loading...

Ulumul Hadits Dan Sejarah Penghimpunanya

April 13, 2013
Ulumul Hadits Dan Sejarah Penghimpunanya

A. Pengertian
Ulum yang berarti ilmu, sedangkan Hadits yang berarti sifat, perilaku, perkataan, perbuatan Rosulullah, jadi Ulumul Hadits adalah ilmu yang mempelajari tentang semua aspek yang ada dalam Rosulullah yaitu perilaku, perkataan, perbuatan dan semua yang ada dalam diri Rosulullah, selain itu ada dua pengertian hadits:
1. Secara Etimologis.
2. Termonologis.
Secara Etimologis kata hadits berasal dari akar kata :


Hadits dari akar kata diatas memiliki beberapa makna antara lain
1. (Al Jiddah) baru dalam arti sesuatu yang ada setelah tidak ada atau sesuatu yang wujud setelah tidak ada lawan kata Al-Qadim = terdahulu
Misal : = alam baru, alam maksudnya segala sesuatu selain Allah, baru berarti diciptakan setelah tidak ada makna etimologi ini mempunyai konteks teologis, bahwa segala kalam selain kalam Allah bersifat hadits (baru) sedangkan Allah bersifat Qadim (terdahulu)
2. (ath-thari) = lunak, lembut dan baru.
Misalnya : = pemuda laki-laki Ibnu Faris mengatakan bahwa hadits dari kata ini kerena berita atau kalam ini datang secara silih berganti bagaikan perkembangan usia yang silih berganti dari masa kemasa.
3. (Al-Khabar) berita pembicaran dan perkataan yang diungkapkan oleh para parawi yang menyampaikan periwayatan jika tersambung sunadnya selalu gunakan ungkapan = beritakan kepada kami atau sesamanya seperti mengkabarkan pada kami dan menciptakan kepada kami, hadits disini diartikan sama dengan Al-Kabar dan Al-Naba, dalam Al-Qur’an banyak sekali kata hadits. Disebutkan dalam Al-Qur’an kurang lebih mencapai 27 tempat termasuk dalam bentuk jamak, seperti Surah Annisa (4):77



“Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun.”

Maka etimologis ketiga di atas lebih tepat dalam konteks istilah ulumul hadits nanti, karena yang dimaksud hadits disini adalah berita yang dating daru nabi, sedang makna pertama dalam konteks teologis bukkan konteks ilmu hadits.

Manfaat Mempelajari Ilmu Hadits

a. Mengetahui istilah-istilah disepakati ulama hadits dalam penilaian penelitian hadits, dan dapat mengenali mana hadits dan yang bukan.
b. Mengetahui kaidah-kaidah yang disepakati para ulama dalam menilai menyaring (filterisasi) dan mengklasifikasikan kedalam beberapa macam, baik dari segi kuantitas maupun kualitas sanad dan macam hadits sehingga dapat menyimpulkan mana hadits yang diterima dan mana yang ditolak.
c. Mengetahui usaha-usaha dan jerih payah para ulama dalam menerima dan menyampaikan periwayatan hadits, kemudian menghimpun dan mengkomodifikasikan kedalam berbagai kitab hadits
d. Mengenal tokoh-tokoh ilmu hadits baik Dirayah maupun Riwayah yang punya peran penting dalam perkembangan pemeliharaan hadits sebagai sumber Syari’ah Islamiyah sehingga hadits terpelihara dari pemalsuan tangan-tangan kotor yang tidak bertanggung jawab.


Enam Model Pembagian Hadits


1. Hadits dari segi sanad (rangkaian rawi) dan mata (materi atau susunan kata-kata hadits) terbagi dua bagian:
- Hadits riwayah, yaitu yang membicarakan hal yang disandarkan atau diberitakan dari Nabi (kata, pembuatan, dsb)
- Hadits dirayah, untuk ketahui peri keadaan sanad atau rawi, matan hadits, sifat rawi, cara menerima/menyampaikan hadits, berdasarkan banyaknya parawi, juga terbagi dua bagian:
• Hadits mutawatir: Rawi atau sanadnya banyak sehingga dianggap mustahil sepakat berdusta atas Nabi Muhammad SAW.
• Hadits ahad: Rawinya satu atau dua orang.
2. Hadits dari segi sifat atau kualitas, terbagi atas dua bagian:
- Hadits Maqbul, yang dapat diterima sebagai pedoman dan untuk menjadi hujah guna menetapkan, misal hukum halal-haram atas sesuatu dan rawinya memenuhi syarat, hadits ini ada dua macam :
• Hadits Shahih diriwayatkan oleh parawi yang adil, tak cacat sifat pribadinya dan daya ingatnya dan sanadnya tak terputus sehingga dapat ditelusuri.
• Hadits Hasan (“satu kelas” dibawah hadits sahih) pada sanadnya yang tak terputus tak seorang pun tertuduh dusta.
- Hadits Mardud, yang tak dapat diterima sebagai pedoman terdiri atas dua jenis:
• Hadits Dha’if (hadits yang kurang memenuhi syarat hadits Hasan apalagi hadits shahih)
• Hadits Mawadhu (hadits palsu yang dikarang oleh pendusta atas nama Nabi)


3. Hadits ditinjau dari segi sampainya kepada Nabi, sahabat dan tabi’in ada 3 macam:
- Hadits Marfu = Hadits yang disandarkan langsung kepada Nabi tanpa menyebut rawinya.
- Hadits Mawquf = Hadits yang materi beritanya hanya berhenti pada apa yang dikatakan atau diperbuat oleh sahabat.
- Hadits Maqtu = Hadits yang materi beritanya hanya disandar pada Tabi’in atau Tabi’it-Tabi’in
4. Hadits ditilik dari bersambung tidaknya sanad
- Hadits Muttashil: hadits yang hubungan sanadnya sampai ke Nabi atau berhenti hingga sahabat, dengan sanad tak terputus.
- Hadits Mawshul: Hadits yang berhubungan sanadnya kepada Nabi atau sahabat.
- Hadits Musnad: Hadits yang bersambung sanadnya sampai ke Nabi atau tidak, dari parawinya.
5. Hadits dilihat dari sifat-sifat sanad dan cara menyampaikanya terbagi enam macam:
- Hadits Musasal: Hadits yang dinyatakan sanadnya atau rawinya dengan suatu cara, sifat dan keadaan.
- Hadits Mu’an’an: Hadits yang diriwayatkan dengan cara dimana parawinya gunakan lafal’an (dari).
- Hadits Mu’annan: Hadits yang diriwayatkan dengan memakai kata-kata “anna”.
- Hadits Ali : Hadits yang sedikit sanadnya
- Hadits Nazal: Hadits yang banyak sanadnya 10-11 orang.
- Hadits Mudabbal: Hadits yang diriwayatkan oleh dua orang sahabat satunya dengan orang lain atau perantara.




Cabang-Cabang Ilmu Hadits

Banyak sekali cabang Ilmu Hadits, para ulama menghitung secara beragam, Ibnu-Shalah menghitung 65 cabang, bahkan ada yang menghitung hanya 10 hingga 6 cabang tergantung kepentingan penghitung itu sendiri, ada yang menghitung secara terperinci, ada pula yang secara global saja, jika dihitung 6 cabang adalah ilmu Tarikh Arrawah, ilmu Al-Jarhwa At-Thadil, ilmu Al-Hadits, ilmu Mukhtalif Al- Hadits Al Musykilafuh, Ilmu Masik Mansukh dan Ilmu Ilal Al-Hadits.
Cabang-cabang ilmu hadits yang terpenting baik dilihat dari segi sanad atau matan dapat dibagi jadi beberapa macam yaitu:
a) Ilmu lijal Al-Hadits
b) Ilmu Al-Jarh Wa At-Ta’dil
c) Ilmu Ilal Al-Hadits
d) Ilmu Gharib Al-Hadist
e) Ilmu Mukhtalif Al- Hadist


Sejarah Penghimpunannya

Dalam sejarah penghimpunanya dan kodifikasi hadits mengalami perkembangan yang agak lamban dan bertahap dibandingkan perkembangan kodifikasi Al-Qur’an, hal ini wajar saja sejak zaman Nabi sudah tercatat seluruhnya sekalipun sangat sederhana dan mulai dibukukan pada masa Abu Bakar Kalifah pertama dari Kulufaur Rasidin sekalipun dalam penyempurnaannya dilakukan pada masa Utsman bin Affan yang disebut dengan tulisan Utsmanisedangkan penulusan hadits pada masa Nabi secara umum justru dilarang masa pembukuannya pun terlambat sampai pada masa abad kedua hijriah yang mengalami kejayaan pada abad ketiga hijriah, akan tetapi hadits sangat sulit sekali untuk dihimpun atau dibukukan itu terasa pada saat Nabi Muhammad:
Yaitu: pada umumnya hadits itu diingat dan dihafal, mereka sebenarnya ingin membukuanya tetapi kondisi sangat tidak memungkinkan, kemampuan tulis menulis bagi para sahabat sangat langka, kemampuan mengingat orang-orang arab dikenal bersifat ummi (tak mengenal baca tulis).

Perkembangan Penghimpunan Hadits Dibagi Atas 5 Kelompok Periode
• Periode Nabi Muhammad (13 H-11H)
Nabi dangan tugas yang sangat suci yang dilakukan dengan cara dakwah menyampaikan dan mengajarkan risalah Islam pada umatnya, Nabi sebagai sumber hadits menjadi figure sentral yang mendapat perhatian segala sahabat, segala aktivitas beliau seperti: perkataan, parbuatan, dan segala keputusan beliau diingat dan disampaikan kepada sahabat lain yang tidak ikut menyaksikan.
Ajaj Al-Khatib menjelaskan bahwa proses terjadinya hadits ada 3 dari berbagai sisi:
- Terjadi pada Nabi sendiri kemudian dijelaskan hukumnya kepada sahabat dan disampaika kepada lainnya.
- Terjadi pada sahabat atau kaum muslimin karena mengalami suatu problem kemudian bertanya kepada Rasulullah.
- Segala amal perbuatan dan tindakan Nabi dalam melaksanakan Syari’ah islamiah baik menyangkut ibadah dan akhlak yang disaksikan para sahabat kemudian mereka menyampaikan kepada tabi’in.

• Periode Sahabat
Karena terjadi banyak problem diantaranya kaum murtad kekhawatiran Umar bin Khatab dalam pembukuan hadits adalah Tassabbun/menyerupai dengan ahli kitab yakni yahidi dan nasrani yang meninggalkan kitab Allah dan menggantikan dengan kalam mereka dan menempatkan biografi para Nabi mereka dalam kitab Tuhan mereka, Umar khawatir umat Islam meninggalkan Al-Qur’an dan hanya membaca hadits, jadi Abu Bakar dan Umar tidak berarti melarang mengkodifikasikan untuk itu.
Pada masa Ali timbul perpecahan diantara kalangan Umat Islam akibat konflik politik antara pendukung Ali dan Mu’awiyah umat Islam terpecah jadi 3 golongan:
- Khawarij : Golongan pemberontak yang tidak setuju dengan perdamaian.
- Syah : Pendukung setia terhadap Ali, diantara mereka fanatik dan terjadi pengkultusan terhadap Ali.
- Jumhur Muslimin : Diantara mereka ada yang mendukung pemerintahan Ali ada yang mendukung Mu’awiyah dan ada pula yang netral tidak mau melibatkan diri dalam kancah konflik.

Akibat perpecahan ini tidak segan-segan membuat hadits palsu (mawdhu) untuk mengklaim bahwa dirinya yang paling benar diantara golongan dan partai diatas, dan untuk dapat dukungan dari umat Islam, ulama tidak tinggal diam menghadapi pemalsuan hadits diatas, mereka berusaha juga kemurnian dengan serius, dengan mengadakan perlawanan keberbagai umat Islam.

• Periode Tabi’in
Pada masa abad ini disebut masa pengkodifikasian Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-101 H) yakni yang hidup pada akhir abad 1 H menganggap perlu adanya penghimpunan dan pembukuan hadits karena beliau khawatir lenyapnya ajaran Nabi setelah wafatnya para ulama, baik dikalangan sahabat maupun tabi’in, maka beliau menstruksikan kepada Gubenur diseluruh wilayah negeri Islam agar para ulam dan ahli ilmu penghimpun dan membukukan hadits.


Lihatlah hadits Rasulullah dan kemudian himpunlah ia demikian juga surat khalifah yang dikirim kepada Ibnu Hazm (W-117 H)



Tulislah kepadaku apa yang tetap padamu dari pada hadits Rasulullah sesungguhnya aku khawatir hilangnya ilmu dan wafatnya para ulama.

Tidak diketahui secara pasti siapa diantaranya ulama yang lebih dahulu dalam melaksanakan intruksi khalifah tsb, sebagian pendapat mengatakan Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm, sebagaimana bunyi teks diatas, pendapat lain mangatakan Ar-Rabibin Rahim Said bin Arubah dan Muhammad bin Muslim bin Asy-syhab Az-zahri, dan yang paling popular adalah Muhammad bin Muslim bin Asy-syhab Az-zahri.

• Periode Tabi’it Tabi’in
Artinya perode pengikut tabi’in yakni pada abad 14 H, yang disebut ulama dahulu/salaf/mutaqaddimin, sedangkan ulama pada berikutnya abad ke 4H dan setelahnya disebut ulama belakang khalaf/mutakharirin pada abad ke 3 H disebut kejayaan sunnah (Minlushur Al-Izdihar) atau masa keemasan (min al-ushutadz-dzanabiyah) maka lahirlah 6 buku induk hadits diantaranya adalah yang dijadikan pedoman dan referensi para ulama hadits berikutnya yaitu:
- Al-Jami” Ash-Shahih li Al- Bukhari (194-256 H)
- Al-Jami” Ash-Shahih li Muslim bin Al-Hallaj al-Qusyayry (204-261H)
- Sunan An-Nasai (215-303H)
- Sunan Abu Dawud (202-276H)
- Jami At-Tarmidzi(209-269H)
- Sunan ibn Majah Al-Quzwini (209-276H)

Pada akhir abad ke 7 H Turki dapat menguasai daerah Islam kecuali bagian barat seperti Maroko dan sekitarnya, pada abad pertengahan 9 H Turki dibawah pemerintahan otonom berhasil merebut kota konstansi nopel dan dijadikan Ibu Kotanya, kemudian menaklukan Mesir dan melenyapkan khalifah Abbasyyah, turki semakin kuat akan tetapi bersamaan itu pemerintahan Islam di Andalusia dan Islam padam setelah memancarkan sinarnya selama 8 abad, belum lagi imperalis barat yang memperbudak Islam, hal ini menyebabkan kemunduran umat Islam dalam segala bidang termasuk dalam pengabdianya terhadap agama.
Karena kondisi diatas ulama hadits tidak bebas dalam menyampaikan dan menerima hadits, maka dilakukan secara murasalat (korespondensi) ijazan dan imla, metode ijazah artinya seorang guru memberikan izin kepada muridnya untuk meriwayatkan hadits yang ditulis oleh gurunya, metode imla artinya seorang guru hadits duduk di Mesjid (pada hari jum’at) kemudian dia menguraikan hadits itu baik dari segi kualitas, kandunganya dan lain-lain, dan yang hadir itu baik yang dilakukan oleh Zainuddin Al-Iraal (W. 806H) dan Ibnu Hajar Al-Asaalani (W. 852H)

• Periode Setelah Tabi’tabi’in
Pada masa ini disebut penghimpunan dan penerbitan (Al-Jami Waaltartib) ulama yang hidup pada masa abad ke 4 H dan berikutnya disebut ulama Mutak Haririn atau Khalaf (modern) dan yang tetap hidup sebelum abad ke 4 H disebut Musaqaddimi atau ulama Shalaf (klasik) perbedaan mereka dalam periwayatan dan kodifikasi hadits, ulama Mutakaddimin menghimpun hadits Nabi dengan cara langsung, mendengar dari guru-gurunya kemudian adakan penelitian sendiri baik sanad maupun matannya mereka tidak segan untuk perjalanan jauh, untuk mengecek kebenaran hadits yang mereka dengar dari orang lain, sedang ulama Mutakharirin periwayatanya gereferinsi mengutip kitab Mutaqaddimin.


KITAB-KITAB YANG DIPEDOMI DALAM HADITS

Al-Qasimi menukil dari Ad-Qahwali dalam Al-Hujjah Al-Baligna membagi derajat kitab hadits jadi 4 :
1. Kitab Shahih ialah Al-Muwathatha: Sahih Al-Bukhari dan Shaih Muslim.
2. Kitab Sunah yaitu 4 Sunah, Abu dawud, Sunan Al-Tirmidzi, Sunnan Al-Nasya’i, dan Sunan Ibnu Majah.
3. Kitab Musnand, ialah selain musnad ahmad seperti musnad Abi Ya’la musnad Abd. Ar-Razzaq, mushannaf Abi Bakar bin Abi Syaybah, musnad Ath-Thayalist, Sunan Al-Bayhaqi, Kitab-kitab Al-Fahawi dan kitab Ath-Thabrani.

Kacang Asin

April 13, 2013
KATA PENGANTAR
Pemerintah telah bertekad untuk makin memasyrakatkan dan memanfaatkan Teknologi Tepat Guna (TTG). Tekad itu antara lain terwujud dalam pelaksanaan pelayanan berbagai jenis TTG melalui multi media , termasuk penyebarluasan buku-buku TTG sesuai dengan perkembangan tipologi dan klasifikasi desa. Sementara itu, masyarakat melalui keluarga-keluarga di pedesaan haus disiapkan,disentuh, dan ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Dengan demikian, diaharapkan keluarga-keluarga dipedesaan mampu mencitakan peluang kerja dan usaha, mengingkatkan pendapatan, sekaligus mengangkat martabat dan derajat hidupnya.
Buku kecil Seri Teknologi Tepat Guna mengenai KACANG ASIN ini disusun praktis, mulai dari kebutuahan bahan dan alat, proses pembuatannya sampai perhitungan biaya dan keuntungannya.Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para praktisi dilapangan sepeti penguluh pertanian, penyuluh lapangan kelaurga berencana (BLKB), kades desa, ibu-ibu rumah tangga dari gerakan PKK dan Dasawisma, siswasekolah kejuruan, mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat, dan siapa saja yang peduli terhadap teknologi pedesaan.
Terima kasih kepada Penerbit Kanasius dan siapa saja yang telah memberikan inspirasi, dorongan dan bantuan demi tersusunnya buku ini. Terima kasih pula kepada teman-teman sekelas.
Buku ini mungkin masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Untuk itu, kami menerima dengan senang hati kritik, saran dan masukan dari para pembaca dan pengguna buku ini demi penyempurnaannya pada masa mendatang.
Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4
BAB I. PENDAHULUAN 5
A. Tanaman Kacang Tanah 5
B. Panen dan pascapanen 7
C. Serba-Serbi Kacang Tanah 8
BAB II. BAHAN DAN PERALATAN 9
A. Kebutuhan bahan 9
B. Kebutuhan Peralatan 9

BAB III. CARA MEMBUAT KACANG ASIN 10
A. Pemilihan 10
B. Pencucian 10
C. Perebusan 10
D. Penirisan 10
E. Penjemuran 10
F. Penyangraian 10
G. Pengemasan 10

BAB IV. ANALISIS USAHA KACANG ASIN 13
A. Pemasukan 13
B. Pembelian Perlatan 13
C. Pengeluaran 14
D. Keuntungan 14

DAFTAR PUSTAKA 15


BAB I
PENDAHULUAN

A. TANAMAN KACANG TANAH
1. Sejarah Penyebaran
Kacang tanah (Arachis hypogea L.) diduga berasal dari benua Amerika, yakni di Brazilia (Amerika Selatan). Kacang tanah masuk ke Indonesia pertama kali diperkirakan dibawa oleh para pedagang spanyol ketika melakukan pelayaran dari Mexico ke Maluku pada tahun 1521-1529. Pada tahun 1863, Holle memasukan kacang tanah ke Indonesia dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memsukkan kacang tanh ke Indonesia dari Mesir. Varietas kacang tanah yang dimsukkan oleh pedagang Spanyol ke Indonesia adalah kacang tanah tipe menjalar. Sedangkan kacang tanah yang dimasukkan oleh Holle dan Scheffer ke Indonesia adalah kacang tanah tipe tegak.

2. Jenis Kacang Tanah
Jenis kacang tanah yang ditanam di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni menurut tipe pertumbuhan dan umurnya.
a. Tipe Pertumbuhan
Berdasarkan pertumbuhannya, jenis kacang tanah dapat dibedakan menjadi dua tipe sebagai berikut:
1. Tipe Tegak
Kacang Tanah tipe tegak pada umumnya memiliki cabang-cabang lurus atau sedikit miring ke atas; umurnya lebuh genjah yakni sekitar 100 hari-120 hari. Pemungutan hsil muda dilakukan. Buah kacang (polong) dapat masak secara serempak karena polong tersebut hanya terdapat pada ruas-ruas dekat rumpun.
2. Tipe Menjalar.
Cabang kacang tank tipe menjalar tumbuh kesamping dan hanya bagian ujung cabang saja yang mengarah keatas. Batang utamanya lebih panjang dari pada tipe kacang tanah tipe tegak. Umur kacang tipe ini sekitar 5 bulan-6 bulan. Setiap ruas yang berdekatan pada tanah menghasilkan buah. Oleh kerena itu, buah0buahnya tidak dapat masak secara serempak.
b. Menurut Umur
Menurut umurnya, jenis kacang tanh dapat digolongkan menjadi dua sebagai berikut :
1. Umur Panjang
Kacang tanah ini dapat mencapai umur 5 bulan-6 bulan. Pada umumnya, kacang yang trgolong umurnya panjang memiliki ciri-ciri: a) batang panjang; b) buah banyak tetapi masak tidak serempak; dan c) satu polong berisi 3 biji-4 biji.

2. Umur pendek
Kacang tanah ini dapat mencapi umur 3 bulan-4 bulan. Kacang tanah berumur pendek dapat digolongkan menjadi tiga sebagai berikut :
a. Biji berkulit ari merah tua.
Kacang tanah ini memiliki biji 1 butir-3 butir. Contoh: Kacang Pelembang.
b. Biji berkulit ari merah muda.
Kacang tanah ini memiliki biji 1 butir-2 butir. Contoh: kacang Holle, kacang Tular, kacang Schawars, dan kacang Waspada.
c. Biji berkulit ari merah jambu dan buahnya kecil.
Kacang tanah ini mempunyai ciri-ciri; buah berbiji satu, rasanya enak, dan hasilnya tidak begitu banyak.

3. Manfaat Kacang Tanah
a. Makanan Manusia
Biji kacang tanah mengandung protein 25 %-30%, berkarbohidrat 12%, dan munyak 40%-50% Sebagai bahan makanan, kacang tanah dapat diolah menjadi kacang rebus, kacang goreng, kacang atom, kacang telur, dan sebagainya. Kacang tanah dapat juga diolah sebagi bumbu pecel, gado-gado, keju dan oncom.

b. Pakan Ternak
Daun kacang tanh yang telah dilayukan dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak. Selain daunnya, bungkil kacang tanah juga dapat dipakai sebagai bahan pakan ternak yang sangat bagus.

c. Bahan Minyak Goreng.
Biji kacang tanah dapat diolah dan diproses menjadi munyak goreng. Sertiap 100 kg kacang tanah dapat menghasilkan minyak goreng sebanyak 40 liter-60 kiter.

B. PANEN DAN PASCA PANEN
1. Tanda-Tanda Siap Panen
a. Kulit polong telah mengeras dan kulit bagian dalam berwarna cokelat kehitam-hitaman.
b. Biji telah berisi penuh dan kulit bijinya tipis.
c. Sebagaian besar daun sudah mengering.

2. Cara Panen
Cara panen kacang tanah dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman satu per satu. Untuk mengatasi terbuangnya hasil panenan sebaiknya sebelum dilakukan pencabutan tanah yang kering diairi terlebih dahulu agar menjadi lunak.

3. Kegiatan Pascapanen
Setelah pencabutan masih ada beberapa langkah lanjutan yang perlu dilakukan sebagai berikut:
a. Pemipilan polong
Mengingat pencabutan kacang tanah dilaksanakan batang demi batang, maka panenan pertama berupa brangkasan yang terdiri atas polong, akar, batang, dan daun. Sedangkan produk utama yang diambil adalah polongnya. Sisa-sisa tanaman lainnya dapat dijadikan pakan ternak atau dibuat pupuk kompos. Brangkasan tersebut dipipil dan polongnya dipisahkan dari bagian-bagian lainnya. Pekerjaan ini biasanya dilakukan dengan tangan.

b. Penjemuran
Polong kacang tanah hasil pipilan harus segera dijemur sampai sungguh-sungguh kering agar tidak ditumbuhi oleh cendawan yang dapat menurunkan kualitas. Oleh karena itu, penyimpanan polong kacang tanah harus kering dengan kadar lengas 8%, dan kadar lengas biji 6%.
c. Sortasi
Setelah kering, polong tanah dibersihkan dari tanah dan kotoran, lalu dilakukan sortasi. Tujuan sortasi adalah untuk memisahkan polong-polong tua berisi dari yang kurang berisi atau sakit.

d. Penyimpanan
Penyimpanan kacang tanah dapat berupa polong atau biji. Jika penyimpanan berupa polong, maka harus dijemur hingga sungguh-sungguh kering, bersih dan sudah disortasi. Penyimpanan dalam bentuk biji juga harus dikeringkan terlebih dahuu dan sduah dibersihkan serta disortasi. Penyimpanan kacang tanah dalam bentuk biji menghemat tempat dan kebersihan terjamin.

C. SERBA-SERSI KACANG ASIN.
1. Manfaat Kacang Asin.
a. Kacang asin sering dihidangkan sebagai makanan kecil (Jawa; klethikan) pengisi waktu senggang.
b. Kacang asin cukup terkenal dan digemari oleh masyarakat.
2. Keuntungan Membuat Kacang Asin.
a. Mudah dilaksanakan.
b. Menyelamatkan kelebihan produksi pada saat terjadi panen raya.
c. Meningkatkan nilai ekonomi.
d. Menciptakan peluang kerja dan usaha.
e. Mendukung program penganekaragaman pangan.

BAB II
BAHAN DAN PERALATAN

Setiap kali kita hendak membuat atau memproduksi sesuatu pasti diawali dengan langkah-langkah persiapan, terutama menyiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan. Bahkan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat kacang asin adalah sebagai berikut :

A. KEBUTUHAN BAHAN
1. Kacang Tanah
a. Pilihlah kacang tanah yang masih mempunyai kulit tempurung utuh (polong) yang tua, kering dan tidak berbau tengik.
b. Direncanakan mengolah kacang tanah sebanyak 10 kg setiap hari.
2. Garam Dapur.
a. Garam dapur dipergunakan sebagai bahan pengawet sekaligus untuk memberi rasa asin.
b. Direncanakan membutuhkan garam dapur sebanayk 200 gram setiap hari.
3. Air Bersih.
Air bersih digunakan untuk roses pencucian dan perebusan.

B. KEBUTUHAN PERALATAN
1. Kompor : Untuk dapur memasak kacang asin.
2. Wajan : Untuk menyengrai (menggoreng tanpa minyak goreng) kacang asin.
3. Panci : Untuk tempat pemcucin dan perebusan.
4. Tampah (nyiru) untuk tempat memilih dan menjemur kacang tanah.
5. Pengaduk ; Untuk mengaduk dalam proses penyangraian.
6. Bakul ; untuk meniriskan kacang tanah
7. Kantong palstik : untuk wadah kacang asin.
8. Lilin ; Untuk merekatkan kantong plastik.

BAB III
CARA MEMBUAT KACANG ASIN

Setelah mempersiapkan bahan dan peralatan secukup-cukupnya, langkah selanjutnya adalah membuat kacang asin. Langkah-langkah pembuatan kacang asin adalah sebagai berikut :

A. PEMILIHAN
Siapkan kacang tanah yang masih mempunyai kulit tempurung utuh (polong) yang tua, kering dan tidak berbau tengik.

B. PENCUCIAN
Kacang tanah dicuci dengan cara, direndam dalam air bersih. Pencucian ini dilakukan sebanyak 2-3 kali. Tujuan pencuci adalah membersihkan kulti kacang tanah dari lapisan tanah dan kotoran lainnya.

C. PEREBUSAN
1. Kacang tanah direbus dalam air dan diberi garam dapur.
2. Perebusan kacang tanah sampai matang.

D. PENIRISAN
Setelah masak, kacang tanah ditiriskan pada bakul sampai airnya tidak menetes lagi.

E. PENJEMURAN
Kacang tanh dijemur dibawah sinar matahari sampai kering sekitar 8 jam. Selama penjemuran, kacang tanah dibolak-balik agar pengeringan berjalan sempurna

F. PENYARINGAN.
Kacang tanah kering digoreng (disangraiI tanpa minyak (jawa; digorengg sangan). Penyangraian dihentikan apabila terdengar bunyi :tik-tik” dari kacang tanah. Untuk indistri skala besar, penyangraian dapat dialkukan dengan oven.


G. PENGEMASAN
1. Kacang asin dimasukkan ke dlam kantong plastik dan ditutup rapat-rapat dengan cara direkatkan dengan api lilin.
2. Akhirnya, kemasan kacang asin siap dipasarkan.



BAB IV
ANALISIS USAHA KACANG ASIN

Setiap usaha memerlukan persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, terutama Segi pemasaran. Rencana usaha pembuatan kacang asin dapat kita ambil contoh sebagai berikut :
1. Nama produk : kacang Asin.
2. Jumlah produksi 9 kg kacang asin setiap hari.
3. Harga kacang asin Rp. 8500/ kg
4. Kebutuhan bahan baku 10kg kacang tanah setiap hari.
5. Periode produksi 1 bulan = 25 hari kerja.
Berdasrkan data tersebut, usaha pembuatan kacang asin dalam satu bulan dapat dihitung sebagai berikut :

A. PEMASUKAN
Hasil penjualn kacang asin tiap bulan :
25 x 9 kg x 8500 = 1.912.500

B. PEMBELIAN PERALATAN
1. Kompor Rp.25.000
2. Wajan Rp.22.500
3. Panci Rp.13.500
4. Tampah Rp 1.500
5. Bakul Rp.2.500
6. Pengaduk Rp.1.000
7. Lilin Rp.1.500
8. Kantong Plastik Rp.4.500 +
Jumlah Rp.72.000
Catatan:
Umur teknis peralatan doiprkirakan 1 tahun, sehingga nilai penyusustan tiap bulan adalah :
Rp. 72.000 : 12 = Rp.6.000



C. PENGELUARAN
1. Penyusustan alat Rp 6.000
2. Kacang tanah
25 x 10 kg xRp 6000 Rp 1.500.000
3. Garam dapur
25 x 200 g x Rp 500/kg RP 2.500
4. Munyak tanah
25 x 5 lt xRp 400 Rp 50.000
5. Tenaga kerja
25 x Rp 4.000 Rp 100.000 +
Jumlah Rp. 1.652.500

D. KEUNTUNGAN
1. Pemasukan Rp 1.912.500
2. Pengeluaran Rp 1.652.500 -
3. Keuntungan Per Bulan RP.260.000

DAFTAR PUSTAKA


Aksi Agraris Kanusius. Kacang Tanah. Yogyakarta : Kanisius, 1989, 84 hlm.
Haryoto. Pengupas Kacang tanah. Yogyakarta : Kanisius, 1995, 55 hlm.
1 Gusti Ngurah Nala. Penerpan Teknologi Tepat Guna Di Pedesaan. Denpasar; LMP Universitas Udayana, 1994, hlm. 206-208.
Made Astawan dan Mita Wahyuno Astawan. Teknologi Pengolahan Pangan Nabati Tepat Guna. Jakarta : Akademi Pressindo, 1988, hlm. 128-129.

SISTEM PEREDARAN DARAH

April 13, 2013
SISTEM PEREDARAN DARAH
Setelah melalui proses perencanaan, sari-sari makanan diserap oleh tubuh dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Tidak hanya sari-sari makanan, darah juga mengangkut oksigen, karbon dioksida, air, dan zat-zat lainnya keseluruh bagian tubuh. Untuk dapat mencapai seluruh bagian tubuh, darah memerlukan bantuan organ lain untuk menyalurkan dan mendorongnya hingga ke ujung bagian tubuh. Untuk itu, tubuh kita memerlukan sistem yang melakukan fungsi tersebut yang dinamakan sistem peredaran darah.
Sistem peredaran darah manusia tersusun dari darah dan alat peredaran darah. Sistem tersebut berperan sangat vital dalam tubuh kita. Jika terjadi gangguan pada darah atau fungsi alat-alatnya, maka aktivitas tubuh akan sangat terganggu. Untuk itu kita perlu mengenal lebih banyak tentang darah dan sistem peredaran darah.
1. Organ Penyusun Sistem Peredaran Darah

Organ penyusun sistem peredaran darah terdiri atas dua bagian utama yang meliputi permbuluh darah dan jantung.
a. Pembuluh darah
Pembuluh darah kita terdiri atas pembuluh nadi dan pembuluh balik. Pembuluh darah akan bercabang membentuk pembuluh yang lebih halus, yang disebut pembuluh kapiler. Pada bagian ujung pembuluh ini, pembuluh nadi dan pembuluh balik saling bertemu. Oleh karena itu, pembuluh darah kita merupakan pembuluh darah tertututp. Darah kita selalu beredar atau berada di dalam pembuluh darah.
Bagimanakah susunan dan sifat pembuluh itu sehingga mampu mendukung fungsi peredaran darah? Bagaimanakah sifat atau ciri kedua pembuluh tersebut?
1. Pembuluh Nadi
Pembuluh nadi adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung keseluruh tubuh. Pembuluh nadi paling besar adalah nadi yang paling dekat jantung, disebut nadi besar (aorta). Aorta bercabang-cabang membentuk pembuluh nadi yang disebut arteri. Arteri masih bercabang menjadi nadi yang kecil disebut arteriol dan nadi yang lebih kecil lagi disebut arteriol. Pada ujung arteriole berbentuk banyak percabangan yang sangat lembut dan membentuk anyaman pembuluh, disebut kapiler arteri.
Dari jantung keluar pembuluh nadi besar, melengkung, dan membentuk percabangan menuju ke tubuh bagian atas dan bawah. Bagian lengkung nadi besar itu di sebut arcus aorta (lengkung aorta). Dari daerah ini terdapat tiga cabang pembuluh nadi yang mengalirkan darah ke bagian kepala dan tangan.

Lengkung aorta yang menuju ke tubuh bagian bawah akan melewati daerah dada (aorta thorasica) terus menuju daerah lambung (aorta abdomonalis). Selanjutnya, nadi itu bercabang di daerah tulang pinggul menuju ke arah pada kanan dan kiri. Dari pembuluh nadi utama tersebut berbentuk cabang-cabang yang dilewati, diantaranya sebagai berikut:
a. Cabang menuju jantung (arteri koronaria)
b. Cabang menuju paru-paru (arteri pulmonalis)
c. Cabang menuju penggantung usus ( arteri mesenterica)
d. Cabang menuju hati (arteri hepatica).
e. Cabang menuju ginjal (arteri renalis)
f. Cabang menuju lambung (arteri gastrika).

2. Pembuluh Balik
Pembuluh balik dalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Pembuluh balik di mulai dari pembuluh kapiler vena yang ada di jaringan. Pembuluh kapiler bersatu membentuk pembuluh balik yang lebih besar, disebut venula. Venula akan bergabung membentuk pembuluh balik yang lebih besar, disebut vena. Beberapa pembuluh balik di antaranya sebagai berikut:
a. Cabang dari paru-paru (vena pulmonalis)
b. Cabang dari hati (vena hepatica)
c. Cabang dari ginjal ( vena renalis)
d. Cabang dari kepala (vena jugularis).
Vena akan bergabung membentuk pembuluh balik yang lebih besar lagi, disebut pembuluh balik utama (vena cava). Vena cava yang menjadi muara vena dari tubuh bagian bawah disebut vena inferior. Vena cava dari tubuh bagian atas, disebut vena cava superior. Kedua vena cava itu akan bergabung menjadi satu kemudian masuk ke jantung.

Tugas 2.1
Coba perhatikan gambar berikut ini! Berdasarkan gambar irisan melintang pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena), temukanlah perbedaan di antara kedua pembuluh tersebut.
...............................
Bagian yang Diamati Pembuluh Nadi Pembuluh Balik
1. Bentuk pembuluh
2. Ketebalan pembuluh
3. Tebal lapisan otot polos
4. Tebal lapisan elastis
5. Tebal lapisan endotelium
Pada umumnya, pembuluh balik terletak pada bagian tubuh sebelah luar, sedangkan pembuluh balik nadi ada disebelah dalam. Pembuluh balik pada orang dewasa atau tua sering terlihat menyembul di bawah kulit. Gejala itu tampak terutama pada orang yang menderita varises, yaitu mengalami pelebaran pembuluh darah. Darah pada pembuluh arteri yang berasal dari jantung, umunya merupakan darah segar atau darah bersih karena mengandung banyak O2 dan sedikit CO2. Sebaliknya, pembuluh balik yang membawa darah dari jaringan, umumnya darah kotor karena membawa banyak sisa metabolime, yaitu CO 2dan H2O.
Jika hemoglobin (Hb) pada keping sel darah merah banyak mengikat O2, maka warna darah menjadi merah segar. Sebaliknya, jika hemoglobin (Hb) banyak mengikat CO2, maka warna darah menjadi merah kebiruan. Pada pembuluh arteri tidak ada katup (klep), kecuali pada pangkal aortanya. Sebaliknya, di sepanjang pembuluh vena terdapat pembuluh dapat disimak pada tabel 2.4!
Tabel 2.4 Peredaran pembuluh arteri dan pembuluh vena
Ciri yang Diamati Pembuluh Arteri Pembuluh Vena
1. Ketebalan lebih tebal lebih tipis
2. Klep Hanya pada tempat tertentu Banyak
3. Letak Di bagian dalam tubuh Dibagian luar
4. Arah aliran Keluar jantung Menuju jantung
5. Warna merah Merah tua kebiruan
6. Sifat darah Bersih, kecuali arteri pulmonalis (membawa darah ke paru-paru) Kotor, kecuali vena pulmonalis (membawa darah dari paru-paru kembali ke jantung).

b. Jantung
Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah ke seluruh tubuh yang terletak dalam rongga dada agak ke kiri. Ukuran jantung hampir seukuran dengan kepalan tangan kita masing-masing. Sebagai alat pemompa, jantung harus memikili struktur otot yang kuat. Masih ingat begaimanakah struktur otot jantung itu?
1. Struktur jantung
Bagaimanakah susunan anatomi jantung sehingga memiliki kemampuan sebagai pemompa darah? Otot jantung mirip seperti otot lurik, tetapi memilki struktur percabangan (anastomose). Jantung manusia terbagi atas empat ruang, yaitu dua ruang serambi (atrium) dan dua ruang bilik (ventrikel).
Bagian-bagian jantung adalah sebagai berukit:
a. Serambi kanan (atrium dekstra)
b. Serambi kiri ( atrium sinistra)
c. Serambi kanan (ventrikel dekstra)
d. Bilik kiri (ventrikel sinistra)
e. Nadi besar (aorta)
f. Pembuluh balik besar (vena Cava)
g. Arteri pulmonalis
h. Vena pulmonalis.
Antar ruang jantung di batasi oleh dinding otot yang kuat. Hubungan antar ruang terdapat klep yang menahan agar aliran darah tidak balik arah. Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan meliputi:
a. Perikardium, lapis paling luar dari jantung
b. Miokardium, tersusun dari jaringan otot jantung, dan
c. Endokardium, lapisan paling dalam berbatasan dengan ruang jantung.

2. Kerja Jantung
Darah dalam tubuh manusia sekitar 5-6 liter. Jantung harus bekerja terus-menerus tanpa henti. Dalam sehari sekitar 7.500 Liter darah dipompa oleh jantung keseluruh tubuh. Denyut jantung terjadi karena adanya kontraksi dan relaksasi otot jantung.
Kontraksi dan relaksasi antara bagian serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) terjadi secara bergantian. Akan tetapi, antara serambi kanan dan kiri atau bilik kanan dan kiri, prosesnya terjadi secara serempak. Pada saar serambi berkontraksi (sistole), bagian bilki relaksasi (diastole). Demikian pula sebaliknya. Untuk membantu memahaminya, coba perhatikan Gambar 2. 27!
a. Saat serambi berkontraksi, bagian bilik relaksasi. Peristiwa yang terjadi adalah:
1. Darah dari serambi kanan di pompa menuju bilik kiri.
2. Darah dari serambi kiri di pompa ke bilik kiri.
b. Saat bilik kontraksi, bagian serambi relaksasi. Peristiwa yang terjadi adalah:
1. Darah dari bilik kanan dipompa menuju paru-paru melalui nadi paru-paru (arteri pulmonalis). Sementara itu, bagian serambi menerima pasokan darah dari pembuluh balik utama (vena cava).
2. Darah dari bilik kiri di pompa menuju seluruh tubuh melalui pembuluh nadi urama (aorta). Sebagian darah menuju bagian atas sebagian lainnya ke tubuh bagian bawah. Bersamaan dengan itu, serambi kiri menerima pasokan darah dari paru-paru melalui pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis).

..............................
Tekanan yang timbul oleh sirkulasai darah pada dinding pembuluh darah disebut tekanan darah. Terdapat dua macam tekanan darah, yaitu tekanan sistol dan tekanan diastol. Tekanan sistol dalah tekanan darah pada dinding pembuluh nadi saat jantung berkontraksi, sedangkan tekanan diastol adalah tekanan darah pada pembuluh nadi saat jantung relaksasi.
Normal tidaknya kerja jantung dapat dideteksi dari tekanan darahnya. Tekanan darah diukur dari frekuensi sistole dan diastolenya. Pada kondidi normal, tekanan darah (sistole/diastole) kita adalah sekitar 120/80 mmHg. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan spigmomanometer yang dilengkapi dengan stetoskop. Tekanan darah (denyut jantung) tersebut dapat didekati dari frekuensi denyut nadinya. Untuk itu, cobalah lakukan kegiatan 2.4 berikut ini!
Kegiatan 2.4
Tujuan:
Mengetahui frekuensi denyut nadi (jantung)
Menurut:
a. Jenis kelamin (laki-perempuan)
b. Tingkat aktivitts (santai-olahraga)
c. Tingkat umur (balita/anak-dewasa)

Alat dan Bahan
Probandus (orang yang diamati) jam atau stopwatch.
Langkah Kegiatan
1. Ukur frekuensi denyut nadi dirimu sendiri atau temanmu pada keadaan istirahat dan setelah beraktivitas (berlompat/berlari)
2. Letakkan ujung-ujung jari tangan kananmu didekat pergelangan tangan kirimu
a. Posisi tangan kiri mengadah
b. Cari dengan ketiga ujung jarimu denyut nadi pada pembuluh nadi lenganmu
c. Hitung berapa jumlah denyutan selama 10 detik
d. Lakukan penghitungan ulang sebanyak 3 kali
e. Cari rata-ratanya dan hitung frekuensinya denyaut dalam per menit (x6).
f. Lakukan dengan cara yang sama setelah berlompat-lompat selama 5 menit.
3. Masukkan data pengamatanmu seperti Tabel A pada buku kegiatanmu
4. Bandingkan pula denyut nadi antara siswa laki-laki dan perempuan.
5. Masukkan datamu seperti Tebel B pada buku kegiatanmu.

Tabel A: Frekuensi Denyut Nadi dalam Keadaan Istirahat dan Beraktivitas
No Nama Probandus Frekuensi Denyut Nadi (kali/menit)
Keadaan Istirahat Setelah istirahat
1.
2.
3.

Tabel B: Frekuensi Denyut Nadi Siswa Laki-laki dan Perempuan
No Nama Probandus Frekuensi Denyut Nadi (kali/menit)
Keadaan Istirahat Setelah istirahat
1.
2.
3.

c. Sistem Sirkulasi Darah
Ada dua jenis sitem sirkulasi darah dalam tubuh kita, yaitu sitem peredaran darah besar dan sitem peredaran darah kecil. Untuk memudahkan kita memahaminya, cobalah simak Gambar 2.28.
1. Sitem Peredaran Darah Besar
Pada peredaran darah besar, darah dari jantung dipompa keluar melalui arcus aorta ke seluruh bagian tubuh. Selanjutnya, darah dari jaringan diangkut melalui pembuluh vena superior dan inferior. Darah yang dipompakan merupakan darah yang berasal dari paru-paru.
2. Sistem Peredarnan Darah Kecil
Pada peredaran darah kecil, darah dapat dipompa keluar dari jantung menuju paru-paru melalui pembuluh arteri pulmonali. Darah yang di pompakan merupakan darah kotor, darah tersebut berasal dari seluruh bagian tubuh yang diangkut kembali ke jantung melalui pembuluh balik. Selanjutnya, setelah melepaskan CO2 dan meyerap banyak O2, darah di angkut kembali ke jantung melalui vena pulmonalis.

2. Darah
Darah merupakan alat transportasi berbagai macam zat yang utama dalam tubuh. Darah merupakan jaringan yang khusus tersusun dari matriks cair berupa plasma dan butir-butir darah. Perbandingan plasma dan butir darah mendekati 45:55. Volume darah manusia sekitar 1/13 (8%) berat badan orang tersebut. Rata-rata orang Indonesia memiliki volume darah antara 4,5-5 liter. Plasma darah tersusun dari air, bahan organik, dan ion-ion atau mineral.
a. Plasma Darah
Darah terdiri atas plasma (55%) dan sel-sel darah (45%). Sebagian besar plasma (90%) adalah air dan 10% lainnya berupa protein, asam amino, gula, vitamin, garam mineral, enzim, hormon dan anti bodi, serta gas dan zat sisa metabolisme. Jenis protein darah meliputi albumin, fibrinogen, dan globulin. Jenis garam meneral di antarnya Na, Ca, K, CI, ion fosfat, karbonat dan sulfat. Gas-gas yang ada, seperti O2 dan CO2. Zat-zat buangan lain, misalnya ureum dan kretin. Jenis protein darah yang dominan adalah albumin dan globulin.
b. Butir-butir Darah dan Pembentukannya
Ada tiga kelompok butir darah, yaitu sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping pembeku darah (trombosit). Sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit diproduksi pada sumsum tulang. Pada bayi, butir-butir darah itu di bentuk dalam hati dan limpa. Pada anak-anak, semua sumsum tulang secara aktif menghasilkan butir-butir darah hingga sekitar 20 tahun. Pada orang dewasa atau usia di atas 20 tahun, buitr darah banyak di bentuk pada sumsum tulang.
Sumsum tulang yang masih aktif membentuk sel darah di sebut sumsum merah, sedangkan sumsum yang sudah tidak aktif lagi disebut sumsung kuning. Sel darah merah (eritrosit) dibentuk pada sumsum tulang pada jaringan endotelium. Sel darah putih jenis granulosit di bentuk pada bagian jaringan retikuloendotelium. Sel-sel enditelium penghasil sel darah merah disebut eritroblas.
1. Eritrosit
Eritrisot berbentuk bulat cembung (bikonkaf) dan tidak berinti. Pada keping sel darah terdapat banyak hemoglobin (Hb). Jumlah sel darah merah adalah sekitar 5 juta per 1 mm3darah. Sel darah merah hanya berumur sekitar 120 hari. Selanjutnya, sel darah merah yang sudah tua akan dirombak oleh hati.
Hb merupakan suatu protein kompleks yang beritni unsur besi (heme=Fe). Hb berfungsi mengangkut O2 dan CO2 karena daya gabung (afinitas) yang besar terhadap kedua molekul tersebut. Adanya erirosit tersebut memberi warna merah pada darah. Jika Hb banyak mengikat O2, maka warna darah menjadi merah segar (darah bersih). Sebaliknya, akan berwarna merah tua bila Hb banyak mengikat CO2. Daya ikat Hb terhadap karbon monoksida (CO) jauh lebih kuat dibandingkan dari pembakaran mesin mobil yang tidak sempurna. Oleh karena itu, sering terjadi orang di dalam mobil dalam keadaan berhenti dengan mesin yang hidup!
2. Leukosit
Sel darah putih (leukesit) dibentuk di sumsum tulang merah, jaringan limpoid, dan kelenjar limpa. Jumlah leukosit normal seseorang antara 6.000-9.000 butir per mm3. Sel agranuler . Sel darah putih granuler meliputineutrofil, basofil dan eosinofil. Sel darah putih agranuler meliputi limfosit dan mososit. Sel granuler berbintik-bintik, nukleus terpecah-pecah dan terikat oleh benang sitoplasma. Sel monosit berukuran lebih besar dari limfosit, bulat, dan berinti satu. Sel limfosit tidak dapat bergerak, sedangkan sel-sel darah putih yang lain dapat bergerak amubid.
Fungsi leokosit untuk melawan serangan bibit penyakit dengan “memakan” bibit penyakit yang disebut dengan fagositosis (Gambar 2.31). Sifat sel yang demikian disebut fagositer. Sel limfosit yang dihasilakn pada kelenjar limpa tidak dapat bergerak dan berperan membentuk kekebalan tubuh (imunitas).
Jumlah leokosit tidak tetap (naik turun) bergantung pada keadaan kesehatan tubuh. Pada saat seseorang terinfeksi penyakit (seperti TBC, tifus, dan demam berdarah), jumlah sel leukositnya akan turun. Keadaan kekurangan jumlah leukosit itu disebut leukopeni. Pada penderita cacingan, ternyata jumlah leukositnya dapat mencapai 20.000 butir tiap normal. Pada penderita kanker darah (leukemia), jumlah leukositnya akan jauh meningkat.
.........................
Jumlah sel darah putih yang berlebih akan memakan sel-sel darah merahnya. Oleh karena itu, penderitannya akan lemas, bahkan meninggal dunia. Jumlah sel darah putih yang berlebih dari keadaan normalnya disebut leukositosis.

3. Trombosit
Bentuk sel trombosit tidak beraturan, berukuran lebih kecil dibanding butir darah yang lain, dan tidak berinti. Jumlah trombosit normal antara 200.000-300.000 butir. Fungsi khusus sel tersebut adalah untuk pembekuan darah. Jika jumlah sel trombositnya sangat kurang, maka darah akan sukar membeku bila terkadi perlukaan.
Pernahkah kamu mendengar orang yang darahnya sukar membeku saat terjadi luka? Orang tersebut adalah penderita hemofilia. Penderita tidak mampu membentuk zat antihemefilligobin (faktor AHG). Hemofilia merupakan penyakit kelainan genetis yang diwariskan dari orang tua ke anaknya. Penderita tersebut harus memperoleh bantuan khusus dari dokter bila terjadi perdarahan.
Secara ringkas proses pembekuan darah dapat disimak pada gambar 2.32. Karena adanya gesekan antara keping trombosit dan benda kasar, sel tersebut akan pecah dan mengeluarkan trombokinase (tromboplastin).
Trombokininase merupakan enzim yang belum aktif dan akan segera menjadi enzim yang aktif setelah diubah menjadi trombosit. Pengubahan protrombin menjadi trombin dibantu oleh ion kalsium (Ca2+). Selanjutnya, trombin akan mengubah fibrinogen yang ada dalam plasma darah menjadi benang-benang fibrin. Benang fibrin inilah kemudian menutup daerah luka.
Untuk menjaga agar darah tidak membeku pada kantong darah, pada darah tersebut perlu ditambahkan zat anti penggumpalan, yaitu sodium-ADTA, sodium sitrat, atau sodium karbonat. Zat tersebut berguna untuk mengendapkan ion kalsium (Ca2+) agar tidak memacu terjadinya pengumpalan.

3. Sistem Peredaran Getah Bening
Selain melaui darah, sestem transpor juga dilakukan oleh getah bening (limfa). Getah bening (limfa) merupakan sistem peredaran yang terdiri atas beberapa organ, meliputi nodus dan pembuluh limfa, tonstill serta limpa.
Sitem peredaran getah bening (limfa) di awali sari berbagai jaringan tubuh yang mengumpulkan cairan jaringan menjadi cairan limfa. Semua cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, dada, paru-paru terkumpul dalam pembuluh limfa besar yang berada di bawah tulang selangak kanan. Pembuluh limfa itu disebut duktus limfatikus dekstra, sedangkan semua cairan limfa dari bagian tubuh lainnya akhirnya terkumpul dalam pembuluh limfa dada (duktus toraktikus). Kedua duktus limfatikus tersebut bermuara pada vena di bawah tulang kiri.
Pembuluh limfa akhil yang berasal dari daerah jonjot usus bermuara ke pembuluh ke pembuluh limfa dada. Pembuluh khil merupakan pembuluh limfa yang berperan menyerap zat lemak dari usus. Oleh karena itu, warna cairan limfanya menjadi kuning keputihan.
Peredaran getah bening (limfa) merupakan peredaran sistem terbuka. Peredaran tersebut berawal dari pembuluh kapiler limfa yang terbuka dalam jaringan tubuh dan bermuara ke pembuluh balik. Dalam pembuluh limfa juga sel darah putih yang bersifat fagositer. Pada saat kita terinfeksi, kelenjar limfa akan membesar atau meradang.

4. Kelainan dan Gangguan Sistem Peredaran Darah
a. Anemia
Anemia adalah penyakit kekurangan darah. Anemia dapat disebabkan kurang gizi sehingga bagian pembentukan Hb (kekurangan Hb) atau memang jumlah sel eritrositnya yang di bawah normal. Anemia bukan merupakan penyakit menurun.
b. Leukimia
Leukimia adalah kanker darah yang ditandai dengan jumlah sel darah putih sangat tinggi karena produksinya tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, sel darah putih akan memakan atau merusak sel-sel darah merahnya. Penderita akan menjadi sangat lemah atau bahkan meninggal dunia.
c. Varises
Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena. Gejala tersebut sering diderita oleh orang dewasa atau tua. Kebanyakan pelebaran tersebut terjadi di daerah kaki (betis, paha) atau anus. Varises pada anus menyebabkan pendarahan waktu buang air besar. Penyakit itu disebut ambeien (hemeroid).
d. Sklerosis
Sklerosis adalah pengerasan atau penebalan pembuluh nadi. Pengerasan nadi menimbulkan gangguan kelancaran aliran darah. Sklerosis dapat terjadi karena terbentuknya endapan lemak yang disebut atherosklerosis. Penebaran darah oleh pengapuran disebut arteriosklerosis.

TOKOH
Geoerge hoyt Whipple lahir pada tanggal 28 agustus 1878. Penilitian utama yang dilakukan Whipple berkaitan dengan anemia dan patologi hati. Di Rochester, Whipple mempelajrai anemia dan meniliti efek dan faktor diet makanan pada anemia. Penelitian ini membuahkan hasil bahwa makanan tambahan pada diet bagi pasien anemia adalah hati mentah. Atas penelitian mengenai pengibatan anemia dengan zat hati ini, ia bersama George R. Minot dan William P. Murphy meraih hadiah Nobel kedokteran pda tahun 1934. (Sumber: Seabad Pemenang Hadiah Nobel Kedokteran dan Fisikologi, 2002).
e. Emboli (Trombus)
Emboli (trombus) adalah penyakit jantung yang disebabkan terjadinya gumpalan pada nadi tajuk (arteri coronaria).
f. Hipertensi
Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah normal berkisar antara 120/80-130/90 (sistole/ diastole). Potensi berpenyakit hepertensi diturunkan hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor diet, umur, dan keturunan. Hepertensi yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan gagal ginjal dan stroke atau pecahnya pembuluh darah di kepala.

g. Hipotensi
Hiportensi adalah tekanan darah rendah yang ditandai dengan nilai sitole/diastole di bawah 100/80 mmHg.
h. Miokarditis
Mikarditis adalah penyakit radang otot jantung
i. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku saat terjadi perlukaan. Penyakit tersebut menurun yang disebabkan tubuh tidak mampu membentuk faktor pembeku darah.
j. Hemoglobinopati
Hemoglobinopati adalah suatu penyakit menurun yang disebabkan oleh gangguan pembentukan hemoglobin.

FISIKA | BESARAN DAN SATUAN

April 13, 2013
BAB I

BESARAN DAN SATUAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, memilki nilai dan satuan. Contoh besaran: panjang, massa, waktu dan volume.
Satuan adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai pembanding pada pengukuran besaran.
Satuan terdiri dari dua satuan yaitu: satuan baku dan satuan tak baku. Satuan Baku adalah satuan yang jika dipakai dalam pengukuran hasilnya selalu sama meskipun pemakaiannya berbeda.
Satuan Tak Baku adalah satuan yang jika dipakai dalam pengukuran hasilnya berbeda untuk setiap orang yang melakukannya.
Tabel
Nama Besaran Satuan Baku Satuan Tak Baku
Panjang Cm, m, km Kaki, jengkal
Massa Gr, Kg, ton Kaleng, keranjang
Volume Cm3, liter, m3 Botol, ember
Luas Cm2, m2, hektar Patok, bahu
Satuan baku ini menurut system S1 memilki syrat sebagai berikut:
Bersifat Internasional.
Bersifat tetap
Mudah ditiru.

Besaran Pokok dan Satuan dalam SI
No. Besaran Pokok Satuan Lambang
1 Panjang Meter M
2 Massa Kologram Kg
3 Waktu Sekon K
5 Kuat Arus Amper A
6 Intensitas Cahaya Candela Cd
7 Jumlah Zat Mole Mol

Besaran pokok yang sering dipakai dalam bidang mekanik adalah system MKS, yaitu:
Panjang satuan meter (m)
Massa satuan Kilogram (Kg)
Waktu satuan sekon (s)

Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok.

BAB II

ALAT UKUR
Beberapa alat ukur itu diantaranya:
Alat ukur panjang (Mistar, jangka sorong)
Alat ukur massa benda (Neraca)
Alat ukur Waktu (Sropwacth)
Alat ukur Volume (Gelas ukur)
Alat ukur Kuat arus (Amperemeter)
Alat ukur Suhu (Thermometer)
Alat ukur gaya/berat (Dinamometer)
Jangka Sorong
Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memilki ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong memiliki dua bagian penting yaitu rahang tetap dan rahang sorong (bergerak)

BAB III

MASSA JENIS
Massa jenis adalah massa benda dibagi volume.
Km  Kg
Hm  Hg
dam  Dag
m  Gram
dm  Dsg
cm  Cg
mm  mg
Rumus:
p= m/v
Ket : P = Massa Jenis (Kg/m3)
m = Massa benda (kg)
V = Volume (m

Contoh 1: Massa jenis batu hasil pengukuran secara tidak langsung adalah....
Diketahui m.batu = 25 g
V.cairan = 30 cm
V.batu+cairan = 40 cm3
V.batu =
=
= V.cairan + batu – V.cairan
40 cm3 – 30 cm3
10 cm3
P = p= m/v
= 259/10 =2,5 gr/cm3

Jadi massa jenis batu tersebut adalah 2,5 gr/cm3.
Contoh II: Sebuah bejana kuning massa 42 g. Apabila massa jenis kuningan 8,40 g/mc3. Maka volume bejana tersebut ?
Diket : m = 42 g
p = 8,40 g/cm3
Dit : V
Rumus


=



V= m/p
42/8,40
〖5m〗^3
Jadi, Volume tersebut adalah 5 cm 3.

BAB IV

SUHU
Suhu adalah derajat panas suatu benda. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.
Keuntungan menggunakan raksa:
Mudah diamati karena mengkilap
Volum raksa berubah.
Tidak membasahi dinding kaca
Jangkauan suhu-40C-350C
Mudah menyesuaikan suhu.
Keuntungan Alkohol:
Alkohol lebih mudah.
Lebih teliti karena kenaikan suhu kecil, alkohol mengalami perubahan volum yang lebih besar.
Dapat mengukur suhu rendah (112C-78C).
Kekurangan Alkohol:
Tidak dapat mengukur suhu tinggi dan memnasahi dinding kaca.
Untuk menentukan skala termometer:
Menentukan titik tetap bawah suhu es melebur
Mennetukan titik tetap atas  suhu air mendidih
Termometer terdiri dari:
Termometer Celcius 3.Termometer Fahrenheit
Termometer Reamur 4.Termometer Kelvin

Termometer Titik Tetap Jumlah Skala
Bawah Atas
Celcius 0C 100C 100
Reamur 0C 80 80
Fahrenheit 32 212F 180
Kelvin 273 k 273 K 100

Reamur Celcius Fahrenheit Kelvin
4 : 5 : 9 : 5
Contoh:
370 K = ........ C
T K = (t-273) C
370 K = (370-273) C
= 97 C

Pemuaian
Pemuaian di bagi menjadi 3 bagian yaitu:
Pemuaian zat padat.
Pemuaian zat cair
Pemuaian zat gas

Pemuaian zat padat
Pemuaian Panjang
Muai panjang berbagai zat padat dapat di selidiki dengan alat musschenbrock
Koefisien maui panjang zat padat: bilangan yanh menyatakan pertambahan tiap satuan panjang jika suhu naik 100C.
Rumus:
a = (L_t-L_o)/(L_o " " t)
L_t = L_o+ L_o a t
Lt = Lo (1+ αt)
Ket:
Lt : Panjang batang setelah dipanasi
Lo : Panjang batang mula-mula
α : Koefisien muai panjang
t : Kenaikan suhu
Contoh : sebatang kuningan panjang 50 cm, suhu 20C. Berapa panjang batang jika di panaskan sampai 100C ?
αkuningan = 0,000019 /C
Jwb : L100 = L 20 [1+a(100-20)]
= 50 [1 + 0,000019 x 80]
= 50 x 1,00152
= 50,076 cm
Muai Luas
Jika benda padat yang dipanasi memiliki luas maka akan mengalami muai luas. Besar koefisien muai luas (β=2α)
Rumus: At = Ao + Ao 2 ± t
Muai Volume
Jika benda padat yang dipanaskan berbentuk balok, kubus, bola. Maka mengalami muai volume besar koefisien muai volume (Y =3a)
Rumus: Vt = Vo + Vo 3at
Pemuaian Zat Cair
Zat cair yang berbeda memiliki muai volume yang berbeda. Besar muai volume zat cair di pengaruhi koefisien muai zat cair.
Pengaruh koefisien muai zat cair
Anomaly air: air mempunyai sifat dari 00-40C tidak memuai sehingga Vair suhu 400C terkecil dan massa jenis terbesar. Sifat air pada suhu 0-40C disebut Anomaly Air
Pemuaian Gas
Gas akan memuai jika dipanaskan, nilai koefisien muai untuk semua jenis gas 1/273 / k atau 0,00363/k. Koefisien muai gas: bilangan yang menunjukkan berapa tambahan volume. Tiap satuan volume gas jika suhu naik dari 00-10C pada tekanan tetap.
Rumus:
Vt = Vo (1+βρ.t)
Vt = Vo [1+t/273] Karena βρ=1/273
BAB V

KALOR
Kalor adalah salah satu bentuk energy yang berhubungan dengan panas. Maka biasanya disebut energy panas.
Satu kalori = benyaknya kalor untuk memaskan 1 gram sehingga sehunya naik 1C. 1 K Kal = 100 Kal
Rumus: Q=mxcxt
Ket : Q = Kalor yang dibutuhkan
m = Massa (gr)
C = Kalor Jenis (Kal/grC)
t = Kenaikan suhu (C)
Kapasitas Kalor (H)
Kapasaitas Kalor: banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu benda untuk menaikkan suhu 1C.
Rumus: H=Q/t / Q=c.t
Ket : Q = Kalor yang diperlukan (j)
t = Kenaikan suhu (C atau K)
H = Kapasitas kalor (j/k)
Kalor jenis adalah bilangan yang menunjukkan berapa kalor yang diperlukan tiap 1 gram zat untuk menaikan suhu 1C.
Kalori jenis berbagai zat
Contoh:
Panci alumunium massa 0,5 kg, suhu 15C diberi kalor 22500 j. Barepa suhu panic tersebut ?
(c al= 900 J /Kg C)
Jawab:
Diket : m = 0,5 kg
T1 = 15C
Q = 22.500 J
C = 900 J/kgC
Dit : t2=…?
Jawab : Q = m.c.t
t = Q/(M.C)



T2 =


= (22500 j)/(0,5 kg .〖900〗^j/〖kg〗^0 C)
50 C
T1+t = 15 + 50
65C

Azas Black
Menurut Joseft Black yang dikenal dengan azas black sebagai serikut: banyaknya kalor yang dilepas (benda yang suhunya tinggi) sama besar dengan kalor yang diterima (benda yang suhunya rendah)
Kalor dapat mengubah wujud zat. Perubahan wujud zat dapat di gambarkan:

Ket:
Mencair : Perubahan wujud dari padat ke cair
Membeku : Perubahan wujud dari zat cair ke padat
Mennguap : Perubahan wujud dari cair ke gas.
Mengembun : Perubahan wujud dari gas ke cair
Menyumblik : Perubahan wujud dari padat ke gas
Rumus: Mencair dan mengembun
Q= m.
Rumus: Menguap dan mengembun
Q=m. 
Contoh:
Untuk meleburkan sekilo es 0C sehingga seluruhnya berubah menjadi air suhu 0C. Banyaknya kalor yang di perlukan (Les= 230.000J/kg)
Jawab : m = 5 kg
 = 330.000J/kg
Q = m.L
5x330.000
1,65 x 103 J = 65 J

Contoh:
Berapa kalor yang diperlukan 2 kg air untuk menguap pada titik uapnya ? (U=2260J/Kg)
Jawab : Mar = 2 Kg
 = 2260 J/Kg
Q = M.
2x2260
4520 KJ
Perpindahan Kalor:
Perpindahan kalor dibagi menjadi tiga:
Konduksi adalah
Perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan pertikel zat
Konveksi adalah
Perpindahan kalor melalui zat perantara dengan disertai pertikel zat
Radiasi adalah
Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara.
BAB VI

TEKANAN
Tekanan pada Zat Padat
Tekanan pada zat padat terjadi jika ada gaya kerja dan luas bidang kerja. Besarnya tekanan pada zat padat.
Sebanding dengan gaya kerjanya
Sebanding terbalik dengan luas bidang karja.
Persamaan: Ρ = F/A
Ket:
F = Gaya kerja (N)
A = Luas bidang tekan (m2)
ρ = Tekanan (N/M^2 )
Tekanan pada Zat Cair
Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang dilakukan oleh zat cair yang diam.
Tekanan hidrostatis di pengaruhi oleh:
Kedalaman titik dalam zat cair.
Berat jenis zat cair
Persamaan: ρh = S.h
Ket:
ρh = Takanan hidrostatis
S = Berat zat cair
h = Kedalaman zat cair
Hukum Bejana berhubungan tersebut tidak berlaku jika bejananya:
Di isi zat cair yang tidak sejenis
Di isi zat cair yang mengalir
Salah satu pipanya , pipa kapiler
Di goyang-goyangkan.
Bejana berhubungan jika di isi zat cair yang berbeda, ketinggian zat cair di kedua kakinya tidak sama.
Hukum Pascall
“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan kesegala arah dan sama besa”r. “Rumus: p1=p2
F_1/A_1 =F_2/A_2
Hukum Archimides
“Jika sebuah benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya dalam zat cair, benda akan mendapat gaya ke atas sebesar berat zat cair yang di pindahkan.
Persamaan:
Fa=Wu-Wz
Fa=S.V
Fa=ρ.g.v
Ket:
Fa = Gaya keatas oleh cairan
Wu = Berat benda di udara
Wz = Berat benda diair
S = Berat benda zat cair
V = Volum zat cair
P2 = Massa zat cair
G = Percepatan gravitasi
Tekanan gas dalam ruang tertutup
Hukum Boyle: “Hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup tetap jika suhunya tetap”.
Hukum boyle berlaku jika:
Suhu gas tetap
Tidak terjadi reaksi kimia.
Massa gasnya tetap
Monometer adalah alat untuk mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup.
Tertutup: Benda beratnya 200 N diletakkan di atas lantai yang luasnya 0,5 m2. Tekanan yang di alami lantai sebesar ?
Diket : F = 200 N
A = 0,5 m2
Dit : ρ =

=
= F/A
200/0,5
100


BAB VII

ENERGI
Macam-macam energi:
Energi listrik
Energi kalor
Energi kimia
Energi cahaya
Energi bunyi
Energi pegas
Energi potensial
Energi nuklir
Satuan energi dalam SI dinyatakan dengan joule (J).
Mengenal dua jenis sumber energi:
Sumber energi yang bisa diperbarui.
Contoh: air, angin, cahaya matahari
Sumber energi yang tidak dapat diperparui
Contoh: minyak, batubara, gas alam
Sumber energi utama di alam adalah gabungan dari energi potensial dan energi kinetik benda.
Rumus: Em=Ep+Ek
Ket:
Em = Energi mekanik
Ep = Energi potensial
Ek = Energi Konetik (Juole)


Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya, setiap benda yang berada di atas permukaan tanah memilkik energi potensial.
Rumus: Ep=m.g.h
Ket:
Ep = Energy potensial (joule)
m = Massa benda (kg)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
h = Ketinggian (m)

Energi Kinetik
energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak. Benda yang dia energi kinetiknya nol (0).
Rumus : Ek= 1/2.m.v^2
Ket :
Ek = Energi kinetik (joule)
m = Massa benda (kg)
v = Kecepatan (m/s)
Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa “Besarnya energi mekanik pada sebuah benda adalah tetap”.

Hukum Kekekalan Energi
“Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi hanya dapat berubah bentuk menjadi energi bentuk lain”.
Contoh soal untuk energi kinetik
Sebuah bola yang massanya ½ kg di lempar dengan kecepatan 6 m/d berapakah besar energi kinetik dari bola tersebut.
Diket : m = ½
v = 6 m/d
Dit : Ek ?
Ek =


=

=
=

1/2 m.v^2
1/2.1/2.6^2
1/4.36
9 joule
Contoh soal untuk energi potensial
Sebuah durian tergantung di pohon pada ketinggian 12 m dari permukaan tanah, jika massa durian ½ Kg dan kecepatan gravitasinya 10 m/dt2. Berapakah besar energi durian tersebut.
Diket : h = 12 m
m = ½ kg
g = 10 m/dt2
Dit : Ep ?
Ek =

=

= m.g.h
1/2.10.12
60 joule



BAB VIII
DAYA LISTRIK
Daya : kemampuan
Power → Lambang daya = P
P= w/t → w = P.t
Ket :
P = Daya (w)
w = Energi (J)
t = Waktu (sekon)
Diketahui daya listrik sebesar 60 watt, Selama 2 menit berapa energi yang diperlukan.
Diket : P = 60 w
t = 2 menit = 120 detik
Dit : w ?
w =
=
= P.t
60.120
7200 J


BAB IX
MUATAN LISTRIK
Sifat muatan listrik
Jika 2 buah muatan listrik yang sejenis apabila didekatkan terjadi gaya tolak-menolak.
Jika 2 buah muatan listrik yang tidak sejenis maka akan terjadi tarik-menarik.
Besaran ini hukumnya adalah : coulumb
Bunyi : besarnya gaya tarik-menarik dan menolak adalah berbanding lurus dengan bermuatan tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak muatan itu.
Rumus : F=k.Q_(1-Q_2 )/r^2
Ket :
F = Gaya tarik-menarik dan tolak-menolak (N)
k = konstanta
Q1 = Muatan 1 (c)
Q2 = Muatan 2 (c)
r = Jarak kedua muatan (m2)
Contoh
2 buah muatan listrik masing-masing positif 40 C dan + 250 C. Jika keduanya jarak 5 m. Hitunglah gaya tolak-menolak.
Diket : Q1 = + 40 C
Q2 = + 250 C
r = 5
Dit : F
F =

=

=

= (Q_(1.) Q_2)/r^2
40.250/5^2
10.000/25
400 N
Bahan/benda-benda yang mengatarkan listrik dibagi 3 kelompok.
Konduktor adalah benda-benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Contoh : besi, seng
Isolator adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan lsitrik. Contoh : kayu, karet, kulit dan plastik.
Semi konduktor adalah benda-benda yang dapat menghantar listrik sangat lemah. Contoh : silikon, karbon, germanium.


BAB X
BUNYI
Pengertian bunyi
Bunyi ditimbulkan oleh benda yang bergetar. Bunyi merambat sebagai gelombang longitudinal. Perambatan bunyi memerlukan medium, sehingga bunyi termasuk gelombang mekanik.
Syarat terdengar bunyi :
Ada sumber bunyi (benda yang bergetar)
Ada zat perantara (medium)
Ada penerima yang berada pada jangkauan sumber bunyi
Intensitas cahaya pada batas pendengaran

Bunyi menurut frekuensinya dibedakan :
Infrasonik : bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Contoh : anjing
Audiosonik : bunyi yang frekuensinya antara 20-20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar manusia.
Ultrasonik : bunyi yang frekuensinya > 20.000 Hz. Contoh : kelelawar

Manfaat bunyi ultrasonik :
Melihat bagian dalam tubuh (USG)
Memunahkan bakteri
Meratakan campuran homogen

Karakteristik bnyi :
Cepat rambat bunyi : hasil bagi jarak sumber bunyi pendengar dengan selang waktu yang diperlukan.
Rumus : v= s/t


Ket :
v = Kecepatan
s = Jarak
t = Waktu
Cepat rambat bunyi dipengaruhi :
Jenis zat perantara (medium)
Suhu zat perantara
Contoh
Sumber bunyi yang terletak 1600 m, merambat diudara selama 5 sekon, cepat rambat gelombang bunyi adalah . . . .
Diket : s = 1600 m
t = 5 s
Dit : v = .....?
Jawab : v =

=


= s/t
1600/5
320 m/s

Nada bunyi
Berdasarkan frekuensi bunyi ada yang teratur dan tidak teratur.
Desah : bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
contoh : suara angin, gemericik air, benda jatuh.
Nada : bunyi yang frekuensinya teratur.
contoh : bunyi alat musik.
Gelombang tranversal : gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya.
Gelomang longitudinal : gelombang yang arah rambatannya berimpitan dengan arah getar.
Resonansi : panjang kolol udara pada pipa resonansi.
Rumus :
α.v = .N
Ket :
v = Kecepatan (m/det)
d = Panjang gelombang (m)
F = Frekuensi bunyi (Hertz)
Contoh :
Sebuah garputala dengan frekuensi 400 Hz, digetarkan diatas tabubg resonansi. Pertama terjadi pada panjang kolom udara 16 cm.
Berapa panjang gelombang
Dimana terjadi resonansi ke-2
Pemecahan
Diket : F = 400 Hz
1 = 16 m
Dit :  = .....?
2 = .....?
Jawab : 1
16
 =
=
=
= ¼.
¼.
64 cm
0,64
2 =

=

= 3/4. 
3/4.64
48 cm
Macam bunyi pantul :
Gaung/kerdam : bunyi pantul terdengar sebagian bersama bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas.
Contoh : Bunyi asli : Mer-de-ka
Bunyi pantul : Mer-de-ka
Terdengar : Mer-de-ka-Mer-de-ka
Gema : bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai.


BAB XI
MAGNET
Jenis kutub magnet
Sifat kutub magnet adalah :
Kutub sejenis akan tolak-menolak
Kutub tidak sejenis akan tarik-menarik
Kutub utara magnet pada kompas akan selalu menunjuk kearah utara
Kutub selatan magnet pada kompas akan selalu menunjuk kearah selatan
Magnet menarik benda dari bahan tertentu.
Berdasarkan kuat lemahnya gaya tarik magent pada suatu benda dikenal 3 jenis benda :
Ferromagnetik adalah benda yang ditarik dengan kuat oleh magnet.
Paramagnetik adalah benda yang ditarik dengan lemah oleh magnet.
Diamagnetik adalah benda yang tidak ditarik oleh magnet.
Cara membuat magnet :
Menggosok dengan arah yang sama
Mengaliri arus listrik
Induksi
Cara menghilangkan sifat magnet :
Dipanaskan sampai berpijar
dipukul-pukul
dijatuh-jatuhkan

BAB XII
GERAK LURUS
Pengertian gerak
Kecepatan dan Percepatan
Kelajuan adalah perbandingan jarak yang ditempuh dengan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut.
Kecepatan adalah perbandingan antara perpindahan suatu benda dengan waktu yang dibutuhkan.

Gerak lurus
Berdasar lintasannya gerak suatu benda dapat berupa gerak lurus, gerak parabola dan gerak melingkar.
Gerak lurus adalah gerak yang memiliki lintasan berupa garis lurus.
Gerak lurus dengan kecepatan selalu tetap disebut gerak lurus beraturan (GLB). Dirumuskan v = s/t
Gerak lurus dengan percepatan selalu tetap disebut gerak lurus berubah beraturan. Pada GLBB kecepatannya berubah secara beraturan.
GLBB dipercepat
Vt = Vo + ½ αt2, dimana Vt = Kecepatan setelah t
Vo = Kecepatan awal
α = Percepatan
t = Waktu
GLBB diperlambat
Vt = Vo – ½ αt2
Gerak vertikal keatas
h = Vo – ½ gt2
Gerak jatuh bebas
h = Vo + ½ gt2

BAB XIII
CERMIN DAN LENSA
Cermin datar dan cermin cembung menghasilkan bayangan maya, sifat bayangan benda yag dihasilkan maya, tegak, sama dengan bendanya dan jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin. Cermin cekung dapat menghasilkan bayangan nyata atau maya bergantung letak bendanya. Bila benda diruang I sebuah cermin cekung maka sifat bayangannya adalah : maya, tegak, diperbesar. Bila berada diruang II maka sifat bayangannya adalah : nyata, terbalik, diperbesar. Bila benda terletak di ruang III, maka sifat bayangannya adalah : nyata, terbalik, diperkecil. Bila benda tepat dititik fokus, maka bayangannya di tak hingga. Bila benda tepat dipusat kelengkungan cermin, maka sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, sama besar. Pada cermin datar untuk menghitung jumlah bayangan benda didepan dua buah cermin datar yang membentuk sudut tertentu adalah :
n= 360/a - 1
n = jumlah bayangan
α = sudut yang dibentuk oleh dua cermin datar
Cermin datar digunakan untuk bercermin. Cermin cekung digunakan untuk menciptakan berkas cahaya lampu senter dan memperbesar bayangan.
Lensa cembung mengumpulkan cahaya. Lensa cekung menyebarkan cahaya.
Persamaan yang berlaku pada cermin dan lensa
1/S_1 + 1/S_0 = 1/F
M= |S_1/S_0 |= |h_1/h_0 | R=2 F
So = Jarak benda (cm)
S1 = Jarak bayangan (cm)
F = Jarak fokus
R = Jari-jari kelengkungan (cm)
M = Perbesaran (kali)
ho = Tinggi benda (cm)
h1 = Tinggi bayangan (cm)
BAB XIV
ALAT OPTIK
lensa korektif dapat digunakan untuk memfokuskan bayangan pada retina. orang yang rabun jauh miopi harus memakai lensa cekung dan orang yang rabun dekat/hipermetropi harus menggunakan lensa cembung. pada penderita miopi lensa mata kurang dapat mengembang sehingga bayangan benda jatuh didepan retina mata. pada pendertita hipermetropi lensa mata kurang dapat memilih seingga bayangan dibelakang retina mata.
Teleskop
telekop adalah alat untuk mengamati keadaan ruang angkasa seksama lup/kaca pembesar.
pembesaran pada lup adalah sebagai berikut “
Mata tak berakomodasi
M= Sn/F M = Perbesaran
Sn = jarak baca
F = jarak fokus
Mata berakomodasi
M= Sn/F+ 1
Daya akomodasi mata adalah kemampuan lensa mata untuk mengembang dan memipih sesuai dengan jarak benda yang akan dilihat. Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil.


BAB XV
RANGKAIAN LISTRIK
Hukum Kirchoff
Hukum Kirchoff ini dikemukakan oleh seorang fisikawan yang bernama Gustar Robert Kirchoff.
Bunyi hukum Kirchoff :
Jumlah kuat arus yang masuh kesuatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang tersebut.
I masuk = I keluar
Dimana  (sigma) = jumlah
Arus listrik pada rangkaian tak bercabang

Bila I1 = 2 A, maka I2 = 2 A, I3 = 2 A, I4 = 2 A. Dalam rangkaian tak bercabang kuat arus di mana-mana sama besar atau I1 = I2 = I3 = I4.

Arus listrik pada rangkaian bercabang

Bila I = 6 A, maka I1 = 2 A, maka I2 = 2,5 A, I3 = 0,5 A, I4 = 1 A. Dalam cabang rangkaian besarnya kuat arus masuk.
Rumus rangkaian seri Rs = R1 + R2 + R3 + . . . . .
Rumus rangkaian paralel 1/RP= 1/R_1 + 1/R_2 + 1/R_3 + ….
Contoh rangkaian seri
Jika R1 = 3 
R2 = 4 
R3 = 5 
Berapa hambatan pengganti rangkaian.
Jawab : Rs = R1 + R2 + R3
= 3 + 4 + 5
= 12 
Contoh rangkaian paralel
Jika R1 = 12 
R2 = 4 
1/RP= 1/R_1 + 1/R_2
= 1/12+ 1/4
= 1/12+ 1/12
= 1/RP= 4/12
RP= 12/4
RP = 3 
BAB XVI
USAHA
Konsep usaha
Usaha = kerja (W = work)
Menurut ilmu fisika, seseorang yang mendorong gerobak dikatakan melakukan usaha atau kerja setelah berhasil memindahkan gerobak tersebut.
Usaha (W) didefinisikan sebagai hasil kali antara gaya yang bekerja (F) dan perpindahan benda (S). Persamaan :
W = F. S
Ket : F = gaya (N)
S = perpindahan (m)
W = usaha/kerja (J)
Usaha bernilai positif jika gaya bekerja searah dengan perpindahan benda.
Usaha bernilai negatif jika gaya bekerja berlawanan arah dengan perpindahan benda.

BAB XVII
PESAWAT SEDERHANA
Pesawat = alat
Pesawat sederhana adalah alat-alat sederhana yang dipergunaakn untuk memudahkan melakukan usaha/kerja. Alat ini berfungsi untuk mengubah arah gaya sehingga diperoleh posisi seperti yang diinginkan dan utnuk memperkecil gaya yang dibutuhkan.
Pesawat sederhana dibedakan menjadi tiga yaitu :
Tuas atau pengungkit
Katrol atau kerek
Bidang miring

Tuas/pengungkit
Sebuah tuas/pengungkit merupakan batang yang ditimpu di salah satu titik pada batang tersebut.
Bagian-bagian tuas ditunjukkan pada gambar berikut :


Ket : T = tumpu (titik yang tidak berpindah)
W = berat benda (N)
F = gaya kuasa (N)
lb = lengan beban (jarak W-t)
lk = lengan kuasa (jarak F-t)
Pada semua jenis tuas berlaku persamaan :
W = lb = F.lk
Perbandingan antara berat benda dan gaya (kuasa) disebut keuntungan mekanik (Km)
Jadi Km= W/F atau Km= lk/lb
Katrol atau Kerek
Pada dasarnya katrol juga merupakan tuas atau pengungkit. Dimana titik beban dan kuasanya tidak berimpitan pada batang tuas, tetapi di hubungkan oleh seutas tali.
Katrol dibedakan menjadi 3 yaitu :
Katrol tetap
Katrol bergerak/katrol bebas
Katrol gabungan/blok katrol

Katrol tetap
Keuntungan mekanik katrol tetap dapat ditentukan sebagai berikut :
Km= lk/lb= r/r=1
Oleh karena itu berlakulah
Km= W/F
ι= W/F  F = W
Jadi dengan menggunakan katrol tetap gaya yang diperlukan yang diangkat adalah sama dengan berat beban. Keuntungan katrol tetap adalah mengubah arah gaya sehingga memudahkan pekerjaan.
Katrol bergerak/katrol tetap
Keuntungan mekanik katrol bebas dapat ditentukan sebagai berikut :
Km= ιk/lb= 2r/r=2
Oleh karena itu berlakulah
Km= W/F
2= W/F  F= 1/(2 ) W
Jadi katrol bebas, gaya yang diperlukan besarnya setengah dari beban yang diangkat.

Katrol gabungan/Blok katrol
Keuntungan mekanik sistem katrol dapat ditentukan dengan menghitung banyaknya tali yang menahan beban (berhubungan langsung dengan blok beban). Bila banyaknya katrol pada blok kuasa sama dengan banyaknya katrol pada blok kuasa (n-buah), maka keuntungan mekanik sistem katrol dapat ditentukan dengan persamaan :
Km = 2.n sehingga gaya kuasa yang diperlukan dapat ditentukan menjadi:

F= W/2n

Bidang Miring
Prinsip dasar bidang miring dapat dijelaskan sebagai berikut :
Untuk memindahkan beban ketempat yang lebih tinggi (misalnya memindahkan drum minyak ketas truk) akan lebih mudah bila dipasang papan miring dari lantai keatas truk. Kemudian drum didorong melalui papan tersebut naik ke atas truk.
Karena W/F = Km, maka keuntungan mekanik bidang miring dapat dirumuskan :
Km= s/h
s = panjang papan (m)
h = ketinggian tempat (m)
W = beran beban (N)
F = gaya kerja (N)
Beberapa alat yang bekerja berdasarkan bidang miring adalah pisau, baji, tatah, mata kapak dan sekrup.

BAB XVIII
TATA SURYA
Galaksi
Pada malam yang cerah, ribuan bintang dapat kamu lihat dilangit. Sesungguhnya yang kamu lihat itu belum seluruhnya, masih terdapat lebih banyak lagi bintnag yang tidak mampu kamu amati.
Di angkasa terdapat bermilyar-milyar bintnag. Bintnag-bintang tersebut membentuk galaksi. Kita hidup di galaksi Bima Sakti. Yang mengadung sekitar 200 milyar bintang. Salah satunya bintang tersebut adalah matahari. Semua bintnag bergerak mengelilingi pusast galaksi.
Hukum Newton tentang gaya gravitasi antara dua benda dalam tata surya.
Menurut Newton : besarnya gaya gravitasi antara dua benda langit adalah sama dengan hasil kali massa kedua benda dibagi dengan nilai kuadrat jarak antara dua benda. Sehingga semakin jauh jarak kedua benda langit maka semakin kecil gaya gravitasi antara keduanya.
Rumus : F=G.(M_1.M_2)/r^2
Ket : F = gaya tarik-menarik antara 2 benda (Newton)
G = tetapan gravitasi = 6,7.10-11 Nm2/Kg2
M1 = massa benda 1 (kg)
M2 = massa benda 2 (kg)
r = jarak antara dua benda (m)
Contoh soal
Berapa gaya tarik-menarik antara bumi dan matahari?
Jawab
Diket :
Massa bumi = 5,98.1024 kg
Massa matahari = 1,989.1027 ton = 1,989.1030 kg
Jarak bumi ke matahari = 150.000 km = 1,5.1015 m
Tetapan gravitasi = 6,67.10-11 Nm2/kg2
Dit : gaya tarik-menarik antara bumi dan matahari?
Jawab : F= G.(M_(1.) M_2)/r^2
= 6,67.〖10〗^(-11) (〖11,989.10〗^30.〖5,98.10〗^24)/(〖(1,5.10〗^15 )^2 )
= (79,334.〖10〗^43)/(6,25.〖10〗^30 )
=12,69.〖10〗^33 Newton

Matahari
Matahari adalah pusat tata surya yang dikelilingi anggota-anggota tata surya, yaitu planet-planet dan benda-benda antar palnet seperti komet, asteroid dan meteroid. Matahari berjarak kira-kira 150 juta kilometer dari bumi (sama dengan 15 A), jarak ini 1546 . 000 kali jarak bintang yang paling terang, yaitu sirius. Massa matahari 1.989.10 ton atau 330.000 kali massa bumi. Namun massa jenis matahari hanya 1,409 gr/cm3 atau ¼ massa jenis bumi.

Planet
Sampai sekrang dikenal 8 planet yang sebelumnya ada 9 planet, karena pluto sudah tidak dianggap planet lagi. Perbandingan antara planet ditinjau dari massa, jari-jari, jarak rata-rata dari matahari, kala revolusi, dan kala rotasi.
Sejak ditemukannya planet pluto pada tahun 1930, para astronom memasukkan pluto dalam kategori tata surya kita terdiri dari matahari sebagai pusat edar, 9 (sembilan) planet yaitu : merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus, dan pluto yang selalu beredar mengelilingi matahari. Selain planet-planet tersebut, didalam tata surya kita juga terdapat komet dan asteroid.
Revolusi : peredaran planet mengelilingi matahari.
Rotasi : perputaran planet pada porosnya
Meteroid : benda padat yang terpisah dari komet.

BAB XIX
Gelombang dan Getaran
Gelombang
Dalam suatu gelombang tranversal, arah getar gelombang tegak lurus terhadap arah rambatnya. Contohnya gelombang tali, gelombang radio, gelombang permukaan air. Hubungan panjang gelombang dengan panjang tali gelombang tranversal adalah dituliskan sebagai berikut :
Rumus n.λ=l
Ket : n = jumlah gelombang
λ = panjang gelombang tali (m)
l = panjang tali (m)
cepat rambatnya gelombang sama dengan panjang gelombang dikalikan dengan frekuensinya.
Rumus : v = λ x F atau v= λ/T

Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik melalui titik keseimbangan. Contoh getaran antara lain getaran penggaris, bandul.
Simpangan adalah jarak antara benda yang bergetar dengan titik keseimbangannya. Simpangan terbesar suatu getaran diebut amplitudo. Periode suatu getaran adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran secara matematis periode getaran.
Rumus : T= t/n ket : T = periode (s)
t = waktu (s)
n = jumlah getaran (kali)

BAB XX

Pasang Naik dan Pasang Surut dengan Posisi Bulan
Perubahan posisi ini berpengaruh terhadap tinggi rendahnya air laut dipermukaan bumi yang lazim disebut pasang naik dan pasang surut.
Pasang naik dan pasang surut air laut terjadi karena pengaruh gaya gravitasi oleh matahari dan bulan terhadap bumi.
Air laut disuaatu permukaan bumi mengalami pasang naik bila permukaan bumi tersebut segaris atau berhadapan langsung dengan bulan atau matahari.

Bulan
Bulanmerupakan satelit bumi dan sekaligus tetangga terdekat bumi dalam tata surya. Bulan juga yang merupakan benda yang paling cemerlang dilangit pada malam hari. Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri melainkan memantulkan cahaya matahari yang jatuh padanya.
Bulan berbentuk bola dengan garis tengah sekitar 3,476 km, lebih dari ¼ garis tengah bumi. Gaya gravitasi bulan 1/6 gaya gravitasi bumi. Waktu edar bulan 29,5 hari dan kala rotasinya juga 29,5 hari.
Gerakan bulan
Bulan berputar pada porosnya (rotasi)
Bulan mengelilingi bumi (revolusi)
Bersama-sama dengan bumi mengelilingi matahari.
Bayangan bulan terdiri dari :
Umbra : bagian yang gelap
Penumbra : bagian yang agak terang (kabur)
Jeni-jenis gerhana matahari :
Gerhana matahari total : terjadi jika matahari terhalang sepenuhnya oleh bulan. Matahari tampatk sebesar bulan, kedudukan matahari, bulan dan bumi pada satu garis lurus
Gerhana matahari cincin : terjadi apabila bulan, tampak lebih kecil dari matahari, sehingga tampak cincin disekitar bulan.
Gerhana matahari sebagian : terjadi apabila bulan menutupi sebagian matahari.
Gerhana bulan terjadi apabila bumi berada diantara matahari dan bulan, maka bayangan bumi jatuh pada bulan (bulan) terhalang oleh bumi). Karena matahari jauh lebih besar dari bumni sehingga bayangan bumi ada 3 macam yaitu :
Bayangan inti (umbra) : berada pada bagian tengah yang sangat gelap.
Bayangan kabur (penumbra) : bayangan yang mengelilingi bayangan inti.
Postinya berantakan ya. Mau yang sudah rapi dan full silahkan download

Kapita selekta pemerintahan

April 11, 2013
PEMBAHASAN


Hubungan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
a).Prinsip pelaksanaan otonomi daearah
Dalam rangka melancarkan pelaksanaan pembangunan yang terbesar di seluruh pelosok negara dan dalam rangka membina kesatuan bangsa,maka hubungan yang serasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di kembangkan atas dasar keutuhan negara kesatuan dan di arah kan pada pelaksanaan otonomi daerah secara nyata,dinamis,dan bertangung jawab yang dapat menjamin perkembangan dan pembangunan daerah dan di laksanakan bersama-sama dengan dekosentrasi.
Prinsip-prinsip pokok tentang pelaksanaan otonomi daerah itu mengandung intisari yang dapat di pakai sebagai pedoman pelaksanaan otonomi daerah.
Prinsip otonomi yang berarti pemberian otonomi kepada daerah hendak nya berdasarkan pertimbangan,perhitungan tindakan,dan kebijaksanaan yang benar-benar dapat menjamin bahwa daerah yang bersangkutan nyata-nyata mampu mengurus rumah tangga nya sendiri.
Prinsip otonomi yang bertanggung jawab berarti bahwa pemberian otonomi daerah itu benar-benar sesuai dengan tujuan nya,yaitu:
1) Lancar dan teratur nya pembangunan di seluruh wilayah negara.
2) Sesuai atau tidak nya pembangunan dengan pengarahan yang telah di berikan.
3) Sesuai dengan pembinaan politik dan kesatuan bangsa.
4) Terjamin nya keserasian hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah;dan
5) Terjamin nya pembangunan dan perkembangan daerah.
b).Tujuan pemberian otonomi
Tujuan pemberian otonomi kepada daerah berorientasi kepada pembangunan yaitu,pembangunan dalam arti luas yang meliputi semua segi kehidupan dan penghidupan.
Dengan demikian,otonomi daerah lebih condong merupakan kewajiban dari pada hak,hal ini berarti bahwa daerah berkewajiban melanjar kan jalan nya pembangunan dengan sungguh –sungguh dan penuh rasa tanggung jawab sebagai sarana untuk mencapai cita-cita bangsa,yaitu masyarakat yang adil dan makmur,baik materil maupun spiritual.
Asas dekosentrasi dan asas desentralisasi dalam penyelengaraan pemerintah daerah sama penting nya.Apakah suatu urusan pemrintahan di daerah akan tetap di selengarakan oleh perangkat pemerintah pusat(atas dasar dekosentrasi)atau di serahkan kepada daerah sehingga menjadi urusan otonomi pada gaya guna dan hasil guna penyelenggaraan urusan pemerintah itu.karena negara kita adalah kesatuan,penyelenggaraan pemerintah di daearah dan pelaksanaan usaha –usaha serta kegiatan –kegiatan apapun dalam rangka kenegaraan harus tetap dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pembentukan pemerintah daerah otonom tidak semata-semata di dasarkan semata di dasarkan atas besarae nya pendapatan daerah karena pada dasar nya pemerintah seluruh nya adalah tanggung jawab nasional.Oleh karena itu dalam ada pembentukan pemerintah daerah otonom yang terpenting adalah:
a. Pelimpahan wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah;
b. Peningkatan swadaya masyarakat di daerah,dan
c. Kesadaran rasa tangung jawab warga negara masing-masing daerah.
Agar pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dapat berjalan dengan baik,perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemrintah daerah harus di atur dalam undang –undang.Daerah perlu di beri sumber –sumber pembiayaan yang cukup supaya dapat mengurus rumah tangga nya sendiri.Biaya rumah tangga daerah di peroleh dari sumber-sumber sebagai berikut;
a. Pemerintah pusat,dalam bentuk:
1) Subsidi,sumbangan,atau bantuan pemerintah pusat;
2) Pinjaman dari luar negri melalui pemerintah pusat;
3) Sunber –sumber penghasilan yang semula merupakan wewenang pemerintah pusat,tetapi kemudian di serahkan kepada pemerintah pusat.
b. Sumber-sumber keuangan di daerah sendiri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti;
1) Hasil pajak daerah
2) Hasil retribusi daerah
3) Hasil perusahaan daerah
4) Dan lain –lain usaha daerah yang sah.
Kekuasaan dan wewenag pemerintah daerah sebenar nya adalah pelimpahanan dari pemerintah pusat kepada daerah.Jadi,apabila dilihat dari segi pemerintah pusat,pemerintah daerah otonom pemerintah pusat adalah organ pemerintah pusat.Akan tetapi apabila dilihat dari segi pemerintah daerah,pemerintah daerah adalah pemerintah otonom.Hal ini jelas terlihat dari pengangkatan kepala daerah.Pengangkatan itu di tetapkan pemerintah pusat.
Oleh karna itu,tugas dan wewenang dalam pelaksanaan pemerintahan di kerjakan bersama oleh pemerintah pusat dan juga oleh pemerintah daerah atau sama sekali tidak di kerjakan,baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memperhatikan keseimbangan antara kewajiban yang diberikan kepada daerah dan struktur pemerintah daerah.

Konsep Dasar Administrasi Pemerintah Daerah
A. Pengertian Administrasi Pemerintah Daerah
Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari 33 propinsi, yang masing-masing propinsi tersebut setelah berlakunya undang-undang tentang pemerintahan daerah (mulai tahun 1974 sampai sekarang) telah memiliki kewenangan penuh dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Sehingga dalam pelaksanaanya pun dibutuhkan sebuah administrasi pemerintah daerah. Dalam mata kuliah ini akan dibahas lebih dalam mengenai administrasi pemerintah daerah. Untuk itu sangat perlu kiranya pembahasan diawali dengan pengertian administrasi pemerintah daerah.
Administrasi pemerintah daerah, terdiri dari 3 kata yaitu administrasi, pemerintah dan daerah. Administrasi dapat diartikan dalam 2 hal yaitu administrasi dalam arti sempit dan administrasi dalam arti luas. Secara sempit administrasi diartikan sebagai kegiatan yang bersifat tulis menulis tentang segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi, jadi kegiatan yang dimaksud tidak lebih dari kegiatan tata usaha. Seperti mengetik, mengirim surat, mencatat keluar dan masuk surat, penyimpanan arsip dan yang termasuk pada proses pelayanan lainnya.
Sedangkan administrasi dalam arti luas merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Kegiatan-kegiatan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Dalam pengertian luas ini, pengertian tata usaha termasuk didalamnya. Administrasi yang dimaksud tidak hanya pada badan-badan pemerintah saja, tetapi juga terdapat pada badan-badan swasta.
Kemudian, kita masuk dalam pengertian administrasi pemerintah. Pada hakekatnya administrasi pemerintah adalah administrasi Negara dalam arti sempit. Administrasi Negara dalam arti luas sebagai obyeknya adalah Negara lengkap dengan badan-badan Negara baik itu eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Sedangkan dalam arti sempit yang menjadi obyek adalah pemerintah (eksekutif). Administrasi pemerintah berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pemerintahan yang dapat dikelompokkan dalam 3 fungsi/kegiatan dasar yaitu: perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas administrasi , pengunaan dinamika administrasi.
1. Perumusan Kebijakan
Perumusan kebijakan politik pemerintah dalam system pemerintahan kita didasarkan pada kebijakan politik yang lebih tinggi. Sebagai ilustrasi presiden dan para menteri yang bersangkutan menetapkan kebijakan pemerintah dibidang ideology, politik, ekonomi, social budaya dan hankam dengan berpedoman pada UUD 1945, ketetapan-ketetapan MPR dan berbagai UU yang berlaku. Adapun langkah-langkah dalam perumusan kebijakan adalah sebagai berikut:
• Analisis yang baik terhadap keadaan-keadaan yang nyata
• Melakukan perkiraan (forecast) keadaan-keadaan yang akan dating dan menyusun alternative-alternatif langkah kegiatan yang harus ditempuh.
• Menyusun strategi
• Pengambilan keputusan.
2. Pelaksanaan Tugas Administrasi
Pelaksanaan tugas administrasi adalah merumuskan kebijakan pelaksanaan dari kebijakan politik pemerintah yang telah ditetapkan sebelumnya. Para pejabat yang bertugas merumuskan kebijakan pelaksanaan/operasional adalah para pejabat professional yang pada umumnya bekerjan pada kantor-kantor menteri negara/ departemen teknis/ lembaga-lembaga pemerintah yang secara fungsional mempunyai keahlian dalam bidangnya masing-masing.
Pelaksanaan tugas administrasi ini meliputi kegiatan-kegiatan pengaturan/ pengendalian dibidang:
• Struktur organisasi
• Keuangan
• Kepegawaian
• Sarana/peralatan
3. Penggunaan Dinamika Administrasi
Semua kebijakan yang telah ditetapkan perlu dilaksanakan secara operasional agartercapai tujuan yang dimaksud dalam kebijakan itu sendiri. Dalam hal ini peranan unsure dinamika administrasi adalah sangat besar yakni dalam rangka proses pencapaian tujuan secara berdaya guna dan berhasil guna. Unsur dinamika penggerak administrasi ini meliputi:
a.Pimpinan
b. Koordinasi
c.Pengawasan
d. Komunikasi dan kondisi yang menunjang
Kemudian, dalam penyelenggaraannya, administrasi pemerintah menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Administrasi pemerintah dalam kegiatannya berdasarkan atas hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam penyelenggaraan pemerintahannya, pemerintah termasuk didalamnya badan-badan pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah, harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Artinya setiap tindakan pemerintah harus mempertimbangkan dua kepentingan yakni tujuan dan landasan hukumnya.
2. Administrasi pemerintah dalam kegiatannya berdasarkan keputusan politik yang dibuat oleh badan yang berwenang. Dalam menjalankan kewenangannya administrasi pemerintah di Indonesia berdasarkan atas ketetapan-ketetapan MPR yang bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam 5 tahun.
3. Administrasi pemerintah dalam pengaturan organisasinya bersifat birokrasi. Birokrasi dalam arti yang sebenarnya dimaksudkan untuk mengorganisasi secara teratur suatu pekerjaan harus dilakukan oleh orang banyak. Di negara kita pengaturan organisasi pemerintah berdasarkan atas struktur birokrasi yang mengatur segala kegiatan pemerintah baik kedalam maupun keluar dan tata cara pengambilan keputusan yang kompleks.
4. Administrasi pemerintah dalam menjalankan kegiatannya berdasarkan pada prosedur kerja yang ditetapkan dalam peraturan-peraturan misalnya peraturan perijinan, peraturan tentang pedagang kaki lima, dan sebagainya.
Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri administrasi pemerintah, kemudian satu hal yang menjadi inti mata kuliah ini adalah pengertian administrasi pemerintah daerah.
Yang dimaksud dengan administrasi pemerintah daerah adalah penyelenggaraan pemerintahan di daerah dengan berdasarkan prinsip desentralisasi. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom (propinsi, kabupaten dan kota). Sementara itu otonomi daerah merupakan kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.
Pendelegasian kewenangan ditinjau dari visi implementasi praktis di daerah dapat disederhanakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu pendelegasian kewenangan politik, pendelegasian kewenangan urusan daerah dan pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. Sementara itu substansi kewenangan daerah mencakup seluruh kewenangan bidang pemerintahan kecuali dalam bidang pertahanan, keamanan, politik luar negeri, peradilan (yustisi) moneter dan fiskal nasional, serta agama ( UU no 32 pasal 10:3).
Landasan Pembentukan Pemerintah Daerah
Sumber utama kebijaksanaan umum yang mendasari pembentukan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah adalah Pasal 18:1-7 UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002, yang antara lain menyatakan bahwa:
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang.
2. Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
3. Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.
4. Gubernur, Bupati dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokratis.
5. Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintahan pusat.
6. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
7. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang.
Dalam penjelasan pasal tersebut antara lain dikemukakan oleh karena Negara Indonesia itu suatu “eenheidsstaat” maka Indonesia tidak akan mempunyai daerah dalam lingkungan yang bersifat “staat” juga. Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah Provinsi dan daerah Provinsi akan dibagi dalam daerah yang lebih kecil yaitu kabupaten dan kota. Di daerah-daerah yang bersifat otonom atau bersifat administrasi saja semuanya menurut aturan akan ditetapkan dengan undang-undang. Di daerah-daerah otonom akan diadakan Dewan Perwakilan Rakyat daerah. Oleh karena itu di daerah pun penyelenggaraan pemerintahannya akan bersendi atas dasar permusyawaratan.
Terdapat beberapa pertimbangan yang mendasari perlunya pemerintahan di daerah (Supriatna, 1996:58-60) yaitu:
a) Pertimbangan Kondusif Situasional
Secara nyata dan obyektif wilayah negara kita merupakan gugusan kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau dipisahkan oleh selat, laut dan dikelilingi lautan. Keadaan penduduk dengan beragam adat istiadat dan budaya, potensi permasalahan yang dihadapi serta kekhususan yang dimiliki masing-masing daerah. Kesemuanya akan lebih efisien dan efektif bila pengelolaannya adalah ditangani oleh perangkat pemerintahan yang perlu diwujudkan di masing-masing wilayah.
b) Pertimbangan Sejarah dan Pengalaman Berpemerintahan
Dalam rangka menyusun sistem pemerintahan memperhatikan pula tata pemerintahan yang telah ada mulai dari jauh sebelum datangnya penjajahan kemudian adanya sistem pemerintahan pada jaman raja-raja. Begitu pula sistem kemasyarakatan dan susunan pemerintahan yang berlaku di negara lain.
c) Pertimbangan Politis dan Psikologis
Wawasan dan semangat hidup yang menonjol dalam perumusan UUD 1945 adalah wawasan integralistik dan demokrasi serta semangat persatuan dan kesatuan nasional sehingga untuk tetap menjaga kekompakan semua tokoh dan keutuhan masyarakat serta wilayahnya, kepada daerah-daerah perlu diberi pemerintahan sendiri dalam kerangka negara kesatuan. Di samping itu untuk memberikan rasa tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan dan sekaligus memberi kesempatan kepada daerah untuk berperan serta dalam pemerintahan, sebagai perwujudan semangat dan jiwa demokrasi.
d) Pertimbangan Teknis Pemerintahan
Dengan telah disepakatinya prinsip-prinsip Indonesia merdeka dan tujuan serta arah mana Indonesia akan dibawa maka diperlukan perangkat pemerintahan di daerah karena disadari bahwa tidak semua urusan pemerintahan dapat dilaksanakan sendiri oleh pemerintah pusat. Untuk menjaga kemungkinan agar pemerintahan di daerah itu tidak memisahkan diri dari pemerintah pusat maka dinyatakan bahwa disamping ada daerah otonom ada daerah yang bersifat administrasi saja, yang kesemuanya merupakan wilayah administrasi pemerintahan negara Indonesia.
Dasar Hukum Otonomi Daerah
Pemberlakuan sistem otonomi daerah merupakan amanat yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) Amandemen Kedua tahun 2000 untuk dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang dibentuk khusus untuk mengatur pemerintahan daerah. UUD 1945 pasca-amandemen itu mencantumkan permasalahan pemerintahan daerah dalam Bab VI, yaitu Pasal 18, Pasal 18A, dan Pasal 18B. Sistem otonomi daerah sendiri tertulis secara umum dalam Pasal 18 untuk diatur lebih lanjut oleh undang-undang.
Pasal 18 ayat (2) menyebutkan, “Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.” Selanjutnya, pada ayat (5) tertulis, “Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.” Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan, “Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantua.
Secara khusus, pemerintahan daerah diatur dalam Undang- Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Namun, karena dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, ketatanegaraan, dan tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah, maka aturan baru pun dibentuk untuk menggantikannya. Pada 15 Oktober 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri mengesahkan Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Nomor 32 Tahun 2004) memberikan definisi otonomi daerah sebagai berikut.
“Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mendefinisikan daerah otonom sebagai berikut.
“Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam sistem otonomi daerah, dikenal istilah desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sedangkan dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dan/atay kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
Sementara itu, tugas pembantuan merupakan penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.
Sebagai konsekuensi pemberlakuan sistem otonomi daerah, dibentuk pula perangkat peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, yaitu Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU Nomor 25 Tahun 1999) yang kemudian diganti dengan Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU Nomor 33 Tahun 2004).
Selain itu, amanat UUD 1945 yang menyebutkan bahwa, “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis” 7 direalisasikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (PP Nomor 6 Tahun 2005).
Otonomi daerah tidak lain adalah wujud pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dan mempunyai hubungan yang erat dengan desentralisasi. Mahfud MD (2000:66) menyatakan bahwa desentralisasi merupakan penyerahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus daerah, mulai dari kebijakan, perencanaan, sampai pada implementasi dan pembiayaan dalam rangka demokrasi. Sedangkan otonomi adalah wewenang yang dimiliki oleh daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri dalam rangka desentralisasi.Hakekat desentralisasi, sebagaimana yang dipaparkan oleh Hoessien (2002:3) merupakan otonomisasi suatu masyarakat yang berada dalam teritoir tertentu. Suatu masyarakat yang semula tidak berstatus otonomi melalui desentralisasi menjadi berstatus otonomi dengan jalan menjelmakannya sebagai daerah otonom. Sebagai pancaran kedaulatan rakyat, tentu otonomi diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dan sama sekali bukan kepada daerah ataupun Pemerintah Daerah. Ketegasan pernyataan otonomi milik masyarakat dan masyarakat sebagai subjek dan bukan objek otonomi semestinya dicanangkan dalam kerangka hukum sehingga penyelenggaraan otonomi daerah menjadi lebih mulus.


DAFTAR PUSTAKA

Barthos,basir.1996.kedudukan kepala daerah dalam sistem pemerintahan daerah Indonesia.(skripsi sarjana)pada fakultas sosial politik universitas padjadjaran.bandung.

Tjokroamidjojo,Bintoro.1998.sistem administrasi negara dalam sistem politik demokkrasi pancasila(memograp).

Soejito,irawan.1984.hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.jakarta:bina aksara.

Kansil,C.S.T.,1993.sistem pemerintahan Indonesia.jakarta:bumi aksara

Pendidikan Gender

April 04, 2013

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam bahasa inggris “Gender” berarti “one of three classfications into which English nouns and pronoun naturally fall (Masculine,feminine and nauter)”.
Sugiah Machfud (1995:3) dengan mengutip Donnel (1988 ) dan Eviota ( 1993 ) mendifisikan gender sebagai: “perbedaaan-perbedaan (dikotomi ) sifat wanita dan pria yang tidak hanya berdasarkan biologis semata tetapi lebih pada hubungan-hubungan social-budaya antara wanita dan pria yang dipengaruhi oleh struktur masyarakatnya yang lebih luas,masyarakat dan Negara.
Dengan mengutip Kabeer (1990 dalam INSTRAW, 1995) Machfud memberikan difinisikan gender sebagai “suatu proses melalui mana individu-individu yang dilahirkan dalam kategori jenis kelamin laki-laki dan wanita yang kemudian memperoleh sifat-sifat maskulin dan feminism.
Gender adalah seperangkat sikap,peran,tanggung jawab,fungsi hak,dan prilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh dan dibesarkan.
Dalam kesempatan ini saya akan mencoba untuk menelusuri tentang gender,terutama tentang istilah-istilah gender.
PEMBAHASAN

1. ISTILAH-ISTILAH GENDER
A.Beberapa istilah gender
Sejumlah istilah yang berkaitan dengan gender diuraikan oleh Machfud (1995:6-7) dan IPB (1995:4) sebagai berikut.
1.Biasa Gender ( Gender Biased )
istilah ini mengacu pada diskriminasi yang terentang dari “penyisihan/peminggiran wanita dari program-program pembangunan sampai ke diskriminasi tingkat upah dan tindak kekerasaan yang sistematik terhadap wanita”.ini berarti berdampak pada alokasi yang timbang dari beragam sumber daya seperti makanan,aset produksi seperti lahan usaha tani,pendidikan,informasi,pelatihan dan sebagainya.

2.Buta Gender ( Gender-blind )
Istilah ini mengacu pada orang-orang dan pengambil keputusan yang gagal menentukan gender sebagai suatu kunci penentu pilihan-pilihan yang akan dilakukan oleh pria dan wanita.

3.Sensitif Gender ( Gender-Sensitive )
Istilah ini menjelaskan suatu pendekatan yang mempertimbangkan faktor-faktor yang berakar dalam pembagian kerja dan kekuasaan antara pria dan wanita dan mengunakan informasi seperti pendapat dan pengaruh untuk melihat siapa yang memperoleh keuntungan dari pembangunan dan siapa yang tidak memperolehnya.
4.Analisis Gender ( Gender-Analysis )
Analisis gender adalah pengujian secara sistematis terhadap peranan-peranan ,hubugan-hubungan dan proses-proses yang memusatkan perhatiannya pada ketidak seimbangan kekuasaan,kesejahteraan dan beban kerja antara pria dan wanita di semua masyarakat.
Istilah ini diterapkan terhadap proses pembangunan,khususnya untuk melihat bagaimana kebijaksaan dan program pembangunaan mempunyai dampak yang berbeda pada pria dan wanita.

5.Kesadaraan Gender ( Gender Awareness )
Istilah ini jika dikaitkan dengan pembangunan berarti :
a) Bahwa wanita dibahas sebagai wakil dari separuh jumlah keseluruhan penduduk,tidak selaku kelompok minat tertentu.
b) Bahwa proyek-proyek pembangunan tidak hanya ditujukan untuk wanita,tetapi melibatkan wanita dan pria sesuai potensi dan kebutuhan mereka.
c) Bahwa proyek tidak terbatas pada hal-hal yang biasanya merupakan kepentingan wanita seperti kesehatan gizi dan perawatan anak.melainkan juga kawasan produksi,pendidikan,dan bidang-bidang social budaya yang belum mengikut serta wanita secara proporsional.
d) Bahwa royek tidak saja mengacu pada perlindungan wanita sebagai individu-individu yang membutuhkan dan lemah,melainkan ditujukan ke arah peningkatan dan pengembangan pengalaman,kesadaran diri keterampilan serta kreativitas wanita dan pria.
e) Bahwa proyek memandang wanita dan pria tidak hanya sebagai pemanfaat/penikmat hasil,melainkan juga mengikut sertakan mereka sebagai peserta dan pengambil keputusan.

KESIMPULAN

Istilah-istilah Gender yang diuraikan Machfud ( 1995:6-7) dan ( 1995:4) sebagai berikut :
1.Biasa Gender ( Gender Biased ) Istilah ini mengacu pada diskriminasi.
2.Buta Gender ( Gender-Blind ) Istilah ini mengacu pada orang-orang dan para
Pengambil keputusan yang gagal.
3.Sensitif Gender ( Gender sensitive ) Istilah ini menjelaskan suatu pendekatan yang
Mempertimbangkan factor-faktor yang berakar dalam pembagian kerja dan
Kekuasaan antara wanita dan pria.
4.Analisis Gender ( Gender Analysis ) Istilah ini diterapkan terhadap proses
Pembangunaan ,khususnya untuk melihat bagaimana kebijaksanaan dan program
Pembangunaan mempunyai dampak yang berbeda pada pria dan wanita.
5.Kesadaraan Gender ( Gender Awareness ) Istilah ini jika dikaitkan dengan
Pembangunaan.

DAFTAR PUSTAKA

Hasyim, Syafiq, editor, Menakar “Harga” perempuan: Eksporasi Lanjut atas
Hak-hak Reproduksi Perempuan dalam islam. Bandung: Mizan. 1999
Hess, Beth B, Elizabeht W, Markson, and peter J. Stein, Sociologv. 4th edition,
New York; Macmilan publishing Company; 1991.
IPB ( Institut Pertanian bogor), Bahan pegangan: modul pemyadaran gender,1995.
Machfud, Siti Sugiah Mugniesyah “Konsep Gender dalam program pembangunan.”
Artikel di sampaikan pada pelatihan metologi Gendr dalam pembangunan,
Bogor, PSW IPB, 1995, hal 10.
Sitorus MT. Felix, “Metode Studi Kasus dan Riwayat Hidup dalam Studi Gender dan pembangunan, artikel ini disampaikan pada pelatihan Metologi Gender dalam
Pembangunan, Bogor, PWS IPB, 1995. Hal 1-7.
Teall, A.M, Edward N, (ed-in-chief). Webster’s word university iotionary Washington
D.C: Publishers Company. Inc.1965.








https://go.oclasrv.com/afu.php?zoneid=1401929