusia remaja pria, pubertas ini biasanya ditandai oleh ciri-ciri dari kelamin/reproduksi sekunder seperti berikut ini:
• Munculnya jakun.
• Terjadi perubahan suara yang biasanya menjadi lebih besar serta berat.
• Tumbuhnya kumis maupun jenggot.
• Tumbuhnya rambut pada dada, kaki, ketiak, serta sekitar organ kelamin.
• Mulai terlihat otot-otot yang berkembang menjadi lebih besar serta menonjol.
• Bahu atau pundak melebar melebihi bagian pinggul.
• Perubahan pada jaringan kulit menjadi lebih kasar serta bagian pori-pori tampak membesar.
• Munculnya jerawat pada area wajah.
Pada masa manusia masa remaja wanita, masa pubertas ini juga ditandai oleh ciri reproduksi sekunder berikut ini:
• Ukuran organ payudara mulai besar dan bagian puting dari susu mulai timbul.
• Bagian pinggul mulai melebar.
• Tumbuhnya rambut di ketiak serta sekitar organ kelamin.
• Suara akan lebih nyaring.
• Munculnya jerawat di area wajah.

Pertumbuhan dan Perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu Faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yakni Gen dan Hormon.
1. Gen. Gen adalah unit pewarisan sifat dari makhluk hidup, pewarisan sifat ini diberikan oleh induk kepada anaknya,
2. Hormon. Hormon adalah zat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Contoh hormon pada manusia dan hewan: oksitosin, antideuretik.

Selain faktor Internal, terdapat juga faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, adapun faktor external yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut:
1. Nutriens.
2. Sinar matahari.
3. Suhu.
4. Kelembaban.
5. Oksigen.
Metamorfosis adalah serangkaian dari proses tumbuh dan berkembang yang melibatkan perubahan struktur dan bentuk tubuh, dari yang sederhana menjadi sempurna. Metamorfosis dibedakan menjadi dua, yaitu Holometabolisme dan Hemimetabolisme

1. Holometabolisme (Metamorfosis Sempurna)
Merupakan serangkaian proses tumbuh dan berkembang hewan yang melibatkan perubahan bentuk tubuh yang mencolok disetiap tahapnya. Tahapnya adalah telur --> larva --> pupa --> imago. Mula-mula telur menetas menjadi larva, larva akan menjadi pupa (kepompong) lalu pupa akan berubah menjadi imago (dewasa). Contoh hewan yang mengalami holometabolisme adalah Kupu-kupu, Katak, Nyamuk, Lalat, Lebah.
2. Hemimetabolisme (Metamorfosis tidak sempurna)
Merupakan serangkaian proses tumbuh dan berkembang hewan yang melibatkan perubahan bentuk tubuh namun tidak mencolok disetiap tahapnya (antara bentuk muda dengan dewasanya). Tahapnya adalah telur --> nimfa --> imago. Contoh hewan yang mengalami hemimetabolisme adalah Belalang, Capung, Rayap, Kecoa.

Pertemuan kedua:
Pertumbuhan dan Perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal (dari dalam tubuh), dan faktor eksternal (dari luar tubuh/lingkungan). Faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yakni Gen dan Hormon.
3. Gen. Gen adalah unit pewarisan sifat dari makhluk hidup, pewarisan sifat ini diberikan oleh induk kepada anaknya,
4. Hormon. Hormon adalah zat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Contoh hormon pada tumbuhan: auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat.
Selain faktor Internal, terdapat juga faktor eksternal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, adapun faktor external yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut:
b. Nutriens.
c. Sinar matahari.
d. Suhu.
e. Kelembaban.
f. Oksigen.

Metagenesis| Metagenesis secara singkatnya adalah pergantian generasi. maksudnya adalah "terdapat pergantian cara bereproduksi (memerbanyak keturunan), yaitu secara aseksual (tanpa melalui perkawinan) menjadi secara seksual (melalui perkawinan)".
Metagenesis pada Tumbuhan. Untuk membahas metagenesis pada tumbuhan kita akan membahas siklus hidup dari tumbuhan lumut dan paku, tumbuhan paku dan lumut adalah contoh dari tumbuhan yang mengalami metagenesis, untuk tumbuhan lumut dan paku fase seksual dinamakan fase gametofit, dan untuk fase aseksual dinamakan fase sporofit.

• Metagenesis pada Tumbuhan Lumut


Skema Metagenesis Lumut
• Metagenesis pada Tumbuhan Paku


Skema metagenesis tumbuhan paku

F. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran kontekstual
2. Metode : Diskusi, informasi, dan percobaan / observasi
3. Strategi : Index Card Macth
4. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif.

G. Alat dan Media Pembelajaran
Alat : Papan tulis, Spidol, Penghapus, Buku
Media : Gambar, Carta

H. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA Terpadu
2. Buku-buku IPA yang relevan.
3. Charta dan bahan percobaan.
4. LKS IPA terpadu untuk SMP/MTs Kelas VIII


I. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan  Guru memberi salam dan berdo’a
 Guru mengkondisikan kelas
 Guru memeriksa kehadiran peserta didik
 Apersepsi (proses kecebong menjadi katak kecil)
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 15 menit
Kegiatan Inti g. Eksplorasi
 Guru menjelaskan konsep pertumbuhan dan perkembangan pada manusia.
 Guru menjelaskan konsep pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
 Guru menjelaskan perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
 Guru menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan
 Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber.

h. Elaborasi
 Siswa berdiskusi dengan bimbingan guru tentang pertumbuhan dan perkembangan hewan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan bantuan charta, gambar, dan lain-lain
 Peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
 Peserta didik menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok

i. Konfirmasi
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 50 menit
Penutup  Guru melaksanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas (telah diberikan pada tahap arahan)
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya,:
 Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam 15 menit

Pertemuan Kedua
Langkah Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan  Guru memberi salam dan berdo’a
 Guru mengkondisikan kelas
 Guru memeriksa kehadiran peserta didik
 Apersepsi (pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan rumput teki)
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 15 menit
Kegiatan Inti a. Eksplorasi
 Guru menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan..
 Guru bersama peserta didik membedakan metagenesis tumbuhan lumut dan paku.
 Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber.
 Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, atau lapangan.

b. Elaborasi
 Siswa melakukan diskusi dengan bimbingan guru tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dibantu dengan charta atau gambar
 Siswa melakukan percobaan tentang pertumbuhan tanaman kacang hijau.
 Peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok
 Peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;


j. Konfirmasi
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 50 menit
Penutup  Guru melaksanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas (telah diberikan pada tahap arahan)
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya,
 Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam 15 menit


J. Penilaian.
1. Kognitif
Bentuk instrumen berupa tes tertulis berbentuk uraian beserta pedoman pensekoran (penilaian kompetensi pengetahuan)
Instrumen :
1. Tuliskan 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup!
2. Jelaskan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup !
3. Jelaskan Perubahan bentuk tubuh dari berudu hingga menjadi katak dewasa !
4. Jelaskan pertumbuhan pada kacang hijau berdasarkan titik tumbuhnya!
Pedoman penskoran
1. Setiap soal mempunyai scor 25, bila benar
2. Nilai akhir 4 x 25 = 100

2. Afektif
Instrumen afektif tentang minat terhadap materi pelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan dalam mata pelajaran IPA Terpadu kelas VIII

Petunjuk: berilah tanda ceklis pada kolom yang sesuia dengan diri anda
No. Pernyataan Pilihan sikap
SS N S TS STS
1 Saya mengikuti sebaik-baiknya materi pelajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup karena sangat penting dalam mata pelajaran ipa
2 Saya meyakini bahwa materi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup sangat mudah untuk dipahami
3 Saya menata buku catatan saya tentang materi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup sehingga lengkapdan memuat penjelasan-penjelasan guru dan hasil pemahaman say terhadap materi ini
4 Saya dapat mengelola usaha-usaha yang saya lakukan untuk mempelajari materi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup ini sebaik-baiknya
5 Say amenyukai tugas yang diberi guru karena itu saya mengerjakan tugas materi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dengan sebaik-baiknya
Jumlah
Total

Keterangan:
SS : Sangat Setuju
N : Netral
S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Setuju
Skor Maksimal : 25
Skor Minimal : 5

3. Psikomotor
Skala penilain keterampilan menumbuhkan kecambah kacang hijau
Petunjuk: berilah tanda ceklis pada kolom yang apabila sangat tepat keterampulan menumbuhakan kecambah kacang hijau
No. Aspek Keterampilan Skor
1 2 3 4 5
1
2
3
4
5
Jumlah
Total

Keterangan:
5 : Sangat Tepat
4 : Tepat
3 : Kurang Tepat
2 : Tidak Tepat
1 : Sangat Tidak Tepat
Skor Maksimal : 25
Skor Minimal : 5




Mengetahui,
Kepala SMP



……………………..
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam








DASAR-DASAR AKUNTANSI “NERACA”

October 26, 2016 Add Comment
DASAR-DASAR AKUNTANSI
“NERACA”
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keyakinan bahwa perdagangan luar negeri akan memberikan sumbangan positif kepada kegiatan ekonomi negara telah lama diyakini dikalangan ahli-ahli ekonomi, mahzab merkantilis, yaitu ahli-ahli ekonomi yang hidup disekitar abat ke enambelas dan ke tujuh belas berpendapat bahwa pedagangan yang lebih mengenai pentingnya peranan perdagangan luar negeri dalam perekonomian. Teori Ricardo mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari melakukan spesialisasi perdagangan luar negeri merupakan pandangan yang telah menjadi landasan dari teori perdagangan luar negeri dan pengaruh dari kegiatan tersebut.
B. Tujuan
Tujuan kami menulis makalah ini adalah:
1. Memahami pengertian dari neraca
2. Memahami komponen-komponen yang ada dalam neraca

BAB II
PEMBAHASAN
A. Neraca
Neraca adalah ikhtisar yang memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang disusun secara sistematis. Posisi keuangan adalah posisi aktiva, utang dan modal perusahaan pada saat atau tanggal tertentu (yaitu akhir periode akuntansi).
Komponen-komponen neraca dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Aktiva
a. Aktiva lancar
Aktiva lancar yaitu aktiva perusahaan yang berupa kas atau aktiva yang lain yang diharapkan dapat dicairkan menjadi kas, dijual atau dipakai habis dalam satu tahun atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan jika melampaui satu tahun. Termasuk dalam kelompok aktiva lancar antara lain:
a. Kas, rekening giro bank dan aktiva lain yang dapat disamakan dengan uang kas.
b. Surat-surat berharga yang dapat segera dijual.
c. Piutang usaha (piutang dagang)
d. Piutang wasel yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
e. Piutang lain-lain yang dapat ditagih dalam waktu satu tahun.
f. Persediaan barang dagangan, bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses dan barang jadi.
g. Biaya-biaya yang dibayar dimuka (persekot biaya). Misalnya premi asuransi, alat tulis dan keperluan kantor.
b. Aktiva tetap berwujud
Yaitu aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu. Berikut ini adalah kriteria suatu aktiva berwujud dapat dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud:
a. Dimiliki oleh perusahaan (hak milik)
b. Digunakan dalam operasi perusahaan.
c. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.
d. Mempunyai masa manfaat (kegunaan) lebih dari satu tahun.
Contoh aktiva tetap berwujud: tanah, gedung, peralatan, mesin, prabot, kendaraan.
c. Aktiva tetap tidak berwujud
Merupakan hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Termasuk dalam kelompok aktiva tetap tidak berwuud antara lain: hak paten, hak cipta, franchise, merek dagang dan goowil. Aktiva tetap tidak berwujud berdasarkan masa manfaatnya dikelompokkan menjadi:
1. Aktiva tetap tidak berwujud yang masa manfaatnya dibatasi oleh undang-undang, peraturan persetujuan. Misalnya hak paten, hak cipta, franchise.
2. Aktiva tetap tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas. Misalnya merek dagang, goodwill.
d. Aktiva lain-lain
Merupakan aktiva perusahaan yang tidak dapat dikelompokkan kedalam aktiva lancar, investasi jangka panjang, aktiva tetap berwujud dan aktiva tidak berwujud, dimasukkan sebagai kelompok aktiva lain-lain. Misalnya, piutang kepada pemegang saham, piutang jangka panjang, aktiva tetap yang tidak atau belum digunakan dalam operasional perusahaan, bangunan dalam pengerjaan. Termasuk dalam kelompok aktiva lain-lain adalah biaya yang ditangguhkan, yaitu biaya yang tidak dilaporkan sebagai biaya pada periode terjadinya karena dianggap memberikan manfaat bagi periode-periode selanjutnya, misalnya:
1. Biaya yang terjadi sebelum perusahaan beroperasi secara komersial (biaya pra operasi) dan
2. Biaya emisi saham, yaitu biaya yang terjadi dalam rangka penjualan saham kepada masyarakat, yang antara lain meliputi; biaya notaris, pencetakan efek, biaya pendaftaran dan untuk penjaminan emisi.
2. Utang
Utang (kewajiban) merupakan pengorbanan ekonomis yang wajib dilakaukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh transaksi pada masa sebelumnya, utang dalam dalam neraca dikelompokkan menjadi:
1) Utang lancar,
Yaitu utang perusahaan yang diharapkan dapat dilunasi dalam jangka waktu palaing lama satu periode akutansi (satu tahun), dengan menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva lancar atau dengan menimbulkan utang lancar yang lain. Termasuk dalam golongan utang antara lain;
a. Utang usaha atau utang dagang.
b. Utang wesel
c. Biaya yang masih harus dibayar untung, gaji, pajak, sewa.
d. .Pendapatan yang diterima dimuka atau uang muka penjualan.
e. Utang pembelian aktiva tetap, pinjaman bank, dan utang-utang lainnya yang harus diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.
f. Bagian dari utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
2) Utang jangka panjang
Yaitu utang-utang perusahaan yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu periode akuntansi. Utang jangka panjang umumnya didukung oleh perjanjian formal atas persetujuan pemilik perusahaan atau dewan komisaris dan disertai dengan ikantan-ikatan tertentu. Termasuk dalam kelompok utang jangka panjang antara lain;
a. Obligasi yaitu utang perusahaan kepada para pembeli obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pemegang obligasi berhak atas bunga yang umumnya dibayarkan setahun dua kali.
b. Utang hipotek yaitu utang perusahan kepada bank atau pihak lain yang disertai barang jaminan berupa aktiva tetap berwujud.
3) Utang lain-lain
Yaitu uatng atau kewajiban yang tidak dapat dikelompokkan kedalam utang lancar dan utang jangka panjang. Termasuk dalam kelompok utang lain-lain yaitu:
a. Pendapatan yang ditangguhkan, misalnya pendapatan sewa jangka panjang yang diterima dimuka, uang muka kontrak pemberian jasa jangka panjang.
b. Uang muka jaminan jangka panjang dari langganan.
c. Utang kepada direksi atau kepada perusahaan afiliasi.
3. Modal
Modal merupakan bagian hak pemilik daalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan utang yang ada. Modal perusahaan umumnya berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha yang tidak dibagikan kepada pemilik perusahaan. Berkurangnya modal perusahaan umumnya disebabkan oleh penarikan kembali penyertaan oleh pemilik, pembagian deviden dan adanya kerugian.
a. Modal perusahaan perseorangan
Yaitu modal perusahaan perseorangan dimiliki oleh satu orang. Oleh karena itu penyajian modal pada neraca perusahaan menyebutkan nama pemiliknya.
b. Modal perusahaan persekutuan
Yaitu pemilik modal perusahaan persekutuan terdiri dari dua orang atau lebih.
c. Modal perusahaan perseroan
Yaitu pemilik modal perusahaan perseroaan terdiri atas para pemegang saham, yaitu pihak-pihak yang membeli saham dari suatu perusahaan perseroan yang bersangkut

BAB III
KESIMPULAN
Neraca adalah iktisar yang memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang disususn secara sistematis. Posisi keungan adalah posisi aktiva, utang dan modal perushaan pada saat tanggal tertentu (yaitu akhir periode akuntansi)
Modal merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan utang yang ada. Modal perusahaan umumnya berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha yang tidak dibagikan kepada pemilik perusahaan. Berkurangnya modal perusahaan umunya disebabkan oleh penarikan kembali pernyertaan oleh pemilik, pembagian deviden dan adanya kerugian.

DAFTAR PUSTAKA
Atohony Robert, N, James S. Reece, Julie H. Hertenstein, Accounting: Text and Cases., 9 ed. Chicago: Richard D. Irwin, 1995
Horngren dan foster, Akuntansi Beban, Penerbit Salemba Empat, Jakarta

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM MASA KLASIK MASA BANI UMAYYAH

October 25, 2016 Add Comment
BAB II
PEMBAHASAN


Mu'awiyah bin Abi Sufyan , pendiri daulat Bani Umayyah ialah cicit dari Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf, Umayyah adalah seorang dari pemimpin Quraisy di zaman jahiliyah, ketinggian dan kemuliannya seimbang dengan Hasyim bin Abdi Manaf. Oleh karena itu tidak mengherankan jika keturunan Umayyah dan keturunan Hasyim selalu berlomba dalam merebut pengaruh dan kedudukan di kalangan Quraisy. Perlombaan itu kerap kali menimbulkan pertikaian dan pertumpahan darah antara kedua belah pihak, baik dizaman jahiliyah maupun di zaman islam.
diantara keturunan Bani Umayyah yang terkenal ialah : Harb, Abu Sufyan, Mu'awiyyah bin Abi Sufyan, dan Yazid bin Mu'awiyyah.
Ketinggian derajat Abi Sufyan bin Harb dalam kalangan suku Quraish dapat dilihat ketika Nabi Muhammad membebaskan Makkah. Nabi pernah berkata ketika itu : "Barangsiapa yang menyarungkan pedangnya, maka ia aman, siapa yang masuk masjid maka ia aman, siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia pun mendapat keamanan”.
sedangkan Yazid bin Mu'awiyah pernah diserahi oleh khalifah Abu Bakar memimpin pasukan tentara islam yang pergi menaklukkan Syam dan kemudian diangkat menjadi gubernur di kota Damaskus, dan Mu'awiyah bin Abi Sufyaan dijadikan gubernur di daerah Syam. setelah khalifah Abu Bakar wafat, daerah pemerintahan Yazid diserahkan oleh khalifah Umar kepada Mu'awiyah. kemudian di zaman khalifah Ustman, Mu'awiyah diangkat menjadi wali atas seluruh negri Syam.
Berikut ini riwayat keturunan Umayah. mereka pernah menjadi penguasa di zaman jahiliah dan zaman Islam.

1. MU'AWIYAH BIN ABI SUFYAN. (40-60 H.=660-680 M.)
Mu'awiyah bin Abi Sufyan menjadi Khalifah
Mu'awiyah bin Abi Sufyan dapat menduduki kursi khalifah dengan berbagai cara, yaitu dengan ketajaman mata pandangnya, dengan siasatnya yang halus dan dengan politiknya.ia mendapat pangkat itu bukan dengan ijma' dan persetujuan umat Islam, melainkan karena siasat politik.
Dengan naiknya Mu'awiyah menjadi khalifah maka berakhirlah hukum syura. Pemilihan menurut hasil permusyawaratan terbanyak, yang berlaku di zaman al-Khulafaurrasyidin, yaitu hukum yang menyerupai aturan pemerintahan Republik (Jumhuriyyah) di zaman kita ini.dan pangkat khalifah menjadi pusaka turun-temurun maka daulat Islam pun berubah sifatnya menjadi daulat yang bersifat kerajaan (monarchie).
Sesungguhnya Mu'awiyah telah sangat terpengaruh oleh peraturan-peraturan peninggalan Romawi di negri Syam.
Kemegahan dan kemuliaan raja -raja yang belum pernah ditiru oleh khalifah-khalifah yang terdahulu. Dia telah memakai singgasana dan kursi kerajaan serta mengadakan barisan pengawal yang senantiasa menjaga dirinya siang dan malam. bahkan dalam masjid pun ia mendapatkan tempat yang istimewa, tempat ia sembahyang seorang diri, dan selalu dijaga oleh pengawalnya. hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peristiwa seperti yang pernah terjadi atas diri Ali bin Abi Thalib.

Kepribadian Mu'awiyah bin Abi Sufyan
Mu'awiyah bin Abi Sufyan adalah seorang diplomat Arab yang terkenal, ialah yang ditugaskabn oleh Rosulullah SAW. menyampaikan surat beliau kepada kaisar Imperium Romawi (Byzantium), seorang yang beruntung dalam karir politiknya, sehingga dia dapat mencapai kekuasaan dan kedudukan yang amat tinggi yang sebetulnya masih banyak yang lebih pantas darinya.Tabi'atnya yang santun lagi sabar menderita atas segala bencana dan celaan membuka jalan baginya dalam mencapai dan melaksanakan cita-citanya.
Dengan sifatnya yang sedemikian itu ia dapat mengalahkan perlawanan partai umat islam atas dirinya. dalam soal keagamaan, fahamnya luas dan tidak fanatik. ini terbukti dengan pengangkatannya seorang Kristen bernama Sarjun menjadi mentri keuangannyam, dan kebijakannya memperbaiki gereja di Irak yang runtuh akibat bencana gempa bumi.

PENAKLUKAN DI ZAMAN MU'AWIYAH
1. Penaklukkan ke arah Timur
Mu'awiyah meluaskan kedaulatan Islam ke negeri-negeri sebelah Timur. hingga sampai negeri Sind (daerah sungai Indus di India). Dan mampu menaklukkan Samarkand dan Sughda.
2. Perang melawan Byzantium
Imperium Byzantium senantiasa mengerakhan laskarnya menjarah ke negri-negri yng diperintah oleh daulat Ilam. oleh karena itu ia Mu'awiyah bin Abi Sufyan mempersiapkan laskarnya untuk memerangi imperium itu dari darat dan laut. umtuk melaksanakan pekerjaan yang berat ini agar berhasil, maka ia memerintahkan angkatan perangnya memerangi orang-orang Byzantium terus-menerus, baik di musim dingin maupun dimusim panas.
Angkatan perang Mu'awiyah dapat mengalahkan tentara Byzantium dalam beberapa pertempuran di Armenia dan Asia Kecil. Armadanya yang ketika itu terdiri dari 1700 kapal perang kecil, diperintahkan menyerang pulau-pulau Cyprus dan Rhodus di laut Tengah sehingga kedua pulau itu dan beberapa pulau lainnya di Archipel dapat ditaklukkan.
Pada tahun 48 H Mu'awiyah melengkapi angkatan perangnya yang dipimpin oleh panglima Sufyan bin Auf beserta sepasukan armada dibawah pimpinan Laksamana Fadhalah al-Anshary untuk menyerang Konstatinopel (ibukota Byzantium). Sebagai panglima besar atas kedua angkatan perang itu diangkat puteranya Yazid bin Mu’awiyah

Serangan Pertama Ke Konstantinopel
Tentara besar itu menyerbu memasuki daerah-daerah Romawi Timur dan kemudian mengepung Konstantinopel. Akan tetapi angkatan perang ini tidak mampu menaklukkan kota itu karena benteng-bentengnya sangat kuat. Akhirnya laskar besar itu terpaksa kembali ke Syam setelah kehilangan beberapa buah kapalnya dan sebagian besar balatentaranya. Dalam pertempuran itu meninggal pula seorang sahabat yang menerima kedatangan Nabi Muhammad dirumahnya sendiri ketika beliau hijrah ke Yatsrib, yaitu Abu Ayyub. Untuk peringatan bagi sahabat yang mulia itu didirikanlah dikemudian hari sebuah masjid megah di tegah kota Konstantinopel bernama Masjid Ayyub. Sampai kini masjid pusaka itu senantiasa diziarahi orang.

Serangan kedua
Pada tahun 58 H (679 M) Mu’awiyah mengerahkan balatantaranya untuk kedua kalinya untuk mengepung ibukota kerajaan Byzantium itu. Pengepungan yang sekali ini memakan waktu dua tahun lamanya. Akan tetapi ketika pengepungan itu hampir usai, Mu’awiyah meninggal dunia, dan angkatan perangnya yang mengepung ibukota Byzantium itu dipanggil pulang ke Syam, para pemimpin Daulat Bani Umayyah yang menggantikan Mu’awiyah melanjutkan usaha-usaha Mu’awiyah itu dengan sungguh sungguh.

3. Perang Afrika
Pada tahun 50 H. Mu’awiyah mengangkat Uqbah bin Nafi’ menjadi wali di Magrib, panglima ini dapat mengalahkan serdadu Romawi di daerah itu, sehingga daerah daulat Islam sampai ke negeri Tunisia. Di sana didirikan kota Kairawan sebagai markas besar tentaranya. Disana didirikan masjid Nafi’ yang terkenal itu sebagai peringatan atas sahabat pemimpin perang itu.

Pengangkatan Putera Mahkota
Pada tahun 56 H (676 M ) Mu’awiyah dengan wibawanya sebagai Khalifah bisa membawa dewa Syura khilafah untuk memilih puteranya Yazid menjadi calon khalifah pengganti yang akan langsung menggantikan dirinya kalau ia mati. Dengan perbuatannya ini berarti Mu’awiyah telah mengangkat putera mahkota yang merupakan puteranya sendiri. Yang berarti telah mulai merubah undang-undang khilafah yang semula dipilih oleh Majlis Permusyawaratan Ummat Islam menjadi turun menurun. Dan diapun telah melanggar janjinya dengan Hasan bin Ali, yaitu janji yang telah diikrarkannya, bahwa pangkat khalifah sepeninggalnya diserahkan kepada permusyawaratan Ummat Islam.
Walaupun Mu’awiyah mengemukan alasan, bahwa dia berbuat sedemikian itu untuk menghindari fitnah dan persengketaan sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman khalifah-khalifah pendahuluanya, namun siasatnya yang sedemikian itu menimbulkan huru-hara dan pemberontakan sepeninggalnya.

2. YAZID BIN MU’AWIYAH ( 60 – 63 H = 680 – 683 M )
Sikap para sahabat atas pemerintahan Yazid
Ibu Yazid adalah seorang wanita pedalaman yang dikawini oleh Mu’wiyah sebelum ia menjadi khalifah. Oleh karena itu iapun membawa puteranya Yazid pulang kedusun untuk didik pada lingkungan yang masih bersih, bahasa yang masih murni dan penuh dengan kearifan dan sopan
santun. Maka ia tumbuh dengan sifat baduinya yang pemberani dan fasih bertutur kata, serta pandai bersyair.
Akan tetapi ia bukanlah seorang yang ahli untuk menduduki kursi khalifah, karena ia dinilai mempuyai tabi’at yang dinilai tidak baik menurut hukum agama. Oleh karena itu pemerintahanya tidak disukai oleh para sahabat besar dan terutama, seperti Husein bin Ali dan Abdullah bin Zubair.

Peristiwa Karbala ( 61 H = 681 M )
Sebagian penduduk Irak mengirim surat kepada husein bin Ali meminta ia datang ke Kufah. Mereka mengatakan bahwa mereka bersedia memberikan bantuan kepada Husein bin Ali dalam segala hal yang dihajatkannya. Husein pun terpedaya dengan bunyi surat itu. Dia lupa akan apa yang telah dilakukan oleh penduduk Irak atas ayahandanya Ali bin Abi thalib dan saudara kandungnya Hasan bin Ali. Dengan pengiring yang jumlahnya tidak lebih dari 80 orang, ia berangkat menuju kufah. Akan tetapi ketika ia sampai di Karbala, ia bertemu dengan tentara Yazid yang di pimpin oleh Ubaidillah bin Ziad.

Kematian Husein
Terjadilah perdebatan antara Husein dan Ubaidillah yang meminta agar Husein tidak meneruskan perjalanan, namun atas desakan beberapa pengikutnya Husein tetap bulat meneruskan perjalananya yang menyebabkan bentrokan dengan tentara Yazid. Dengan peristiwa ini Husein baru ingat kalau ia tertipu, sebab tidak banyak penduduk Irak yang bersedia membantunya. Maka terjadilah pengepungan atas Husein serta para pengikutnya yang hanya sedikit itu oleh tentara Ubaidillah bin Ziad yang berpuluh kali lipat banyaknya. Dalam pertempuran itu Husein terbunuh dengan sangat mengenaskan. Kepalanya dipisah dari tubuhnya dan diserahkan kepada Yazid di Damaskus.
Sekalipun Yazid orang yang dzalim, tetapi kematian Husein yang mengerikan itu menyedihkan hatinya, karena ayahandanya ( Mu’awiyah ) berwasiat kepadanya, bahwa jika nanti terjadi peselisihan denngan Husein dan ia bisa menundukan Husein bin Ali, ia harus memfaatkannya dan menghormatinya. Tapi kini apa boleh buat, ia hanya bisa memberikan kemurahan hatinya kepada putera-putera Husein dan kaum keluarganya, mereka itu dikirimkannya ke Hijaz dengan segala penghormatan dan kemuliaan.

Pemberontakan Hijaz
Berita perang Karbala yang menyedihkan itu tersebar luas berita itu menggemparkan ummat Islam. Hati mereka diliputi kesedihan dan dendam yang menyala- nyala. Maka orang-orang Syi’ah bersatu hendak menuntut balas, sikap benci ummat Islampun semakin bertambah terhadap keluarga Bani Umayyah.
Untuk memadamkan pemberontankan besar itu Yazid mengerahkan 12.000 orang tentaranya yang dikepalai oleh Muslim bin ‘Uqbah.
Laskar itu mengepung kota Madinah dari jurusan Wadil Harrah, yaitu dari utama kota itu. kemudian kota itu menyerah dan dapat dikuasahi kembali oleh Bani Umayyah.
Setelah dapat menundukkan madinah. Muslim bin ‘Uqbah beserta laskarnya melaju ke Makkah. Karena disana Abdullah bin Zubair telah mengangkat dirinya sebagai khalifah kemudian diperkuat dengan bai’at penduduk kota itu. Akan tetapi sementara dalam perjalanan, Muslim bin Uqbah meninggal dunia dan pimpinan laskar sementara diserahkan kepada Hasyim bin Numair seorang panglima Bani Umayyah yang terkenal juga.
Setelah mereka tiba di Makkah, terjadilah pertmpuran sengit antara mereka dengan tentara Abdullah bin Zubair ( 64 H. = 683 M. ) ketika itu sebagian dinding Ka’bah runtuh karena terkena pelontar :
Ditengah berkecamuknya peperangan, datanglah berita dari Syam yang menyatakan bahwa Yazid telah meninggal dunia. Dan oleh karena itu Ibu Nmair pun menghentikan peperagan.
Segala peristwa itu murupakan bencana besar yang telah menimpa ummat islam di zaman pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah yang tetap menjadi lembaran hitam sejarah pemerintahan Yazid untuk selama-lamanya.

3. MU’AWIYAH BIN YAZID (64 H=683 M)
Sebelum Yazid meninggal dunia ia telah berwasiat supaya puteranya Mu’awiyah bin Yazid diangkat menggantikan dia menjadi Khalifah, menurut cara yang telah dilakukan oleh ayahandanya Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
Akan tetapi Mu’awiyah II bin Yazid ini hanya memerintah 40 hari saja, karena ia sakit-sakitan dan jiwanya memberontak tidak dapat bertanggung jawab atas perobahan dan kerusakan yang ditinggalkan oleh ayahnya. Maka dengan kemauan sendiri ia turun dari kursi khalifah, dan pangkat khalifah diserahkan kepada musyawarah ummat islam agar mereka dengan merdeka memilih dan mengangkat seorang khalifah yang layak menurut mereka. Namun cita-citanya itu tidak menjadi kenyataan, karena pemilihan khalifah telah ditentukan oleh kemauan keluarga Bani Umayah.

4. MARWAN BIN HAKAM (64-65 H = 683-65 M)
Perpecahan keluarga Bani Umayah
Setelah Mu’awiyah II memutuskan berhenti dari khaifah, timbul persoalan pelik diantara penduduk Syam, yaitu tentang siapa yang akan dipilih menjadi khalifah. Kesulitan itu adalah perpecahan dikalangan Bani Umayah, yaitu kelompok yang hendak mengangkat Khalid bin Yazid yang masih kecil dan kelompok yang hendak mengangkat Marwan binn Hakam, seorang yang tertua dalam keluarga Bani Umayyah. Karena perpecahan inilah khalifah nyaris terlepas dari kekuasaan Bani Umayah.
Penolakan Abdullah bin Zubair
Abdullah bin Zubair semakin luas pengaruhnya. Ia telah diakui menjadi khalifah oleh penduduk Hijaz, Iraq, Yaman dan Mesir, bahkan sebagian penduduk Syam juga telah ada yang berpihak kepadanya. Akan tetapi Abdullah bin Zubair ini bukanlah seorang ahli siasat yang tajam pandangannya.
Hasyim bin Numair panglima perang Bani Umayah yang memerangi di Mekkah pun telah datang untuk membai’atnya. Asalkan ia suka pindah ke Syam. Tetapi tawaran itu ditolak oleh Abdullah bin Zubair, karena ia hendak menghidupkan kemegahan dan kebesaran di tanah Hijaz sekali lagi dengan menjadikannya sebagai pusat khilafah ummat Islam. Dia tidak menyadari bahwa keputusanya itu telah mengurangi dukungan atasnya untuk menjadi khalifah secara menyeluruh. Sementara itu Bani Umayah telah sekata kembali dan kemudian mereka memetapkan Marwan bin Hakam menjadi khalifah pada tahun 64 H. Dengan demikin khalifah telah berpidah dari keturunan Abu Sufyan kepada keturunan Marwan bin Hakam, dari belahan suku Umayyah yang lebih besar.
Disini terjadilah perlombaan dua pemimim besar yaitu Abdullah bin Zubar di Makkah dan Marwan bin Hakam di Damaskus.
Hura-hura di Syam
Pada masa pemerintahan Marwan inilah terjadi hura-hura di negeri Syam. Tetapi berkat kesungguhan dan keteguhan hatinya, Marwan bisa mengatasi dan mengirimkan pasukannya ke Mesir untuk merebut provinsi itu dari tangan walinya yang diangkat oleh Ibnu Zubair.
Marwan hanya memerintah selama 9 bulan. Waktu tersebut hanya digunakan untuk mengatkan kedudukannya saja, dan sebelum ia meninggal ia telah menetapkan penggantinya dari dua orang puteranya sebagai seorang putera mahkota yaitu Abdul Malik dan Abdul Aziz.
5. ABDUL MALIK BIN MARWAN (65-86 H=685-705 M)
A. kepribadian Abdul Maik bin Marwan
Setelah Marwan bin Hakam wafat, timbullah kekacauan dalam daulat Bani Umayyah, sehingga hampir saja daulat itu pecah belah dan hancur oleh pemberontakan dan hura-hura dalam negeri. Akan tetapi untunglah khalifah yang menggantikannya Abdul Malik bin Marwan, yaitu puteranya sendiri seorang yang bijaksana behati baja. Pandai dan cerdik mengurus segala urusan kerajaan. Ia termasuk seorang khalifah yang besar yang bersejarah dalam daulat Bani Umayyah.
Langkah pertama kepemimpinannya ialah memadamkan segala pemberontakan dan hura-hura. Peperangan melawan para pemberontakan itu berjalan selama tujuh tahun lamanya, setelah itu pemerintahan berjalan normal dan kedudukan khalifah menjadi normal kembali.

B. KESULITAN-KESUITAN YANG DIHADAPI
1. Menghadapi perlawanan kelompok Syi’ah
Lantaran pembunuhan Husein bin Ali di Karbala, api kemarahan hati ummat Islam menyala atas keluarga Bani Umayyah. Syi’ah berusaha menyebarkan bibit-bibit kebencian ummat Islam yang ada di Kufah terhadap Bani Umayyah, sehingga timbul penyesalan dan dendam yang sangat mendalam. Orang-orang Kuffah berangkat menuju ke ‘Ainul Wardah, satu tempat dekat sungai Euphrat. Mereka dapat menarik sebagian besar penduduk Basrah dan Madain ke dalam barisan mereka, mereka hendak memberontak.
Setelah Abdul Malik bin Marwan mendengar berita tersebut, ia segera mengerahkan pasukannya sebanyak 30.000 orang dibawah kepemimpinan panglima Ubaidillah bin Ziad. Pasukan ini berhasil mematahkan kaum pemberontak.
Namun sesaat setelah itu golongan Syi’ah yang lain dibawah pimpinan Mukhtar bin Abi Ubaid, sebagai wali Irak yang diangkat oleh Abdullah bin Zubair, menyatakan berdiri sendiri keluar dari kedua kekuasaan baik Bani Umayyah atau Abdullah bin Zubair.
Perlawanan Mukhtar ini memporak-porandsksn pasukan Ibnu Ziad, bahkan Ubidillah bin Ziyad pun mati terbunuh.
2. menghadapi Abdullah bin Zubair
Khalifah Abdullah bin Zubair mengangkat saudaranya Mash’ab menjadi gubernur di Irak. Dia diperintahkan oleh Abdullah merebut Irak kembali dari tangan Mukhtar, Wali yang mendurhakainya.
Pertempuran antara laskar Mukhtar dan laskar Mash’ab terjadi, Mash’ab memperolah kemenangan, sedangkan Mukhtar beserta laskanya yang berjumlah 7.000 mati terbunuh di medan perang. Peristiwa ini terjadi pada tahun 67 H. (687 M).
Setelah Mash’ab membersihkan Irak dari pengaruh prtai Syiah yang dikepalai Mukhtar bin Ubaid, ia bersiap-siap hendak memerangi Abdul Malik bin Marwan.
Khalifah Abdul Malik bin Marwan dengan segera menyiapkan angkatan perangnya yang terdiri dari laskar Syam, Mesir, dan Aljazair. Maka terjadilah pertempuran yang dahsyat antara kedua belah pihak. Laskar Mash’ab mengalami kekalahan, Mash’ab sendiri terbunuh di medan pertempuran. Kekalahan besar ini terjadi karena penghianatan laskar asal Irak yang keluar dari barisan dan menggabungkan diri dengan pasukan Abdul Malik. Peristiwa ini terjadi pada tahun 72 H. (692 M).
Setelah Abdul Malik mengalami kemenangan di Irak itu, ia mengerahkan laskarnya untuk memerangi Abdullah bin Zubair di Hijaz. Utuk melaksanakan niatnya ini Abdul Malik mengirimkan panglimanya al-Hajjaj bin Yusuf At-Saqafi. Panglima ini mengepung kota Makkah sekuat tenaga, sehingga kota itu menyerah dan Abdullah bin Zubair pun dapat dibunuh pada tahun 73 H (693 M). Setelah peristiwa itu Abdul Malik mengangkat al-Hajjaj menjadi wali atas Hijaz, Yaman dan Yamamah sampai tahun 75 H.
3. Menghadai kaum Khawarij
Sesudah Abdul Malik membersihkan Syam dan Palestina dari kaum pemberontak, ia tidak ragu lagi untuk mengarahkan pasukannya ke daerah Masyriq (daerah-daerah sebelah timur). Untuk ini panglima terkenalnya kembali diperintahkan yaitu al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafy. Ia segera berangkat ke Kuffah, di dalam masjidnya ia berpidato dengan suara yang keras membanggakan dirinya, menyatakan keras perintahnya atas rakyat yang keras kepala. Dari sana ia terus ke Basrah, dan di negeri ini ia melakukan hal yang sama seperti di Kufah. Kemudian ia membantu Mashlab bin Abi Sufrah membersihkan Irak dan Persia dari kaum Khawarij. Al-Hajjaj terkenal dalam sejarah karena kekejamannya dan darah dagingnya membunuh sesama manusia.
4. Menghadapi ‘Amru bin Sa’id
Pada tahun 70 H (690 M). Seorang dari keluarga Abdul Malik yang bernama ‘Amru bin Sa’id mendurhakai khalifah. Pendurhakaan itu ditumpas dengan tipu muslihat saja, yaitu dengan mengangkat Amru bin Sa’id menjadi putera mahkota. Akan tetapi tidak lama kemudian dia dipanggil untuk menghadap, pengangkatan itu dibatalkan dan ‘Amru bin Sa’id dibunuh, kepalanya dilemparkan kepada pengiringnya yang menunggu di bawah. Menyaksikan peristiwa itu laskar ‘Amru bin Sa’id kecil hati dan lari cerai berai. Dengan kematian ‘Amru bin Said ini selamatlah ia dari bahaya terakhir yang menggerogoti kekuasaannya.

C. PERBAIKAN YANG DILAKUKAN ABDUL MALIK
1. Perbaikan administrasi Daulah
Sebelum Abdul Malik memerintah, mata uang yang beredar dalam masyarakat adalah mata uang Persia dan Bizantium. Di zaman Abdul Malik didirikan pabrik mata uang di Damaskus, pada mata uang itu terdapat tulisan laa ilaha illa Allah, yang dibaliknya ada tulisan nama khalifah sendiri. Dan surat-menyurat dalam dewan keuangan diganti ke Bahasa Arab.
2. Memperbaiki Pos Intelejen
Ia menyempurnakan sistem pos intelejen yang sebelumnya telah berjalan, setiap jarak jauh seperjalanan kuda didirikan tempat pemberhentian utuk mengamati.
3. Membentuk Mahkamah Agung
Untuk memeriksa dan mengadilli perkara-perkra pembesar tinggi dan orang-orang yang di pemerintahan, Abdul Malik memebentuk pengadilan agung. Hakim yang mengepalai mahkamah ini adalah seorang ternama dan salah seorang ahli dalam hukum-hukum agama.
4. Mendirikan Bangunan yang Megah
Abdul Malik tidak lupa memperbaiki kota-kota dengan mendirikan gedung-gedung yang indah, seperti rumah suci Qubbatu Sakhra di Baitul Maqdis dan lain-lain.

D. KEMATIAN ABDUL MALIK
Sesudah memerintah selama 21 tahun, Abdul Malik wafat di Damaskus dalam usia 60 tahun. Kurang lebih delapan tahun dihabiskan untuk memberantas pemberontakan dan menghadapi persengketaan dengan Abdullah bin Zubair.

6. AL-WALID BIN ABDUL MALIK (86-96 H,= 705-715 M )
Zaman keemasan Bani Umayah
Zaman khalifah al-walid bin Abdul Malik adalah merupakan zaman keemasan dan kemegahan Bani Umayah dan di zaman ini juga kebudayaan tumbuh pesat, bangunan-bangunan megah, masjid yang indah juga diperbarui.
Khalifah al-Walid juga dikenal dengan khalifah yang penyantun kepada fakir-miskin. Dia sangat memerhatikan keadaan rakyatnya.

Perluasan Wilayah di Zaman Al-Walid
Ke daerah timur
Laskar al-Walid telah sampai ke seberang sungai Jihon dan Sungai Sihon. menaklukkan negeri Bukhara dan Samarkhand, yaitu dua negeri yang trletak di Asia Tengah dan mayoritas penduduknya dari bangsa Turki
Ke daerah Barat
Walid memperkuat kedudukan Islam di Maghribil Aqsha (Barat Jauh).
Islam merambah Eropa
Daulat Islam selalu mengintai peluang yang baik untuk menaklukkan Andalusia (Spanyol).
Pembebasan Andalusia
pada tahun 92 H (711 M) Thariq bin Ziyad menyebrang ke Andalusia (Spanyol) dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Graf Yulian. Dengan penaklukkan ini Islam telah mengadakan perombakan dan perbaikan secara menyeluruh dan besar-besaran, baik dari sistem kenegaraan, strata sosial, ilmu pengetahuan dan segala segi kehidupan bermasyarakat.
Al-Walid memerintah selama 9 tahun 7 buln, ia wafat pada usia 4 tahun 6 bulan. Dimakamkan di Damaskus, sepeninggalnya diangkatlh saudara kandungnya Sulaiman bin Abdul Malik sebagai pengganti.

7. SULAIMAN BIN ABDUL MALIK (96-99 H,= 715-717 M)
Haluan Sulaiman bin Abdul Malik
Di zaman khalifah Sulaiman bin Abdul Malik kemewahan mewarnai negara. Siasatnya sangat berbeda dengan ayahandanya Abdul Malik dan saudaranya Al-Walid.
Pengepungan konstantinopel yang ketiga
Kota konstantinopel di kepung laskar Islam untuk ketiga kalinya pada masa pemerintahan Sulaiman. Sebelum Al-Walid wafat, ia telah menyiapkan angkatan perang besar untuk menyerang Konstantinopel dibawah pimpinan saudaranya Maslamah Bin Abd Malik,usaha ini di teruskan oleh Sulaiman.
Akan tetapi ketika pengepungan berada pada puncaknya, pangeran Leo berkhianat, ia berbalik memerangi orang islam. Armada Islam dibakarnya sehingga banyak sekali tentara Arab yang mati. Mereka kembali ke Syam dengan menderita kerugian yang sangat besar.

8.UMAR BIN ABDUL AZIZ (99-101 H = 717-720 M)
Umar bin Abd Aziz dipandang umat islam seperti khalifah Umar bin Khattab dalam keadilan dan kesalahannya. Hal ini tidak mengherankan , karena sesungguhnya ibu Umar bin Abd Aziz adalah seorang puteri dari ‘Ashim bin Umar bin Al Khattab.Maka ia mewarisi beberapa sifat yang mulia dari kakeknya Umar bin Khattab , seperti zuhud, wara’,adil, dan ahli ilmu agama.
Karena kepribadian dan siasatnya yang mengikuti khalifah Umar bin Khattab itulah maka sebagian orang menjulukinya sebagai ‘khulafa’urrasyiddin yang ke lima’ .
Siasat Dalam Negeri Umar bin Abdul Aziz
Khalifah Umar bin Abd Aziz mengganti wali-wali yang diangkat oleh Sulaiman dengan orang –orang yang dipandangnya cakap, dan layak untuk mendapatkan jabatan itu. Mereka bertanggung jawab penuh atas kesempurnaan jalannya pemerintahan dalam wilayah mereka masing-masing dihadapan khalifah. Mereka tidak boleh menjatuhkan hukuman mati atas seseorang sebelum ketetapannya disetujui oleh khalifah .
Siasat Luar Negeri Umar bin Abd Aziz
Ia menjauhkan diri dari penaklukan negeri-negeri. Angkatan perang Islam yang sedang mengepung Konstantinopel di panggilnya pulang ke Damaskus. Minatnya dihadapkan kepada perluasan agama Islam.
Kematian Umar bin Abdul Aziz
Ia memerintah hanya 2 Tahun 2 Bulan lamanya, namun namanya harum semerbak sepanjang masa, karena sifat-sifatnya yang mulia, sebagian orang menjulukinya sebagai khulafa’urrasyiddin yang ke 5. Khalifah yang budiman itu wafat pada tahun 101 H (720M) pada usia 39 Tahun, dengan tidak mewasiatkan pangkat khalifah kepada putranya.

9. YAZID BIN ABDUL MALIK(101-105 H = 720 – 724 M )
Pada permulaan pemerintahannya Yazid bin Abdul Malik mengikuti jejak khalifah Umar bin Abdul Aziz. Akan tetapi yang demikian itu hanya sebentar, tidak lama kemudian timbul dari tindakannya yang menyebabkan kekalutan dalam kerajaan.
Sendi kedaulatan Bani Umayyah mulai goyah,di Jazirah Arab terjadi huru-hara dan pemberontakan.
Dizaman khalifah Yazid inilah keluarga Bani Abbas mulai menghimpun kekuatan di khurrasan pada tahun 103 H ( 722 M). Keluarga inilah yang nanti akan meruntuhkan kekuasaan Bani Umayyah. Pada masa Yazid ini pula lahir seorang bernama Abul Abbas Assafah (penumpah darah) , yaitu khalifah pertama dari keluarga Bani Abbas .
Khalifah Yazid wafat pada tahun 105 H(724 M) pada usia 40 Tahun. Pemerintahannya yang hanya 4 Tahun 1 Bulan ini diwarnai dengan kemewahan dan huru-hara .
10.HISYAM BIN ABDUL MALIK ( 105 – 125 H =724-743 M).
Hisyam bin Abdul Malik ditetapkan sebagai khalifah di hari wafatnya Yazid pada tahun 105 H ( 724 M). Dia seorang khalifah yang bijaksana, budiman, mulia dan perkasa. Ia dikenal sebagai seorang negarawan yang pandai , mempunyai ketelitian dan pandangan yang tajam.

SEBAB-SEBAB RUNTUHNYA DAULAT BANI UMAYYAH
1. Penghianatan atas diri Ali bin Abi Thalib
Dengan tipu daya dan kebijaksanaannya ia dapat memusnahkan segala rintangan yang menghadangnya dan mematahkan perlawanan kaum Kawarij dan Syi’ah. Namun ia telah melakukan kesalahan besar, yaitu dengan perbuatannya yang selalu menghina Ali bin Abi Thalib dan merendahkan derajatnya pada khutbah-khutbahnya di hadapan ummat Islam. Inilah yang menyalakan api kemarahan Syi’ah kepadanya.
2. Melanggar janji dengan Hasan bin Ali
Kesalahan yang kedua ialah pelanggaran atas janji yang ia ikrarkan kepada Hasan bin Ali yaitu bahwa pengangkatan khalifah sepeninggalannya harus diserahkan kepada ijma’ ummat islam. Janji ini telah dibatalkan dengan pengangkatan Yazid sebagai putra mahkota. Inilah yang menyebabkan terjadinya perang karbala dan terbunuhnya Husein bin Ali, peperangan yang sangat mengenaskan hati ummat Islam sehingga mereka banyak yang memihak kepada keturunan Ali bin Fatimah.
3. Ta’assub Jahihiyah
Kegemaran khalifah-khalifah terakhir Bani Umayyah, yang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain-main dengan kemewahan yang tidak terbatas, sehingga mereka kurang mengacuhkan urusan kerajaan. Hal ini yang menambah kebencian Ummat Islam kepada pemerintahan keluarga itu. Adat-istiadat istana Byzantium yang menimbulkan kerusakan batin,banyak yang mereka tiru.
4. Pengangkatan dua orang putera Mahkota
Pengangkatan dua orang putera mahkota juga sangat buruk akibatnya. Putera mahkota yang lebih dahulu menduduki singgasana khalifah, berusaha memecat saudaranya dan melantik puteranya sendiri. Hal ini menimbulkan perpecahan dalam tubuh keluarga Bani Umayyah. Kemudian khalifah yang baru membalaskan dendamnya kepada siapa saja yang membantu singgasananya. Oleh karena itu perhatian dan simpati rakyat menjadi pudar. Disaat demikian Abu Muslim muncul membawa suara baru dan janji perbaikan, dibawah bendera Bani Abbas.

Faktor-faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan menyebabkan kehancuran antara lain:
1. Sistem pergantian Khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. pengaturannya tidak jelas. ketidak jelasan sistem pergantian Khalifah ini menyebabkan teerjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa di pisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. sisa-sisa Syi'ah [para pengikut Ali] dan khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka, seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah . penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
3. Pada masa kekuasaan Bani Umayah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qais) dan Arabia Selatan (Bani Kalb)yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing.perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuam dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non-Arab), terutama di Irak dan bagian Timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatuinferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Di samping itu, golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keterunan Al-Abbas ibn Al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan syiah, dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.




BAB III
PENUTUP


• Memasuki masa kekuasaan Muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani Umayah, pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun). kekhalifahan Muawiyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi dan tipudaya, tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak.suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid. muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. dia memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interpretasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. dia menyebutkan "khalifah Allah" dalam pengertian "penguasa" yang diangkat oleh Allah.
• kekuasaan Bani Umayah berumur kurang lebih 90 tahun. Ibu kota negara dipindahkan Muawiyah dari Madinah ke Damaskus, tetapi ia berkuasa sebagai gubernur sebelumnya. khalifah-khalifah besar dinasti Bani Umayah ini adalah Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680 M), Abd Al-Malik ibn Marwan (685-705 M). Al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M), Umar ibn Abd al-Aziz (717-720 M), dan Hasyim ibn Abdul Al-Malik (724-743 M).
• Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. dizaman Muawiyah, Tunisia dapat ditaklukkan, disebelah timur, Muawiyah dapat mmenguasai daerah khurasan sampai ke sungai Oxsus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstatinopel. Ekspansi ke Timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd Al-Malik. Dia mengirim tentara menyebrangi sungai Oxsus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawariz, Ferghana, dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India. dan dpat menguasai Balukhistan, Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maltan.
• ekspansi ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman Al-Walid ibn Al-Malik. masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran, dan ketertiban. umat islam merasa hidup bahagia. pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedidi militer dari Afrika Utara menuju wilayah Barat Daya, benua Eropa, yaitu pada tahun711 M. setelah Aljazair dan Maroko dapat di tundukkan, Tariq bin Ziyad, pemimpin pasukan islam, dengan pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa, dengan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. ibukota Spanyol, Kordova, dengan cepat dapat dikuasai. menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Seville, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibukota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari masyarakat setempatyang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Di Zaman Umar ibn Abd Al-Aziz, serangan dilakukan ke prancis melalui pegunungan Piranee. serangan ini dipinpin oleh Abd Al-Rahman ibn Abdullah Al-Ghafiqi. ia mulaai dengan menyerang Bordeau, Poitiriers. darisana ia mencoba menyerang Tours. namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. disamping daerah-daerah tersebut diatas, pulau-pulau yang terdapat dilaut tengah juga jatuh ke tangan islam pada zaman Bani Umayyah ini.
• dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di Timur maupun Barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah inii, betul=betul sangan luas. daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Siria, Palestina, Jazirah Arabia, Iraq, sebagian Asia Kecil, persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kisgis di Asia Tengah.
• Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Muawiyah yang mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap serta peralatannya disepanjang jalan. dia jugaberusha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. pada masa nya, jabatan khusus seorang hakim [qadhi] mulai berkembang menjadi propesi tersendiri, Qadhi adalah seorang spesialis di bidang nya. Abd Al-Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang di pakai di daerah-daerah yang di kuasai islam. untuk itu, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan arab. khalifah Abd Al- Malik juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan abnimisrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi admistrasi pemerintahan Islam.
• keberhasilan khalifah Abd Al-Malik di ikuti oleh putranya Al-Walid ibn Abd Al-Malik[705-715 M] seorang yang berkemawan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan.dia membangun panti-panti untuk orang cacat. semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini di gaji oleh negara secara tetap. dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan, dan masjid-masjid yang megah.
• meskipun keberhasilan banyak di capai pinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negri dapat di anggap stabil. muawiyah tidak menaati isi perjanjiannya dengan Hasan ibn Ali ketika dia naik tahta, yang menyebut kan bahwa persoalan penggantian pemimpin setelah muawiah di serah kan kepada pemilihan umat Islam. deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan muncul nya gerakan-gerakan oposisi rakyat yang mengakibatkan terjadi nya perang sau-dara beberapa kali dan berkelanjutan.
• ketika yazid naik tahta, sejumlah tokoh terkemuka di madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur madinah, memintanya untuk memeksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. dengan cara ini, semua orang terpaksa tunduk, kecuali Husein ibn Ali dan Abdullah ibn Zubair. bersamaan dengan itu, Syi'ah [pengikut Ali] melakukan konsolidasi [penggabungan] kekutan kembali. perlawanan terhadab Bani Umayyah dimulai oleh Husein ibn Ali. pada tahun 680 M. ia pindah dari makkah ke Kufaha tas permintaan golongan Syi'ah yang ada di Irak. umat Islam di daerah ini tidak mengakui Yazid. mereka mengangkat Husein sebagai Khalifah. dalam pertempuran yang tidak seimbang di karbela, sebuah daerah di dekat Khufah, tentara Husein kalah dan Husein sendiri mati terbunuh. kepalanya dipenggal dan dikirim ke Damaskus, sedang tubuhnya dikubur di karbela.
• perlawanan orang-orang Syi'ah tidak padam dengan terbunuhnya Husein. Gerakan mereka bahkan menjadi lebih keras, lebih gigih, dan tersebar luas. banyak pemberontakan yang dipelopori kaum Syi'ah terjadi. yang termashur di antaranya adalah pemberontakan Mukhtar di kufah pada tahun 685-687 M. Mukhtar mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali, yaitu umat Islam bukan Arab, berasal dari persia,Armelia, dan lain-lain yang pada masa Bani Umayyah dianggap sabagai warga negara kelas dua. Mukhtar terbunuh dalam peperangan melawan gerakan oposisi lainnya, gerakan Abdullah ibn Zubair. namun,ibn Zubair juga tidak berhasil menghentikan gerakan Syi'ah
• abdullah ibn zubair membina gerakan oposisinya di makkah setelah dia menolak sumpah setia terhadap Yazid .Akan tetapi,dia baru menyatakan dirinya secara terbuka sebagai khalifah setelah Husein Ibn Ali terbunuh . Tentara Yazid kemudian mengepung Makkah . Dua pasukan bertemu dan pertempuran pun tak terhindarkan . Namun , peperangan terhenti karna Yazid wafat dan tentara Bani Umayyah kembali ke Damaskus . Gerakan Abdullah Ibn Zubair baru dapat dihancurkan pada masa ke khalifahan Abd Al-Malik . Tentara Bani Umayyah dipimpin Al-hajjaj berangkat menuju Thaif , kemudian ke Madinah ,dan akhirnya meneruskan perjalanan ke Makkah . Ka'bah diserbu.Keluarga Zubair dan
sahabatnya melarikan diri , semenara Ibn Zubair sendiri dengan gigih melakkukan perlawanan sampai akhirnya terbunuh pada tahun 73 H / 692 M.
• Selain gerakan diatas , gerakan - gerakan anarkis yang dilancarkan kelompok Khawarij dan Syi'ah juga dapat diredakan. Keberhasilan memberantas gerakan -gerakan itulah yang membuat orientasi pemerintah dinasti ini dapat diarahkan kepada pengamanan daerah - daerah kekuasaan di wilayah Timur (meliputi kota-kota disekitar Asia Tengah ) dan wilayah afrika bagian utara, bahkan membuka jalan untuk menaklukkan Spanyol.
• Hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik pada masa pemerintahan Khalifah Umar Ibn Al-Aziz (717-720M).Ketika dinobatkan sebagai khalifah, dia menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya . Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri .Meskipun masa pemerintahan nya sangat singkat , dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi'ah.Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.Pajak diperingan.Kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab.
• sepeninggal Umar ibn Abd Al-Aziz, kekusaan bani Umayyah berada di bawah khalifah Yazid ibn Abd Al- malik [720-724 M.] penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketentraman dan kedamayan, pada zamannya berubah menjadi kacau. dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis, masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid ibn Abd Al-malik .kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya, Hisyam ibn Abd Al-malik [724-743 M.] bahkan, di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang di dukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. dalam perkembangan berikutnya, kekuatan baru ini mampu menggulingkan dinasi Umayyah dan menggantikannya dengan dinasti baru, Bani Abbas. sebenarnya Hisyam ibn Abd Al-malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. akan tetapi, karena gerakan oposisi terlalu kuat khalipah tidak berdaya mematahkannya.
• sepeninggal Hisyam ibn Abd Al-malik, Khalifah-Khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. hal ini makin memperkuat golongan oposisi. akhirnya, pada tahun 750 M. daulat Umayyah digulingkan bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim Al-khurasani. marwan bin Muhammad. khalifah terakhir Bani Umayyah melarikan diri ke mesir, di tangkap dan di bunuh di sana.
• Faktor-faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan menyebabkan kehancuran antara lain:
a. sistem pergantian Khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. pengaturannya tidak jelas. ketidak jelasan sistem pergantian Khalifah ini menyebabkan teerjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
b. latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa di pisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. sisa-sisa Syi'ah [para pengikut Ali] dan khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka, seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah . penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
c. pada masa kekuasaan Bani Umayah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qais) dan Arabia Selatan (Bani Kalb)yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing.perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuam dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non-Arab), terutama di Irak dan bagian Timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatuinferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
d. lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Di samping itu, golongan agama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
e. penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keterunan Al-Abbas ibn Al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan syiah, dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.

DAFTAR PUSTAKA

Bag. Kurikulum KMI,(2005). Tarikh islam, Ponorogo:Pondok Modern Darussalam Gontor
Ma’arif, Majid(2012).Sejarah Hadis, Jakarta : Nur Al-Huda
Yatim, Badri,(2010).SEJARAH PERADABAN ISLAM,Jakarta: PT.Raja Gafindo Persada

FUNGSI PENGORGANISASIAN

October 24, 2016 Add Comment
Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan pendidikan yang bersifat makro menjadi kegiatan yang lebih kecil.Oleh karena itu,pengorganisasian daat di artikan sebagi suatu kegiatan yang membagi pekerjaan di antara individu dan kelomk serta mengkoordinasikan aktivitas mereka, agar setia individu dapat mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dalam organisasi pendidikan untuk mencaai tujuan pendidikan.Dalam fungsi pengorganisasian,kegiatan utama yang perlu dilakukan adalah pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang di miliki organisa pendidikan untuk menjalankan rencana yang telah di tetapkan serta menggapai tujuan pendidikan.
Akan tetapi, lazimnya pengorganisasian di kenal sebagai suatu peroses penyusunan struktur oraganisasi pendidikan yang sesuai dengan tujuan organisasi,sumber daya sumber daya yang dimiliki nya,dan lingkungan yang melingkupinya.Dalam pengorganisasian itu pula ada dua aspek utama yang perlu untuk diperhatikan terutama dalam peroses susunan struktur organisasi yaitu departementalisasi dan pembagian kerja (job description).Departementalisasi adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja organisasi agar kegiatan-kegiatan sejenis saling berhubungan serta dapat dikerjaan bersama.Dengan pengelompokan ini juga,subjek yang akan melakukan kegiatan akan mudah untuk menyelesaikan kegiatan tersebut secara terorganisir,teratur,dan terencana.Sedangkan pembagian kerja (job description) adalah perincian tugas pekerjaan agar setiap individu pada organisasi pendidikan bertanggun jawab dalam melaksanakan sekumpulan kegiatan.Kedua aspek ini merupakan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.
Memang pada dasarnya,pengorganisasian bisa dikatakan sebagai kegiatan mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan itu.Dari fakta substantif ini muncul beberapa pengertian organisasi,antara lain:
a.Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya yang ada.
b.Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya,dan pada tiap kelompok diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota kelompok.
c.Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi,jabatan-jabatan, tugas-tugas,dan para karyawan.
d.Cara manajer membagi tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas tersebut.
Dari deskripsi tersebut tampak bahwa pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi pendidikan dapat dicapai dengan efisien.B.Suryosubroto dalam konteks ini memberikan batasan yang sangat spesifik bahwa penorganisasian dalam organisasi pendidikan adalah keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang(guru dan personel sekolah lainnya),serta mengalokasikan sarana dan prasarana untuk menunjang tugas-tugas orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah.Dengan demikian,ada beberapa aspek penting dalam proses pengorganisasian yaitu:
a.Bagan organisasi formal.
b.Pembagian kerja.
c.Departementalisasi.
d.Rantai perintah atau kesatuan perintah.
e.Tingkat-tingkat hirarki manajemen.
f.Saluran komunikasi.
g.Rentang manajemen dan kelompok informal yang dapat dihindarkan.
Melihat fenomena dalam pengorganisasian,maka yang perlu untuk mendapat proporsionalitas yang tinggi adalah peroses pengorganisaianyang minimal terdapat tiga tahap yaitu:
a.Perincian seluruh pekerjaan yang harus dilandaskan setiap individu dalam mencapai tujuan organisasi.
b.Pembagian beban pekerjaan menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logika dapat dilaksanakan oleh setiap individu.Pembagian kerja sebaiknya tidak terlalu berat sehingga dapat diselesaikan,atau terlalu ringan sehingga ada waktu mengangur,tidak efesien dan terjadi biaya yang tidak perlu.
c.Pengadaan dan pengembangan mekanisme kerja sehingga sehingga ada koordinasi pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.Mekanisme pengkoordinasian ini akan membuat para anggota organisasi memahami tujuan organisasi dan mengurangi ketidakefisiensian dan konflik.
A. Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan erat dengan perencanaan dan merupakan suatu proses yang dinamis,sedangkan organisasi merupakan alat atau wadah yang statis.Yang harus dilakukan pengelompokan tugas-tugas,dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan,penetapan departemen-departemen serta penentuan hubungan. Melayu S.P Hasibuan (2006:118) mendefinisikan pengorganisasian sebagai suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan berbagai macam aktivitas yang diperlukan dalam mancapai tujuan.M. Manullang mengatakan organisasi sebagai sebagai proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan di lakukan, pembatasan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara usur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan.
Keith Davis mendefinisikan “Organizational behavior is the study and application of knowledge about how peopleact within organization”.Fred Luthans juga mengemukakan “Is summary, then organizational behavior is directly uncorned with the understading , prediction, and control of human behaviour in organizational”
Dalam fungsi pengorganisasin, manajer mengalokasikan keseluruhan sumber daya organisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan suatu kerangka kerja organisai tertentu.Kerangka kerja tersebut dinamakan desain organisasi.Bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan struktur organisasi.Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi tempat manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruan kerja tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan.
B. Perencanaan Organisasi
Perencanaan merupakantahap paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkumgan eksternal yang berubah secara dinamis.Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat [dugaan].Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang.Perencanaan organisasi harus aktif , dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih peserta aktif dalam dunia usaha.Pokok pembahasan dalam paper ini berfokus pada perkenalan konsep perencanaan, alasan pentignya perencanaan dalam mencapai tujuan dan bagaimana mengefektifkan perencanaan tersebut.
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa adanya perencanaan fungsi-fungsi lain pengorgannisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan dengan lancer.Rencana dapat berubah rencana informal atau rencana formal.Rencana informal adalah rencana yang tidak.
tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi.Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu.Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu.Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Tujuan perencanaan yang pertama adalah untuk memberikan pengarahan untuk anggota organisasi.Dengan rencana anggota dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.Tanpa rencana, suatu organisasi mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampang, sehingga kerja organisasi kurang efisien.Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidak pastian .Ketika seorang anggota membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh kedepan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevaluasian.Proses pengevaluasianatau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajemen tidak dapat menilai kinerja suatu organisasi.
C. Wewenang dan Organisasi
Dalam organisasi pemerintah dan lembaga tinggi negara maupun dalam kelembagaan organisasi yang lain, kedua istilah itu tersebut di atas sudah sangat familiar. Wewenang didapat oleh seseorang di dalam suatu organisasi karena jabatan nya. Sedangkan tanggung jawab adalah suatu bentuk obliges dari seseorang yang memiliki kewenangan karena jabatannya.
Kenapa wewenang dan tanggung jawab dipadakan kedudukannya.Salah satu jawabannya karena setiap keputusan atau ketetapan yang di keluarkan oleh pejabat berwenang, dapat bersifat mengikat dan si empunya kewenangan sekaligus dalam waktu bersamaan melekat sebuah tanggung jawab bahwa apa yang telah diputuskannya dapat dijamin keabsahannya secara hukum formal. Pada sisi yamg lain dapat pula menjadi acuan bagi pengambilan keputusan lebih lanjut oleh pejabat pada level dibawahnya atau bahkan sebagai dasar untuk pelaksanaan eksekusi dilapangan contoh paling mudah mengenai wewenang adalah seorang lurah menerbitkan KTP tersebut, maka pak lurah mempunyai tanggung jawab atas keabsahan KTP bersangkutan. Itulah contoh paling mudah tentang perbedaan antara wewenang dan tanggung jawab.
Dalam prakteknya sehari-hari, kejadiannya tidak selalu demikian. Adakalanya orang hanya mau wewenangnya saja karena mungkin dia berfikir dengan kewenangan yang dimiliki, dia bisa melakukan apa saja sesuai dengan kewenangannya, tanpa pernah berfikir tentang tanggung jawab. Tipe seperti ini, orang awam sering menyebutnya sewenang-wenang dan perilaku yang demikiian sering kali menjerumuskan kepada tindakan yang koruptif karena kepentingan dirinya sendiri dan tanggung jawab urusan belakangan.
Dalam situasi lain, pemegang wewenang enggan atau bahkan menolak bertanggung jawab atas tindakan yang diambil, karena kewenangan yang dimiliki diintervensi oleh kepentingan lain yang sesungguhnya jauh dari kewenangannya yang diilikinya. Manakala tejadi problem yang merugikan masyarakat luas, maka yang bersangkutan pasti tidak mau bertanggung jawab sendiri atas kejadian tersebt dan berupaya untuk menarik pihak lain ikut bertanggung jawab. Tipe yang ini juga rawan dengan perilaku koruptif. Yang paling ideal tentu bila seseorang mendapat kewenangan karena jabatannya, maka pada saat bersamaan yang bersangkutan harus berjanji dan berikrar dengan sepenuh hati bahwa di balik kewenangan tersebut melekat sebuah tanggung jawab, baik kepada dirinya sendiri, kepada keluargannya, kepa kantor/lembaga di mana seseorang bekerja, tanggung jawab kepada hukum dan etika dan tanggung jawab kepada Tuhan.
Pelajaran yang paling berharga dari topik tentang wewenang dan tanggung jawab ini ada beberapa catatan yang patut kita hayati bersama.
1. Kalau dilakukan pembobotan, wewenang sesungguhnyalebih ringan bobotnya dari pada tanggung jawab karena seseorang memiliki naluri gemar akan kekuasaan atau kewenangan, tetapi begitu kewenangan dikaitkan dengan soal tanggung jawab, maka paling tidak hati kecilnya akan mengatakan berat ats wewenang yang dimilikinya, padahal sejatinya yang membuat berat itu adalah tanggung jawab, bukan kewenangannya.
2. Dewasa ini di bidang perpolotikan di negeri ini yang dikejar seseorang adalah kekuasaan dan kewenangan. Ketika kekuasaan telah diraihnya, soal yang berhubungan dengan tanggung jawab tidak pernah terpikirkan atau bahkan diungkapkan sebagai suatu niat yang tulus. Inilah salah satu penyebab kenapa perilaku koruptif tumbuh dan virusnya menyebar kemana-mana.
3. Mengemban kewenagan saja barangkali hanya membutuhkan kecakapan dan ketrampilan akademis saja, tetapi begitu wewenang dipadakan dengan tanggung jawab, maka kecakaoan dan ketrampilan akademis saja tidak cukup dan mesti dilengkapi dengan kecakapan dan ketrampilan di bidang etika moral, bidang agama dan kepercayaan , bidang hukum dan filsafat yang pendek kata dapat memberikan bekal bagi pemangku kewenangan lebih hati-hati dan bijaksana dalam pola pikir dan pola tindaknya. Ada semacam katup pengaman bagi para pemangku kewenangan dalam menjalankan tugasnya.
4. Diklat bagi para pemangku kewenangan barangkali perlu dirancang modul secara khusus untuk mendidik dan mempersiapkan para calon pemangku kewenangan bagaimana cara memikul dan merespon tanggung jawab (dalam teori dan praktek), bukan hanya cara melaksanakan kewenangan saja. Diklat semacam ini tidak cukup sekali dilaksanakan tetapi harus berulang kali Karena fungsinya sebagai charger.
5. Sikap yang paling baik dan pendidikan yang palig baik bagi kita semua adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menjadi insane yang bertanggung jawab apapun keenangan yang dimilikinya, sebab kalau tidak kita tidak hanya akan menyandang gelar orang yang tidak bertanggung jawab alias munafik. Bertanggung jawab kepada sesame dan bertanggung jawab kepada Tuhan.

Makalah tentang Peminisme

October 24, 2016 Add Comment
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang , puji syukur kami panjatkan ke hadirat allah swt, yang telah melimpahkan rahmad , hidayah , dan inayah-nya kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ Peminisme ”.
Penyusun makalah semaksimal mukin kami upayakan dan di dukung bantuan berpakai pihak , sehingga dapat memperlancarkan dalam penyusunan .
Namun tidak lepas dari semua itu , kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangaan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya . oleh karena itu , dengan lapang dada kami membuka selebaran – lebaranya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini .
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Meninjau ke belakang bagaimana latar belakang sejarah penidnasan dan ketidakadilan yang dialami oleh kaum perempuan. Pada kenyataannya yang namanya hak tidak diakui yakni hak mereka sebagai manusia yang ingin sejajar dengan laki-laki. Secara histori pergerakan feminnisme berkembang secara bertahap.
Awal munculnya gerakan ini di dataran Eropa. Namun sayangnya di tempat munculnya gerakan ini tidak mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hingga pada akhirnya feminisme tiba di tanah Amerika, yang kemudian terjadi perkembangan yang luar biasa. Mulailah adanya pengkuan terhadap hak kaum perempuan, mereka mendapatkan hak pilih, serta ikut berperan dalam pendidikan.
Sebagai manusia haruslah timbul suatu kesadaan akan pentingnya persamaan hak antara perempuan dan laki-laki.
Timbulya kesadaran bahwa kita mempunyai hak yang sama. Dan dengan mengamati perjuangan pergerakan feminisme pada zaman dulu, bermula dari suatu kesadaran akan ketidakadilan.
Dalam makalah ini akan membahas hal yang menjadi persoalan tentang pengertian apa itu yang dimaksud dengan feminisme, bagaimana pergerakan feminisme yang ada di Indonesia, serta ragam teori-teori aliran feminisme.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian feminisme ?
2. Kelompok feminisme secara garis besar ?
3. Organisasi feminisme di indonesia ?

1.3 TUJUAN MASALAH
1. Untuk mengetahui pengertian feminisme.
2. Untuk mengetahui kelompok feminisme secara garis besar.
3. Untuk mengetahui organisme feminesme di indonesia.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian feminesme
Feminism adalah gerakan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria. Tujuan feminisme untuk memajukan secara politis dan ekonomi dalam pengertian khusus pemilihan suatu sifat kewanitaan yang agak menonjol.[2] Istilah feminisme munurut pandangan Wolf adalah feminisme sebagai suatu hal yang mengungkapkan harga diri pribadi dan harga diri semua perempuan. Istiah “feminism” bagi Wolf harus diartian dengan “menjadi manusia”. Pada peahaman yang demikain maka perempuan akan percaya pada diri mereka sendiri.
Sedangkan Budianto mengartikan feminisme suatu kritik ideologu terhadap cara pandang yang mengabaikan masalah ketimpangan dan ketidakadilan dalam pemberian peran dan identitas sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Istilah feminisme dalam penelitian berarti kesadaran akan adanya ketiakadilan jender yang menimpa perempuan., baik dalam keluarga atau pun masyarakat. Feminisme identik dengan emansipasi, dimana emansipasi ialah perjuangan untuk pembebasan dari perbudakan yang sesungguhya dan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Yang pada intinya arti feminisme dan emansipasi dalam ilmu penelitian kajiannya lebih luas. Dengan demikian emansipasi tidak mutlak sebagai persamaan hak perempuan.
Jika emansipasi dikaitkan dengan perempuan emansipasi lebih cenderung pada penekanan partisipasi tanpa mempersoalkan jender. Permpuan dalam dalam pandangan femininsme mempunyai aktivitas tersendiri untuk memperjuangkan hak dan kepentingan tersebut serta dalam menuntut hak sebagai nanusia secara utuh.





3

2.2 Kelompok feminisme secara garis besar
Latar belakang munculnya feminisme dipengaruhi oleh arus-arus pemikian teori. Yang pertama adalah teori sruktural fungsional yang meyakini adanya pembagian peran agar timbul keharmonisan. Teori yang ke dua adalah teori konflik sosial pada dasarnya teori ini muncul untuk menentang struktural fungsional. Teori ini menyatakan adanya pembagian peran untuk mencapai keharmonisan . Dan menyatakan bahwa struktur sosial perlu adanya pembagian peran serta aktifitas.
Setiap individu bebas berekspresi untuk mencapai keinginan. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang bebas. Tetapi bebas di sini bukan dalam arti sebebas-bebasnya, karena manusia juga makhluk yang berakal dan hakikat manusia juga sebagai makhluk yang beragama. Peran agama di sini akan menjadi aturan-aturan, serta morma dalam berekspresi. Teori ini meyakini adanya realita konflik dalam sosial ketika sumber daya terbatas. Teori ini didukung dengan adanya gerakan feminisme diAmerika tahun 1960an. Gerakan ini sebagai tindakan dari bagian radikal cultur yakni civil right dan kebebasan seksual “Sexsual Liberation”. Ragam feminisme[4] dibagi menjadi:
1. Feminisme liberal muncul pada abad 18. Saat berkembangnya masa-masa pencerahan. Tokoh-tokoh yang terkenal pada era ini adalah Margarret Fuller (1810-1850), Hariet Marteniau (1802-1876), Angila Grimke (1792-1873), Orang-orang ini mengkritik aliran politik liberal yang tertuju pada otonomi, persamaan, nilai moral, kebebasan individu, tapi masih saja melakukan tindakan yang mendiskriminasi perempuan.
2. Feminisme Marxis dan sosialis muncul karena tidak adanya kepuasan dengan gagasan feminisme Marxis. Atas kecenderungan Marxis yang menyatakan bahwa penindasan terhadap perempuan jauh di bawah pentingnya penekanan untuk kerja. Perempuan berperan aktif dalam produksi. Oleh karena itu penindasan perempuan adalah bagian dari eksploitasi kelas dalam produksi. Feminisme sosial menegaskan bahwa penyebab
3. Feminisme radikal, tidak jauh dengan feminisme sosial, namun ada perbedaan dalam bentuk tindakan diskriminasi perempuan.
4
2.3 Organisasi feminisme di indonesia
Gerakan feminisme di Indonesia muncul sekitar abad 18-19 M. Tokoh feminisme di Indonesia abad ke-19 R.A. Kartini karena dipengaruhi oleh politik etis, sadar akan kaumnya masih terbelakang dan terkukung dalam budaya feodalis. Ia lahir di Jepara tahun 1870, ia merupakan anak ke-2 dari bupati Jepara. Bermula dari kebiasaannya menulis. Sering kali Ia menulis sebuah surat yang berisikan amarah yang selama ini mengengkang kebebasannya dan menghalangi emansipasi rakyat jawa, kaum perempuan khususnya. Inti dari gerakan Kartini ialah untuk pengarahan, pengajaran agar anak-anak perempuan mendapatkan pendidikan Selain Kartini pada generasi berikutnya muncul pahlawan emansipasi lainnya seperti Dewi Sartika berasal dari Priangan Jawa Barat, Rohana Kudus Sumatera Barat.[6]
Semakin lama tumbuhlah kesadaran akan emansipasi kaum perempuan. Akhirnya dibentuk sebuah wadah dalam bentuk organisasi. Organisasi dibentuk guna kepentingan kaum perempuan untuk memperjuangkan perempuan dalam perkawinan mempertinggi kecakapan dan pemahaman ibu sebagai pengatur dan pengontrol dalam rumah tangga. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memperluas lapangan pekerjan, memperbaiki pendididkan dan mepertinggi kecakapan. Namun sayangnya oganisasi pada masa itu yang di nilai bertentangan dengan orde baru dibubarkan. Selanjutnya Soeharto menciptakan organisasi yag berbasis “ibuisme” dan pada 1 Oktober 1965 di mulailah rezim pemerintahan orde baru.
Pada abad ke 20 muncullah organisasi perempuan secara formal. Seperti Putri Mardika tahun 1912 di Jakarta. Organisasi ini dibentuk bertujuan untuk memajukan pendidikan bagi perempuan serta berusaha membiasakan perempuan untuk tampil di depan umum dengan tanpa rasa takut. Kemudian muncul organisasi perempuan di Tasik 1913, Sumedang dan Cianjur 1916, Ciamis 1917.. Organisasi ini di bentuk bertujuan menyediakan sekolah khusus bagi perempuan yang bernama Kartini di Jakarta, kemudian didirikan lagi di Madiun, Malang, Cirebon, Pekalongan, Indramayu dan Rembang. Namun sekolah ini kebanyakan diikuti oleh para kaum bangsawan.
Organisasi perempuan yang bergaris agama muncul pada tahun 1920. Di Yogyakarta ada Aisyiyah sebuah organisasi perempaun dibentuk dalam rangka pemberharuan Muhamdiyah yang bediri tahun 1917. Dan juga pada tahun 1925 berdiri Serikat Putri Islam.
5
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada intinya feminisme berakar dari sebuah kesadran yang timbul sebagai akibat dari penindasan yang dialami kuam perempuan. Mulai dari sebuah perjuangan menuntut akan hak yang seharusnya mereka terima, yakni di perlakukan secara kodrati sebagai wanita.
Keperacayaan pada zaman dulu yang memenadang bahwa seorang laki-laki yang berkedudukan lebih tiggi dari perempuan bebas melakukan intimidasi sekarang mulai terhapuskan. Dengan adanya feminisme kaum wanita lebih terangkat harkat dan martabat mereka. Garakan feminisme memberikan sebuah pengaruh besar pada kemajuan wanita. Wanita sekarang mempunyai hak yang sama degan laki-laki dalam berbagai bidang, pendidikan, ekonomi dan juga status sosial mereka lebih diakui.

3.2 Saran
Materi mengenai feminisme ini di harapkan akan lebih di mengerti karena di sertai pemahaman mengenai bagaimana pengertian feminisme dapat di pelajari sendiri dengan makalah yang sudah di buat. Penulis juga meminta keritik dan saran untuk membagun makalah ini menjadi lebih mudah di mengerti bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
Ansori, Dadang S. 1997. Membincangkan Feminisme. Bandung: Pustaka Hidayah.
Diniah, Hikmah. 2007. Gerwani Bukan PKI. Yogyakarta:Carasvati.
Sururi, Ahmad. 2007. Ekofeminisme dan Lingkungan Hidup Dalam Pandangan Van Dana Siva.
Poerwadaminta WJ.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:PN balai pustaka.
Sofia,Adib.2009. Aplikasi Kritikan Sastra Feminisme. Yogyakarta;Citra Pustaka.

MAKALAH PROFESI KEGURUAN “Pengertian dan Syarat-syarat Profesi”

October 20, 2016 Add Comment
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam percakapan sehari-hari sering terdengar istilah profesi atau profesional. Seseorang mengatakan bahwa profesinya sebagai seorang dokter, yang lain mengatakan bahwa profesinya sebagai arsitek, atau ada juga sebagai pengacara, guru, malah juga yang mengatakan profesinya pedagang, penyanyi, petinju, penari, dan lain sebagainya.
Kalau diamati dengan cermat bermacam-macam profesi diatas, belum dapat dilihat dengan jelas apa yang merupakan kriteria bagi suatu pekerjaan sehingga dapat disebut suatu profesi itu. Kriterianya dapat bergerak dari segi pendidikan formal yang diperlukan seseorang untuk mendapatkan suatu profesi. Dokter dan arsitek harus melalui pendidikan tinggi yang cukup lama dan menjalankan pelatihan berupa pemagangan yang juga memakan waktu yang cukup lama, sementara itu untuk menjadi pedagang atau petinju mungkin tidak diperlukan pendidikan tinggi, maka dari itu didalam makalah ini akan dicoba membahas apa sebenarnya profesi itu.

B. Rumusan Masalah
• Apa itu Profesi?
• Apa saja syarat-syarat Profesi Keguruan?
• Bagaimana perkembangan Profesi Keguruan di Indonesia?

C. Tujuan Penulisan
• Untuk mengetahui pengertian dari Profesi
• Untuk mengetahui apa saja syarat-syarat Profesi Keguruan
• Untuk mengetahui perkembangan Profesi Keguruan di Indonesia


1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Profesi
Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian Profesi dibawah ini:
a. Melayani masyarakat, merupakan kriteria yang akan dilaksanakan sepanjang hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan)
b. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak setiap orang dapat melakukannya)
c. Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek (Teori baru dikembangkan dari hasil penelitian)
d. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
e. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dank lien dengan penekanan terhadap layanan yang akan diberikan.

Tidak jauh berbeda dengan ciri-ciri diatas, Sanusi at al (1991) mengutarakan ciri-ciri utama suatu profesi itu sebagai berikut:
a. Suatu jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu
b. Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yangcukup lama
c. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan (crusial)

Kalau kita pakai acuan ini maka jabatan pedagang, penyanyi, dan penari yang kita sebut pada bagian pertama jelas bukan profesi. Tapi yang akan kita bahas selanjutnya adalah jabatan guru, apakah jabatan guru telah dapat disebut sebagai suatu profesi?


2
B. Syarat-syarat Profesi Keguruan
Khusus untuk jabatan guru, sebenarnya juga sudah ada yang mencoba menyusun kriterianya. Misalnya National Education Association (NEA) (1948) menyatakan kriteria berikut:
a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual
b. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus
c. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama
d. Jabatan yang memerlukan “latihan dalam jabatan” yang bersinambungan.
e. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen
f. Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi

Apakah semua kriteria ini dapat dipenuhi oleh jabatan mengajar atau oleh guru? Mari kita lihat satu persatu.
a. Jabatan yang melibatkan Kegiatan Intelektual
Jelas sekali bahwa jabatan guru memenuhi kriteria ini, karena mengajar melibatkan upaya-upaya yang sifatnya sangat didominasi kegiatan intelektual. Kegiatan yang dilakukan oleh anggota profesi ini adalah dasar dari semua kegiatan profesional lainnya. Oleh karena itu mengajar seringkali disebut sebagai ibu dari segala profesi (Stinnett dan Huggett, 1963.)

b. Jabatan yang menggeluti batang tubuh ilmu yang khusus
Anggota-anggota suatu profesi menguasai bidang ilmu yang membangun keahlian mereka dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan (misalnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang membuka praktek dokter).




3
c. Jabatan yang memerlukan persiapan Profesional yang lama
Yang membedakan jabatan Profesional dengan non-Profesional antara lain
adalah dalam penyelesaian pendidikan melalui kurikulum, yaitu ada yang diatur universitas/institut atau melalu pengalaman praktek dan pemagangan.
Anggota kelompok guru dan yang berwenang didepartemen pendidikan dan kebudayaan berpendapat bahwa persiapan profesional yang cukup lama amat perlu untuk mendidik guru yang berwenang. Konsep ini menjelaskan keharusan memenuhi kurikulum perguruan tinggi, yang terdiri dari pendidikan umum, profesional dan khusus, sekurang-kurangnya 4 tahun bagi guru pemula (S1 di LPTK), atau pendidikan persiapan profesional di LPTK paling kurang selama setahun setelah mendapat gelar akademik S1 di perguruan tinggi non-LPTK.

d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang sinambung
Jabatan guru cenderung menunjukkan bukti yang kuat sebagai jabatan profesional, sebab hampir tiap tahun guru melakukan berbagai kegiatan latihan profesional, baik yang mendapatkan penghargaan kredit maupun tanpa kredit. Pada saat sekarang bermacam-macam pendidikan profesional tambahan diikuti guru-guru dalam menyetarakan dirinya dengan kualifikasi yang telah ditetapkan. (penyetaraan D-II untuk guru-guru SD, dan penyetaraan D-III untuk guru-guru SLTP, baik melalui tatap muka di LPTK tertentu maupun lewat pendidikan jarak jauh yang dikoordinasikan Universitas Terbuka). Kriteria ini dapat dipenuhi bagi jabatan guru di Indonesia.

e. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen
Diluar negeri barangkali syarat jabatan guru sebagai karier permanen merupakan titik yang paling lemah dalam menuntut bahwa mengajar
4
adalah jabatan professional. Banyak guru yang pindah kerja ke bidang lain yang lebih banyak menjanjikan bayaran yang lebih tinggi. Untunglah di Indonesia tidak begitu banyak guru yang pindah ke bidang lain, walaupun bukan berarti bahwa jabatan guru di Indonesia mempunyai pendapatan yang tinggi, tetapi mungkin karena lapangan kerja dan sistem pindah jabatan yang agak sulit. Dengan demikian kriteria ini dapat dipenuhi oleh jabatan guru di Indonesia.

f. Jabatan yang mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi
Jabatan mengajar adalah jabatan yang mempunyai nilai sosial yang tinggi, tidak perlu diragukan lagi. Guru yang baik akan sangat berperan dalam mempengaruhi kehidupan yang lebih baik dari warga negara masa depan.
Jabatan guru telah terkenal secara universal sebagai suatu jabatan yang anggotanya termotivasi oleh keinginan untuk membantu orang lain, bukan disebabkan oleh keuntungan ekonomi atau keuangan. Kebanyakan guru memilih jabatan ini berdasarkan apa yang dianggap baik oleh mereka yakni mendapatkan kepuasan rohaniah ketimbang kepuasan ekonomi atau lahiriah, namun tidak berarti bahwa guru harus dibayar lebih rendah dan juga tidak mengharapkan akan cepat kaya. Oleh sebab itu tidak perlu diragukan lagi bahwa persyaratan ketujuh ini dapat dipenuhi dengan baik.

Berdasarkan analisis ini tampaknya jabatan guru belum sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai suatu profesi yang utuh, dan bahkan banyak orang berpendapat bahwa guru hanya jabatan semiprofessional atau profesi yang baru muncul (emerging profession) karena belum semua ciri-ciri diatas dapat terpenuhi.
Menurut Amitai Etzioni (1969) guru adalah jabatan semiprofessional disebabkan oleh:


5

“… the training [of teachers] is shorters, their status less legitimated [low or moderate], their right to privileged communication less established; theirs is less of a specialized knowledge, and they have less autonomy from supervision or societal control than ‘the professions’…”

Selanjutnya Robert B. Howsam et al (1976), menulis bahwa guru harus dilihat sebagai profesi yang baru muncul, dan karena itu mempunyai status yang lebih tinggi dari jabatan semiprofessional, malahan mendekati status jabatan profesi penuh. Sebagian orang cenderung menyatakan guru sebagai suatu profesi, dan sebagian lagi tidak mengakuinya. Oleh sebab itu, dapat dikatakan jabatan guru sebagian tapi bukan seluruhnya, adalah jabatan profesional yang sedang bergerak kearah itu. Di Indonesia kita mulai merasakan kearah itu misalnya dengan adanya peraturan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa yang boleh menjadi guru hanya yang mempunyai akta mengajar yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

C. Perkembangan Profesi Keguruan
Kalau kita ikuti perkembangan Profesi Keguruan di Indonesia, jelas bahwa pada mulanya guru-guru Indonesia diangkat dari orang-orang yang tidak berpendidikan khusus untuk memangku jabatan guru. Dalam bukunya Sejarah Pendidikan Indonesia, Nasution (1987) secara jelas melukiskan sejarah pendidikan di Indonesia terutama dalam zaman colonial Belanda, termasuk juga sejarah profesi keguruan. Guru-guru yang pada mulanya diangkat dari orang-orang yang tidak dididik secara khusus menjadi guru, secara berangsur-angsur dilengkapi dan ditambah dengan guru-guru yang lulus dari sekolah guru (Kweekschool) yang pertama kali didirikan di Solo tahun 1852.


6
Karena kebutuhan guru yang mendesak maka pemerintah Hindia Belanda mengangkat lima macam guru, yakni:
(1) guru lulusan sekolah guru yang dianggap sebagai guru yang berwenang penuh. (2) guru yang bukan lulusan sekolah guru, tetapi lulus ujian yang diadakan untuk menjadi guru. (3) guru bantu, yakni yang lulus ujian guru bantu. (4) guru yang dimagangkan kepada seorang guru senior, yang merupakan calon guru. (5) guru yang diangkat karena keadaan yang amat mendesak yang berasal dari warga yang pernah mengecap pendidikan.

Walaupun jabatan guru tidak harus disebut sebagai jabatan profesional penuh, statusnya mulai membaik. Di Indonesia telah ada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang mewadahi persatuan guru, dan juga mempunyai perwakilan di DPR/MPR.


7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat pemakalah simpulkan bahwa Profesi adalah jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu dari seseorang, dan keahlian ini tidak semua orang dapat menjangkau dan melakukannya.
Guru tidak dapat dikatakan sebagai profesi, melainkan guru lebih tepatnya disebut sebagai semiprofesional, karena orang yang disebut profesional memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, sedangkan guru tidak memenuhi salah satu syarat-syarat tersebut sehingga ia tidak bisa dikatakan sebagai profesional.


8
DAFTAR PUSTAKA

Bolla, John I.. 1984. Supervisi Klinis, Jakarta: Depdikbud.
Depdikbud RI. 1976. Kurikulum Sekolah 1975, Garis-garis Besar Program
Pengajaran. Buku III D, Pedoman Administrasi dan Supervisi. Jakarta: Balai Pustaka.
Harris, Ben M.. 1975. Supervisory Behavior in Education. New Jersey:
Prentice Hall, Inc.
Udai Pareek. 1981. Beyond Management. New Delhi: Mohan Primlani,
Oxford & IBH Publishing Co.
https://go.oclasrv.com/afu.php?zoneid=1401929